Kubah Bocor Picu Kebakaran Masjid Agung Lombok Tengah, Kerugian Capai Rp 500 Juta
Ilustrasi (Foto: pexel/Pixabay)
MerahPutih.com - Masjid Agung Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kebakaran diduga akibat arus pendek listrik subuh tadi. Kebakaran melanda bagian kubah masjid dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
"Penyebab kebakaran diperkirakan korsleting listrik dan akibat kebakaran ini kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 juta," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (Damkarmat) Lombok Tengah Supardan Kenah di Lombok Tengah, Kamis (13/2).
Peristiwa kebakaran kubah Masjid Agung Praya ini diketahui pada pukul 03.30 WITA dipicu cuaca ekstrem hujan lebat yang kerap terjadi belakangan. Korsleting listrik terjadi akibat genangan air yang bocora di bagian kubah merembes kena jalur kelistrikan lampu masjid.
Baca juga:
Kebakaran 2 Kapal di Marina Ancol: 1 Tewas 5 Luka-Luka, Kerugian Ditaksir Rp 6 Miliar
"Sekitar pukul 03.37 WITA tim kami tiba di lokasi kebakaran, berdasarkan informasi dari pengurus Masjid Agung Praya segera tim regu piket bertindak langsung untuk memadamkan kebakaran," tutur Kepala Dinas, dikutip Antara.
Setelah hampir 30 menit proses pemadam, api berhasil dijinakan dan kebakaran tidak menjalar ke bangunan sekeliling. ,Sementara itu Pengurus Masjid Agung Praya H Ridwan Ma'aruf membenarkan kubah masjid ini mengalami kebocoran dan menampung banyak air yang menyebabkan adanya gangguan listrik.
"Marbot yang jaga malam di Masjid Agung Praya, pada saat nyalakan lampu jam 3.30 WITA, tiba-tiba ada suara atau percikan api dari plafon," katanya. "Setelah itu, lampu dimatikan kembali lalu pergi lapor ke Damkarmat." (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Antisipasi Banjir, BPBD DKI Lakukan Modifikasi Cuaca di Selat Sunda
Cuaca Ekstrem di Bali Bisa Berdampak pada Jaringan Listrik, PLN Imbau Warga Waspada
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sebagian Besar Wilayah Bali hingga 27 Januari
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Warga Jakarta Diminta Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai hingga 27 Januari
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di 8 Kawasan Pantura Jateng
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi Modifikasi Cuaca Jalan Setahun Penuh, BPBD DKI Jakarta Anggarkan Rp 31 Miliar
Operasi Modifikasi Cuaca Digelar hingga 22 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta Tekan Dampak Banjir