Kubis Sebabkan Kembung, Cara ini Dapat Mengurangi Efeknya
Kubis. (Foto: Unsplash/ PHÚC LONG)
MerahPutih.com - Kubis dan sayuran silangan menyebabkan gas pada tubuh setelah kamu konsumsi. Namun, bukan berarti kubis tidak menyehatkan, ada beberapa penyebab yang membuat sayuran ini dapat menghasilkan gas.
Dilansir Eatingwell, Senin (11/11), pertama, kubis mengandung serat. Hampir setengah dari jumlah karbohidratnya berbentuk serat. Serat tidak dicerna sepenuhnya, tetapi masuk ke usus besar (kolon), tempat serat tersebut dipecah oleh bakteri dalam mikrobioma usus.
"Gas merupakan produk sampingan dari proses ini," kata Samantha MacLeod, MS, RDN, seorang ahli diet terdaftar di Fresh Communications.
Kubis juga mengandung sejenis gula bernama rafinosa, yang juga ditemukan dalam brokoli dan kubis brussel. Karbohidrat ini sangat sulit dicerna. "Tubuh kita tidak dapat sepenuhnya memecah gula ini," kata MacLeod.
Baca juga:
Manfaat Sulforaphane, Senyawa Terkandung pada Brokoli dan Kubis
Saat masuk ke usus besar, gula tersebut difermentasi. Itu akan menghasilkan lebih banyak gas. Namun, rafinosa tidak sepenuhnya buruk. Di sisi positifnya, rafinosa dalam kubis memiliki sifat prebiotik, yang mendorong pertumbuhan bakteri sehat di usus kamu untuk mikrobioma lebih seimbang.
Ada beberapa cara bisa dilakukan untuk mengurangi efek gas yang dihasilkan oleh kubis, salah satunya dengan memasaknya. Kamu bisa mengukus, merebus, atau memanggang kubis seperti sayuran lainnya.
Kemudian, kamu bisa mengonsumsi kubis fermentasi. Kubis fermentasi mengandung banyak probiotik yang baik untuk usus, dan juga lebih mudah dicerna.
"Fermentasi kubis seperti kimchi atau asinan kubis membantu memecah beberapa gula kompleks yang disebutkan sebelumnya, sehingga lebih mudah dicerna dan menghasilkan lebih sedikit gas," kata MacLeod.
Baca juga:
Terakhir, konsumsi kubis secukupnya. Semua makanan yang dikonsumsi secara berlebihan, maka akan memberikan efek buruk pada tubuh.
"Porsi yang lebih besar dapat menyebabkan lebih banyak gas karena volume kubis dan karenanya serat dan gula kompleksyang dikonsumsi," kata MacLeod.
Pada waktu makan, campurkan kubis dengan makanan lain, seperti wortel parut, paprika iris, atau selada, untuk menambah volume makanan sekaligus memudahkan pencernaan. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya