Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Bayi Asal Solo Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 08 Maret 2021
Lahir Tanpa Tempurung Kepala, Bayi Asal Solo Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah (14 hari) bayi asal Solo lahir tanpa tempurung kepala, Senin (8/3). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah (14 hari) terbaring terdiam di tempat tidurnya, Senin (8/3). Bayi pasangan Ayu Endang Pujiati (29) dan Syarifudin Hidayatullah (31) tersebut terlahir tanpa tempurung kepala.

Bagi Ayu dan Syarifudin tidak punya firasat apapun terkait kondisi anak kedua tersebut baru lahir pada 22 Februari 2021. Arkan panggilan akrabnya lahir dengan berat 3 kilogram dan tinggi badan 4,8 sentimeter di sebuah rumah sakit swasta Kota Solo.

Baca Juga

Bubur Merah Putih Sambut Kelahiran Bayi

Kedua orang tua Arkan hanya bisa pasrah dengan buah hatinya itu yang lahir tidak sempurna. Ibu dari bayi Arka, Ayu mengaku sudah mengetahui kondisi Arkan terlahir tanpa tempurung kepala sejak kandungannya berusia 4 bulan.

"Jujur saya sangat sedih saat dokter kandungan bilang dia (Arka) tidak tempurung kepala," ujar Ayu, Senin (8/3)

Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah (14 hari) bayi asal Solo lahir tanpa tempurung kepala, Senin (8/3). (MP/Ismail)

Muhammad Arkan Naufal Hidayatullah (14 hari) bayi asal Solo lahir tanpa tempurung kepala, Senin (8/3). (MP/Ismail)

Ia pun tidak bisa berbuat banyak terlebih Arka sudah bernyawa dengan kondisi seperti ini. Warga Kampung Sidorejo RT 01 /RW I, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah ini tetap menanti buah hatinya lahir di dunia.

"Persalinan dilakukan secara caesar. Sebelum bayi lahir dari dokter juga mendiagnosa bayi akan meninggal 1 atau 2 jam setelah persalinan," kata dia.

Usai lahir, bayi Arkan langsung dipasang oksigen guna membantu pernapasannya. Setelah 13 terlewatkan di rumah sakit pasca operasi caesar, bayi Arkan bertahan hidup sampai sekarang.

"Alhamdulillah anak saya dalam kondisi sehat. Ini sebuah mukjizat," kata dia.

Ayah Arkan, Syarifudin Hidayatullah (31) mengaku butuh uluran tangan dari para dermawan untuk membantu perawatan anak keduanya itu. Ia mengatakan sebagai pekerja serabutan tidak mampu mencukupi biaya anaknya itu.

"Saya sudah tidak bekerja 2 minggu lebih karena harus membantu istri merawat buah hatinya itu yang lahir tanpa tempurung kepala," kata dia

Ia menambahkan untuk persalinan istrinya, menggunakan kartu indonesia sehat (KIS). Ia hanya dibebankan biaya administrasi saja. Sedangkan biaya hidup anak masih mengandalkan belas kasihan dari para dermawan. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Pisang Gandeng Bikin Ibu Hamil Lahirkan Bayi Kembar Siam?

#Solo #Bayi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Pihak pengemudi menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Indonesia
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Dinas Perhubungan (Dishub) Solo berencana mensterilkan aktivitas parkir di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam waktu dekat.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Indonesia
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Populasi rusa di Sriwedari dianggap melonjak dan kandang terbuka membuat hewan mudah keluar sampai ke jalan raya.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Kemendagri saat ini terus mendampingi seluruh kepala daerah agar pelaksanaan enam bidang SPM dapat berjalan optimal.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Hasil tes DNA akan dikirim ke Pusdokkes untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan sampel jenazah yang telah ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Indonesia
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Tahir Solo Museum diketahui memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp600 juta.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Indonesia
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Bagikan