Lama Ditinggalkan, AS Akan Kembali Tempatkan Pasukan di Pangkalan Militer Greenland

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
Lama Ditinggalkan, AS Akan Kembali Tempatkan Pasukan di Pangkalan Militer Greenland

Denmark tegaskan nasib Greenland ada di tangan rakyatnya.(foto: pexels-mikhail-nilov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa wilayah tersebut seharusnya bergabung dengan AS, dengan alasan pentingnya posisi strategis pulau itu bagi keamanan nasional.

Otoritas Denmark dan Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak mengambil alih pulau tersebut, serta menegaskan bahwa mereka mengharapkan integritas wilayah mereka dihormati.

Dilansir The New York Times pada Rabu (1/4), Amerika Serikat sedang melakukan pembicaraan dengan Denmark untuk mendapatkan akses ke tiga pangkalan militer tambahan di Greenland, termasuk dua yang sebelumnya telah ditinggalkan oleh pasukan AS beberapa dekade lalu.

Kesepakatan potensial ini dilaporkan akan menjadi ekspansi signifikan pertama kehadiran militer AS di wilayah tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Baca juga:

Pasal 5 NATO Bisa Jadi Penyelemat Greenland dari Obsesi Donald Trump

Negosiasi tersebut mencakup lokasi yang pernah digunakan sebagai pangkalan AS selama Perang Dunia II dan Perang Dingin, tetapi kemudian dikembalikan kepada otoritas Denmark dan Greenland setelah penarikan pasukan AS.

Lokasi pangkalan itu adalah Narsarsuaq yang dikembalikan pada 1950-an dan Kangerlussuaq pada 1990-an. Pejabat Pentagon menolak merinci jumlah pasukan yang mungkin akan ditempatkan di pulau tersebut.

Jenderal Guillot dilaporkan menyatakan bahwa fasilitas tersebut akan mendukung pasukan operasi khusus dan unit angkatan laut.

Sebagian besar infrastruktur militer di lokasi tersebut telah dibongkar, sebut laporan NYT tersebut, meskipun kedua lokasi masih memiliki bandara operasional kecil. Narsarsuaq juga memiliki pelabuhan laut dalam, sementara Kangerlussuaq memiliki landasan pacu panjang yang mampu menampung pesawat besar.

Para ahli yang dikutip oleh surat kabar tersebut menyebutkan bahwa Denmark memiliki kemampuan terbatas untuk memblokir rencana AS. Dan Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. (*)

#Greenland #Denmark #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Dunia
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Donald Trump serukan Venezuela jadi negara bagian ke-51 AS dan ganti presiden dengan gubernur. Cek pernyataan lengkap dan analisis geopolitiknya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Indonesia
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Minaj menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu' Trump meskipun ia sempat mengkritik kebijakan Trump pada masa jabatan pertamanya.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Dunia
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Jumlah pasti unit rudal dan tanggal pengirimannya belum diungkapkan. Kontrak tersebut ditandatangani pada 29 September lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Dunia
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Kendaraan BYD dilarang memasuki Pangkalan Udara Kadena di Jepang karena kekhawatiran keamanan. Kamera dan sensor mobil modern menjadi sorotan.
Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Bagikan