Kulit Telinga Kering, Mengelupas, Bahkan Gatal. Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

annehsannehs - Jumat, 13 Agustus 2021
Kulit Telinga Kering, Mengelupas, Bahkan Gatal. Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Telinga gatal. (Foto Medical News Today)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA sedang membersihkan telinga, pernahkah kamu merasakan adanya kulit kering pada bagian dalamnya? Jika digaruk, ada beberapa serpihan kulit yang terkelupas. Lama-kelamaan, bagian kulit kering di dalam telinga bisa sampai mengalami iritasi dan timbul rasa gatal-gatal. Kira-kira, apa penyebab dari kulit telinga yang kering?

Dilansir dari Healthline, kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari paparan suhu tinggi, penggunaan jenis sabun tertentu, atau kondisi kulit kronis.

Telinga gatal dan kering. (Foto Auckland Hearing)
Telinga gatal dan kering. (Foto Auckland Hearing)

Kulit kering di dalam atau sekitar telinga biasanya disebabkan oleh lingkungan. Jika area telinga terkena sabun atau pembersih berbahan keras, bisa jadi produk-produk tersebut menghilangkan minyak di kulit dan menyebabkan kekeringan. Paparan parfum dan air panas ketika mandi juga bisa membuat kulit telinga menjadi kering.

Baca juga

Bisakah Anjing Peliharaanmu Memiliki Rasa Cemburu?

Kulit telinga juga bisa menjadi kering akibat beberapa faktor lain mulai dari paparan sinar matahari yang terik secara terus menerus, berenang di kolam renang yang mengandung klorin, dehidrasi tubuh, stres, dan merokok.

Kulit telinga yang kering dan gatal juga bisa menjadi reaksi dari alergi tertentu. Kulit telinga bisa menjadi kering dan berkerak saat menggunakan anting-anting logam jika kamu memiliki alergi terhadap nikel.

Jika mengidap penyakit psoriasis, eczema, dan seborrheic dermatitis, kulit telingamu juga cenderung kering dan menimbulkan kerak seperti ketombe bila digaruk.

Cara mengatasi masalah kulit telinga ini pun bergantung pada gejala yang kamu rasakan. Sebelum mencoba obat-obatan, pertama-tama perhatikan dulu rutinitas kamu mulai dari sabun, sampo, dan produk perawatan lainnya. Kemudian, pikirkan apakah baru-baru ini kamu terpapar sinar matahari langsung atau berenang di air berklorin?

Baca juga:

Mau Adopsi Anjing? Perhatikan Hal-hal ini

Kamu bisa menggunakan beberapa produk untuk melembabkan kulit telinga mulai dari salep (ointment), krim, atau losion. Salep merupakan campuran air di dalam minyak seperti lanolin dan petrolatum. Salep bisa menjadi lapisan terbaik untuk melindungi kulit.

Perhatikan bahan anting yang kamu gunakan untuk mencegah alergi. (Foto Glamour).png
Perhatikan bahan anting yang kamu gunakan untuk mencegah alergi. (Foto Glamour).png

Krim juga mengandung minyak, tetapi kandungan terbesarnya biasanya adalah air. Krim harus diaplikasikan lebih sering daripada salep.

Losion terbuat dari air yang dicampur dengan bubuk kristal. Biasanya losion terasa lebih sejuk di kulit. Losion harus dibalurkan lebih sering untuk meredakan gejala.

Jika segala produk pelembab tidak menimbulkan efek, atau kondisi kulit telinga semakin parah, kamu bisa segera mengecek ke dokter umum atau dokter kulitmu. (SHN)

Baca juga:

5 Rekomendasi Film Klasik yang Mengangkat Kisah Si Introvert

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan