Langkah Anies Usai Polemik LPJ RT/RW Berlalu
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Sempat muncul polemik mengenai laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana operasional Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya menetapkan mekanisme baru.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam mekanisme LPJ RT/RW ini ada sejumlah perubahan. Jika sebelumnya, ada 30.407 RT dan 2.732 RW melaporkan penggunaan dana per tiga bulan, nanti diubah menjadi per enam bulan.
"Ke depannya, RT dan RW tersebut mencatat pengeluaran bulanan dan melaporkan kepada warga dalam musyawarah RT atau RW, minimal sekali setiap 6 bulan sekali dan ditembuskan kepada lurah," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (7/12).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut mengatakan, dengan adanya mekanisme baru ini, Anies berharap semoga para ketua RT/RW tidak lagi direpotkan dengan pembuatan LPJ.
"Sebab, bentuknya telah lebih sederhana dan lebih simpel. Jadi, semuanya berlaku pada tanggal 1 Januari 2018 nanti," kata Anies.
Anies menuturkan, dengan mekanisme baru ini nantinya kelurahan akan membayarkan uang penyelenggaraan tugas dan fungsi kepada RT/RW paling lambat tanggal 10 setiap bulan.
"Anggaran untuk kebutuhan transfer ada di kelurahan. Maka, pertanggungjawaban yang dibutuhkan adalah bukti transfer dan tanda terima bahwa uang tersebut sudah disalurkan oleh kelurahan kepada RT dan RW," tandasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Gubernur DKI Optimistis Bank Jakarta IPO Tahun Depan, Ini Strategi Besarnya
Jalan Gatot Subroto Rusak, Pramono: Akan Diperbaiki Setelah 27 Januari
Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said
Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Perkuat Pengendalian Banjir
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Gubernur Pramono Dorong Percepatan MRT Jakarta hingga Kota Tua, Ditargetkan Beroperasi 2029
Pramono Anung Dorong PAM Jaya IPO 2027, Saham Publik Maksimal 30 Persen
Presiden Prabowo Ungkap Dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono: kalau sudah Jadi Gubernur enggak Ada Urusan Kepartaian