Sejarah

Kucek Sejarah Sabun Colek Merek Pesawat Pengebom Hiroshima B29

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Kamis, 16 Januari 2020
Kucek Sejarah Sabun Colek Merek Pesawat Pengebom Hiroshima B29

Sabun colek B29. (Foto: booya.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEWU Gunawan (Go So He) curi-curi dengar keluhan ibu-ibu selagi belanja di Pasar Pagi, Jakarta Pusat, berkait mahal juga semakin langka sabun cuci Sunlight Zeep atau terkenal dengan merek Tjap Tangan produksi Unilever.

Di tahun itu, 1930, krisis ekonomi besar melanda dunia, termasuk Hindia Belanda. Sektor industri berantakan. Tak sedikit perusahaan gulung tikar. Pabrik tutup. Pekerja menganggur. Produksi terhenti. Sementara beberapa perusahaan mampu bertahan terkendala kenaikan harga bahan pokok. Tak heran bila harga jual jadi melambung. Bahkan, sudah mahal, langka pula. Termasuk sabun cuci andalan para ibu: Tjap Tangan.

Keluhan ibu-ibu itu mengendap di benak Sewu. Lelaki 16 tahun perantau asal Mojokerto, Jawa Timur, melihat peluang besar dari kelangkaan juga mahalnya Tjap Tangan. Ia berniat memproduksi sabun cuci dengan harga murah.

Baca juga:

Kapal Belanda yang Ditenggelamkan Tahun 1859 Kembali Muncul

Sewu mencari tahu cara membuat sabun dari bantuan seorang guru kimia. Ia lalu mengerti dan butuh kaostik soda sebagai bahan utama. Namun, bahan baku itu harus didatangkan dari luar negeri dan di tengah krisis ekonomi harganya sudah tak masuk akal. "Akhirnya pakai bahan gula dari tebu," kata Eka Gunawan, anak bungsu Sewu Gunawan, mengenang kisah ayahnya dikutip M Taufiqurohman pada Mereka Mau Hidup Seribu Tahun Lagi: Puluhan Merek Indonesia Yang Mampu Bertahan Lebih Dari Setengah Abad. "Jauh lebih murah dan ekonomis".

Begitu niat tercetus, Sewu berusaha keras untuk mengutak-atik bahan, menghitung produksi, hingga mengemas sabun. Proses itu menguras keringat hingga menahun. Impian membuka skala rumahan kemudian mewujud pada tahun 1942. Pabrik skala rumahan dibangun di lahan seluas 300 meter persegi di Jalan Malaka, Jakarta Pusat. Ia mempekerjakan 100 pekerja untuk mengolah bahan mentah hingga mencetak menjadi sabun. Meski telah produksinya telah berjalan, Sewu masih kebingungan memberi nama merek dagang sabunnya.

Siaran radio berkali-kali melaporkan serangkaian kejadian selama Perang Pasifik dan masa akhir Perang Dunia 2. Sewu selalu tengiang-ngiang dengan Pesawat B29. Pesawat pengebom dan pengintai (reconnaissance aircraft) milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat B29 semakin kondang setelah diberi sandi 'Enola Gay' dan 'Bokscar' digunakan untuk menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Ketenaran Pesawat Pengebom B29 langsung memikat hati Sewu Gunawan. Ia lantas, melalui perusahaan Sinar Antjol, mendaftarkan merek dagang sabun B29.

Sabun batangan B29 memang masih berjuang di pasaran saat kali pertama beredar. Saingan sabun cuci lain telah lebih dahulu melekat di hati masyarakat. Perlahan, penjualan mulai merangkak. Perubahan dari bentuk batangan menjadi krim kemudian lebih disenangi masyarakat. Selain, mudah pakai juga bisa digunakan untuk cuci piring, perabotan dapur, pakaian, hingga motor dan mobil.

Baca juga:

Gaya Pemuda Nakal Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia

Di tahun 1970, sabun B29 menjadi primadona. Perusahaan Sinar Antjol menggandeng pelawak perempuan kenamaan, Suratmi atau dikenal Ratmi B29, kebetulan bernama sama dengan merek sabun, untuk membintangi iklan Sabun B29. Saban hari, dari pagi hingga sore, banyolan pelawak perempuan bertubuh gempal itu setia mengajak ibu-ibu menggunakan sabun cuci multifungsi.

Sabun B29 langsung menguasai 80 persen pasar Indonesia. "Banyak sekali permintaan, tapi kami tak bisa memenuhinya dalam waktu singkat," kata Direktur Sales Marketing, Arie Handoyo Halim.

Kesohoran Sabun B29 mulai agak meredup ketika banyak sabun sejenis muncul di akhir tahun 1980-an. Ketika tongkat estafet beralih ke tangan anaknya, Eka Gunawan, masalah mendasar juga sedang dihadapi B29.

