Kurikulum Matematika Sejak TK Resmi Jadi Prioritas Kemendikdasmen

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 06 November 2024
Kurikulum Matematika Sejak TK Resmi Jadi Prioritas Kemendikdasmen

Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Rabu (6/11/2024). ANTARA/Tri Meilani Ameliya.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kurikulum pendidikan matematika sejak TK resmi menjadi salah satu program prioritas kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)

“Kami sudah merancang, insya Allah pendidikan matematika itu dimulai dari sejak taman kanak-kanak,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/11).

Menurut dia, kemampuan berhitung dan memahami angka atau numerasi masyarakat Indonesia dari kalangan peserta didik hingga dewasa terbilang masih rendah. Bahkan, lanjut dia, tidak sedikit siswa di Indonesia yang menganggap pelajaran matematika sebagai momok.

“Numerasi kita kan masih rendah, selain literasi kita juga masih rendah, bahkan sekarang di kalangan sebagian pelajar, matematika menjadi momok karena dibilang matematika ini buat kita mati-matian. Jadi, kami mau buat matematika nantinya menyenangkan dan dapat diajarkan secara mudah,” papar Mu'ti.

Baca juga:

Abdul Mu'ti Mulai Kenalkan Metode Belajar Matematika Untuk PAUD

Lebih jauh, Abdul Mu'ti menjelaskan pembelajaran matematika sejak TK itu nantinya menjadi bagian dari program penguatan pendidikan unggul, literasi, numerasi, dan sains teknologi, yang meliputi pendidikan matematika, sains dan teknologi sejak dini.

"Penguatan pendidikan unggul, literasi, numerasi, dan sains teknologi, meliputi pendidikan matematika, sains, teknologi," tutur orang nomor satu di Kemendikdasmen.

Sebelumnya dilansir Antara, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya perbaikan kualitas dan metode pembelajaran matematika pada anak bahkan sejak Taman Kanak-kanak (TK), saat rapat bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Istana Negara, Selasa (22/10).

"(Prabowo) menekankan pentingnya kualitas pembelajaran matematika dan bagaimana metode pembelajarannya diperbaiki termasuk di dalamnya ya konsekuensi untuk itu pelatihan guru matematika," ujar Abdul Mu'ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10).

Baca juga:

Prabowo Tekankan Pentingnya Matematika Dimulai Sejak TK, Bikin Anak Kritis Sampai Penuh Prediksi

Prabowo, kata dia, sangat menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas sains teknologi. Sains teknologi, kata Mu'ti, berhubungan erat dengan matematika. "Tadi ada tawaran bagaimana pelajaran matematika di tingkat SD, kelas 1-4 dan mungkin mengenalkan matematika untuk anak-anak di tingkat TK," ungkap Mendikdasmen itu. (*)

#Matematika #Abdul Mu’ti #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), Polri tengah menyiapkan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Indonesia
Mendikdasmen: MBG Tak Diberikan ke Semua Siswa, Hanya untuk yang Membutuhkan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut Program Makan Bergizi Gratis tidak diberikan kepada semua siswa. Skema pelaksanaan masih disusun bersama Badan Gizi Nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Mendikdasmen: MBG Tak Diberikan ke Semua Siswa, Hanya untuk yang Membutuhkan
Indonesia
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
DPR menyoroti kasus tewasnya siswa SMP di Lumajang yang menjadi korban bullying. Tragedi ini menjadi alarm pendidikan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
Indonesia
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Kemendikdasmen membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 mulai hari ini hingga 25 Juli.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Indonesia
Tahun Ajaran Baru di Depan Mata, 1.842 Buku Digital SD-SMA di SIBI Bisa Diunduh Gratis. Ini Linknya!
Kemendikdasmen menyediakan 1.842 judul buku digital gratis di SIBI untuk jenjang SD-SMA. Hingga Juni 2026, lebih dari 13,7 juta kali buku dibaca dan 2,6 juta kali diunduh.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Tahun Ajaran Baru di Depan Mata, 1.842 Buku Digital SD-SMA di SIBI Bisa Diunduh Gratis. Ini Linknya!
Indonesia
Ribuan Taruna Akmil Ditugaskan Ajari Siswa Sekolah Rakyat Setrika Baju dan Nyemir Sepatu
Sebanyak 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II diterjunkan ke 178 titik Sekolah Rakyat (SR) untuk mendampingi para siswa
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Ribuan Taruna Akmil Ditugaskan Ajari Siswa Sekolah Rakyat Setrika Baju dan Nyemir Sepatu
Indonesia
Banyak Calon Mahasiswa Baru yang tidak Daftar Ulang ke PTN, ini Alasannya
Motifnya tidak tunggal karena alasan finansial.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Banyak Calon Mahasiswa Baru yang tidak Daftar Ulang ke PTN, ini Alasannya
Indonesia
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menerima usulan akademisi dalam Sarasehan KSTI 2026. Fokus pada beasiswa doktor, riset BUMN, hilirisasi industri, dan kebebasan akademik.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Bagikan