Kudeta Niger, Biden Serukan Pembebasan Presiden Mohamed Bazoum dan Keluarganya

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 04 Agustus 2023
Kudeta Niger, Biden Serukan Pembebasan Presiden Mohamed Bazoum dan Keluarganya

Arsip - Presiden Amerika Serikat Joe Biden tiba di lokasi KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). (ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gumay/nym.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tentara Niger yang menamakan diri Dewan Nasional untuk Perlindungan Negara (CNSP) mengumumkan kudeta tidak lama setelah menahan Presiden Mohamed Bazoum di kediamannya.

Mereka menyebut situasi keamanan yang memburuk dan pemerintahan yang buruk sebagai alasan melancarkan kudeta.

Diketahui, Bazoum terpilih pada 2021 dalam transisi kekuasaan demokratis pertama Niger sejak memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada 1960.

Baca Juga:

Nasib Tentara AS yang Menyeberang ke Perbatasan Korut Masih Misteri

Presiden AS Joe Biden menyerukan pembebasan segera Presiden Niger Mohamed Bazoum yang digulingkan oleh militer.

Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih menegaskan bahwa mempertahankan nilai-nilai fundamental demokrasi, serta membela tatanan konstitusional, keadilan, dan hak berkumpul secara damai, yang semua ini sangat penting bagi kemitraan AS dan Niger.

"Saya menyerukan agar Presiden Bazoum dan keluarganya segera dibebaskan, serta untuk menjaga demokrasi yang diperoleh dengan susah payah di Niger," kata Biden dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih pada Kamis (3/8), bertepatan dengan peringatan 63 tahun kemerdekaan Niger dari Prancis, seperti dikutip Antara.

Biden menegaskan bahwa AS mendukung rakyat Niger untuk menghormati kemitraan kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun, yang berakar pada nilai-nilai demokrasi dan dukungan untuk pemerintahan yang dipimpin warga sipil.

Baca Juga:

Pertemuan Presiden Jokowi-Xi Jinping Buahkan 8 Kesepakatan

Sehari sebelumnya (2/8), AS memerintahkan evakuasi semua pegawai pemerintah nondarurat dari kedutaan besarnya di Niger--di tengah kekhawatiran akan meningkatnya konflik.

Negara-negara Eropa, termasuk Prancis, juga telah mengevakuasi warga negaranya dari negara Afrika Barat itu.

Pada 26 Juli 2023, Bazoum ditahan oleh anggota pengawal presiden sebelum kemudian militer mengumumkan telah melakukan kudeta dan merebut kekuasaan di Niger.

Pekan lalu, Komandan Pengawal Presiden Niger Jenderal Abdourahamane Tchiani menyatakan dirinya sebagai kepala pemerintahan transisi, dua hari setelah menggulingkan Bazoum.

Para pemimpin Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) telah menjatuhkan sanksi berat terhadap Niger, dan meminta para pemimpin kudeta militer untuk mengembalikan kekuasaan Bazoum dalam waktu satu pekan. (*)

Baca Juga:

Tiongkok Bersiap Hadapi Kemungkinan Buruk Perang dengan Barat

#Joe Biden #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Bagikan