Ia memutar otak. Alumnus Universitas San Fransisco itu mencoba mengarungi pasar luar negeri. Mula-mula Rusia, namun Eka mengaku resah dengan stabilitas politik di negara-negara balkan. Ia memutar haluan dan mengincar pasar Afrika. "Ketimbang ngotot-ngototan di dalam negeri, lebih baik cari pasar lain saja," kata Eka.

Sabun B29, menurut Taufiqurrohman merupakan sabun Indonesia pertama nanti berhasil dijual secara berkala di negara-negara Afrika. Penjualannya pun sangat memuaskan. Larisnya penjualan Sabun B29 makin kentara ketika Krisis Ekonomi 1997. Permintaan membludak di Afrika sampai dia kali lipat produksi normal.

Meski begitu, keuntungan dari ekspor tak bisa menutupi carut-marut finansial akibat dampak krisis di dalam negeri. Pekerja harus menerima pil pahit pemotongan waktu kerja, dari tiga hanya tinggal satu shift. "Pesan ayah jangan ada PHK sesulit apa pun," kata Eka berpegang pada nasihat ayahnya. (*)

Baca juga:

Adu Keras Pemuda Radikal Versus Sukarno-Hatta

#Indonesia #Puncak B29 #Sejarah #Sabun Mandi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesiaku
Ternyata Sosok Pahlawan, ini Sejarah Tugu Tani yang kini Jadi Lokasi Langganan Demo Mahasiswa
Nama tugu ini sebenarnya ialah Tugu Pahlawan
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Ternyata Sosok Pahlawan, ini Sejarah Tugu Tani yang kini Jadi Lokasi Langganan Demo Mahasiswa
Indonesia
Indonesia Sudah Raih 3 Emas di Asian Para Games 2026
Dengan tambahan tiga emas pada hari ini, tim Merah Putih total telah mengoleksi 25 medali yang terdiri dari empat emas, empat perak, dan 17 perunggu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Indonesia Sudah Raih 3 Emas di Asian Para Games 2026
Indonesia
Tebakan Skor Penonton Langsung Timnas Indonesia Lawan Thailand di SUGBK
Laga final ini merupakan kesempatan emas timnas Indonesia senior mengakhiri paceklik gelar juara selama 35 tahun
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Tebakan Skor Penonton Langsung Timnas Indonesia Lawan Thailand di SUGBK
Indonesia
Rute Pengalihan Arus Jika Kawasan GBK Macet Akibat Laga Indonesia Lawan Thailand
Dishub menyiagakan 80 petugas dan rute alternatif untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar GBK.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Rute Pengalihan Arus Jika Kawasan GBK Macet Akibat Laga Indonesia Lawan Thailand
Olahraga
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Indonesia resmi mencapai target 4 emas Asian Games 2026 lewat Desak Made Rita, dan berpeluang menggeser Malaysia untuk masuk ke jajaran 10 besar klasemen.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Indonesia
Durasi Film G30S/PKI Tembus Lebih dari 4 Jam, Ternyata ini Alasan di Baliknya
Film G30S PKI memiliki durasi yang sangat panjang, yaitu 4 jam 31 menit. Namun, ada alasan di balik panjangnya durasi tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Durasi Film G30S/PKI Tembus Lebih dari 4 Jam, Ternyata ini Alasan di Baliknya
Lifestyle
Sejarah Honda NSR 150 dan Daftar Lengkap Variannya, Legenda Motor Sport 2 Tak yang Harganya Tembus Ratusan Juta
Penasaran dengan sejarah Honda NSR sang legenda motor sport 2 tak? Cek evolusi lengkapnya dari NSR500 balap hingga NSR 150SP yang harganya tembus ratusan juta!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
Sejarah Honda NSR 150 dan Daftar Lengkap Variannya, Legenda Motor Sport 2 Tak yang Harganya Tembus Ratusan Juta
Olahraga
Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Fakta Kekuatan Skuad Garuda
Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak fakta kekuatan skuad Garuda, head to head, dan daftar 23 pemain Indonesia.
ImanK - Kamis, 24 September 2026
Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Fakta Kekuatan Skuad Garuda
Olahraga
Emas Dayung Ganda Putra Asian Games Lepas, Pelatih Indonesia Bingung Febrian/La Memo Bisa Finis ke-4
"Malah bukan prediksi lagi, memang harusnya dapat medali karena akselerasi mereka juga bagus," kata Pelatih Dayung Indonesia, Muhammad Hadris.
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Emas Dayung Ganda Putra Asian Games Lepas, Pelatih Indonesia Bingung Febrian/La Memo Bisa Finis ke-4
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Bagikan