Krisis Suriah, Slowakia Hanya Menerima Pengungsi Kristen

Ana AmaliaAna Amalia - Kamis, 20 Agustus 2015
Krisis Suriah, Slowakia Hanya Menerima Pengungsi Kristen

BBC

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional - Kemelut perang di Timur Tengah pada akhirnya hanya akan melahirkan kesengsaraan dan penderitaan rakyat. Ribuan manusia terlunta-lunta mencari tempat aman untuk tinggal, mereka pun mencari suaka ke beberapa negara di Eropa.

Warga Suriah salah satunya, negara pimpinan Presiden Bashar al-Assad ini terus saja berkecamuk. Belum selesai masalah perang saudara munculnya ISIS semakin membuat rakyat menderita.

Beberapa negara pun menjadi tujuan hidup masyarakat Suriah seperti Turki, Jerman, Swedia, dan beberapa negara di Eropa lainnya.

Seperti yang dilansir BBC, Slowakia menyatakan akan menampung warga Suriah hanya saja khusus untuk warga Suriah pemeluk Kristen.

Seperti yang dikatakan Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Slowakia, Ivan Metik, negaranya hanya bisa memilih 200 warga Suriah beragama Kristen dari sejumlah pengungsian di Turki, Italia dan Yunani.

Saat ini Eropa memang tengah menerapkan skema relokasi Uni Eropa terkait pengungsi dari Suriah.

Slowakia menjelaskan, kebijakan ini mereka lakukan karena hanya ada sedikit umat Islam di negaranya, mereka beranggapan umat Islam tidak akan suka tinggal di Slowakia, mereka juga menyangkal kebijakan ini adalah unsur diskriminasi agama karena tujuan mereka adalah untuk saling menolong dan melakukan yang terbaik.

Saat ini PBB meminta agar negara di Eropa bisa menanggung beban para pengungsi tersebut.

"Untuk jangka panjang tidak akan mungkin bertahan bahwa hanya dua negara Uni Eropa, Jerman dan Swedia, yang menanggung sebagian besar pengungsi," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Antonio Guterres.

Hingga saat ini dan beberapa tahun ke depan ribuan warga Suriah akan terus meninggalkan negaranya dan mencari suaka ke negara-negara di Eropa.

Baca juga: 

15 Orang Tewas dalam Serangan Udara Arab Saudi di Yaman

Sadis, ISIS Penggal Kepala Arkeolog Palmyra

Lebih dari 100 Warga Mesir Tewas Akibat Gelombang Panas

Heboh, 4 Warga Negara Asing Dihukum Pancung di Arab Saudi

Serangan Udara di Damaskus Renggut 80 Korban Jiwa

#Konflik Timur Tengah #Pengungsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ana Amalia

Happy life happy me
Show More

Berita Terkait

Dunia
Rudal Balistik Houthi Hantam Istana Yaman, 5 Tewas 16 Luka-Luka
Lima rudal balistik Houthi hantam Istana Presiden Al-Maashiq di Aden, Yaman. 5 orang tewas dan PM Shaya al-Zindani selamat. Simak berita selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Rudal Balistik Houthi Hantam Istana Yaman, 5 Tewas 16 Luka-Luka
Dunia
Ketidakstabilan Timur Tengah Meningkat Usai Houthi Serang Bandara Riyadh
Von der Leyen memperingatkan bahwa serangkaian serangan tersebut berkontribusi pada meningkatnya ketidakstabilan di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Ketidakstabilan Timur Tengah Meningkat Usai Houthi Serang Bandara Riyadh
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Kemenkes mencatat 9.668 kasus ISPA pada warga terdampak gempa NTT sejak 15-26 Agustus 2026. Lebih dari 185 ribu warga masih berada di pengungsian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
9.668 Kasus ISPA Muncul Usai Gempa NTT, Kemenkes Ungkap Kondisi Warga di Pengungsian
Indonesia
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Ratusan pengungsi gempa Nagekeo, NTT, mengalami ISPA, gastritis, flu, dan batuk. Hingga 24 Agustus, 400 warga dirawat di Posko Kesehatan Darurat.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
ISPA Hingga Gastritis Serang Pengungsi Gempa Nagekeo NTT, Ratusan Orang Dirawat
Indonesia
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Sikka, yang difungsikan sebagai posko pengungsian dan memastikan kondisi anak-anak aman.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Gibran Kunjungi SD Inpres Wairklau, Cek Kondisi Pengungsi dan Anak-anak Terdampak Bencana
Indonesia
Pengungsi Kembali Ngemper di Kantor UNHCR Jakarta, Mereka Bawa Bantal
Pengungsi tiduran di tepi jalan dengan menggunakan karpet. Barang-barang yang ada di sekitar mereka, yakni tas, galon berisi air mineral serta bantal.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Pengungsi Kembali Ngemper di Kantor UNHCR Jakarta, Mereka Bawa Bantal
Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
DPR minta pemerintah manfaatkan momentum perdamaian AS–Iran untuk menurunkan harga BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
Dunia
Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket
Harga minyak dunia naik lebih dari 2 dolar AS per barel setelah Iran menutup total Selat Hormuz menyusul serangan tambahan Amerika Serikat.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket
Bagikan