Langkah Pemerintah Berantas Korupsi Layak Diapresiasi

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 04 Desember 2014
Langkah Pemerintah Berantas Korupsi Layak Diapresiasi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional - Hasil penilaian Corruption Perception Index (Indeks Persepsi Korupsi) yang dikeluarkan oleh Transparency International Indonesia (TII) menunjukan hasil bahwa Indonesia naik tujuh peringkat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil data tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-107 dengan skor 34 dari 175 negara yang diukur.

Sekretaris Jenderal TII, Dadang Trisasongko dalam keterangan pers, Kamis (4/12). Mengatakan kerja keras pemerintah dalam memberantas korupsi layak diapresiasi.

"Pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia perlu mendapatkan apresiasi dengan hasil indeks korupsi tahun 2014," ujar Dadang.

Menurut dia, kenaikan peringkat ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah, masyarakat dalam upaya mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia.

"Ini berkat kerja sama dengan masyarakat sipil yang ikut aktif memberikan pendidikan politik bagi warga negara tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi," tambah Dadang.

Berdasarkan hasil data yang dihimpun secara global terdapat lima negara yang memiliki skor tertinggi. Negara-negara itu adalah Denmark (92), Selandia Baru (91), Finlandia (89), Swedia (87), dan Swiss (86).

Sedangkan lima negara yang memiliki skor terendah adalah Somalia (8), Korea Utara (8), Sudan (11), Afghanistan (12), dan Sudan Selatan (15).

Skor yang turun tajam dalam penilaian indeks persepsi korupsi 2014 ini dialami oleh Tiongkok (36) di peringkat 102, Turki (45) dan Angola (19). Ketiga negara ini mengalami penurunan skor yang sangat tajam, sekitar 4-5 poin (dalam skala 100). Padahal, Tiongkok mengalami pertumbuhan ekonomi lebih dari 4 persen dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Pada 2013, Indeks Persepsi Korupsi Cina masuk peringkat 80 dengan skor 40.

Foto: talkinbusiness.net

#Ekonomi #Internasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Pemerintah ingin memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Indonesia
Pemerintah Klaim Pengangguran Hanya 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diukur dari persentase jumlah pencari kerja terhadap total angkatan kerja nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Pengangguran Hanya 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994
Indonesia
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Kebijakan ini disebut sebagai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pembiayaan bagi kelompok perempuan berpenghasilan rendah.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Warga Minta Pemerintah Lebih Dengarkan Aspirasi Rakyat
Diskusi warga Palmerah menyoroti tekanan ekonomi rumah tangga, efektivitas program pemerintah, dan pentingnya mendengar aspirasi masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Warga Minta Pemerintah Lebih Dengarkan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Dinamika global masih perlu diwaspadai karena sejumlah kekuatan ekonomi utama dunia tengah menghadapi ketidakpastian.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Hingga penutupan 16 Oktober, kondisi IHSG di 5.185. Ada penurunannya sekitar 33,29 persen, dari level saat pelantikan 7.772,60.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Bagikan