Kurma Ajwa Cegah Pikun
Ilustrasi kurma. (Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan)
MerahPutih.com - Mencegah kondisi pikun bisa dimulai sejak dini. Cukup perhatikan asupan harian kamu, maka pikun dapat dicegah. Kurma ajwa bisa jadi jawabannya.
Kurma ajwa, seperti dilansir Alodokter, mengandung antioksidan nan merupakan asupan baik untuk kesehatan otak.
Baca juga:
Dengan rutin mengonsumsi antioksidan, maka aliran darah ke otak akan tetap lancar. Antioksidan juga memelihara sel saraf yang memiliki manfaat untuk mengendalikan daya ingat dan fokus.
Kamu bisa rutin mengonsumsi kurma ajwa selama bulan Radaman di waktu berbuka dan sahur. Bahkan, secara syariat kamu juga disarankan untuk membatalkan puasa di waktu magrib dengan mengonsumsi kurma terlebih dulu, baru setelahnya meminum air.
Baca juga:
“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air." Hadis ini dikutip dari laman Al Manhaj.
Kurma juga memiliki mafaat kesehatan lainnya seperti mencegah sembelit, menambah energi, baik untuk ASI Ibu, hingga dapat memperkuat daya tahan tubuh. (ikh)
Baca juga:
Konsumsi Sebiji Kurma saat Buka Puasa Datangkan Segudang Manfaat
Bagikan
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta