Kram Perut tapi Tidak Haid, Benarkah Tanda Kehamilan?

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 09 Mei 2023
Kram Perut tapi Tidak Haid, Benarkah Tanda Kehamilan?

Nyeri dan kram pelvis sering kali berasal dari sejumlah penyakit dan kondisi apa pun dapat menyebabkan kram ini. (Pexels/Sora Shimazaki)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"KRAM perut tapi tidak ada haid" adalah sesuatu yang sebagian besar dari kamu pernah alami. Ini menjengkelkan karena kamu tidak mengetahui penyebabnya, atau apa arti kram ini.

Apalagi jika sedang mencoba untuk hamil atau khawatir akan mungkin hamil, kamu mungkin akan bertanya-tanya apakah kram ini berarti tubuhmu sedang mengandung.

Sebenarnya sangat umum mengalami kram di area pelvis, jelas Suzy Lipinski, M.D., OB-GYN di Pediatrix Medical Group seperti diberitakan Parents.com. Tidak hanya itu, kram ini bisa disebabkan oleh banyak hal.

Baca Juga:

Macam-Macam Masalah Ibu Menyusui

kram
Terkadang kram saat menstruasi banyak diharapkan bisa menjadi tanda awal kehamilan. (Pexels/cottonbro studio)

"Saraf di pelvis tidak spesifik mengacu pada area yang terkena seperti pada kulit. Jadi, kram pelvis bisa menjadi masalah di salah satu organ perut — organ kewanitaan, usus, sistem kandung kemih, atau bahkan otot dasar panggul," dia menjelaskan.

Nyeri dan kram pelvis sering kali berasal dari sistem pencernaan kamu, dan sejumlah penyakit dan kondisi apa pun dapat menyebabkan kram ini. "Salah satu penyebab paling umum dari kram yang tidak datang dari haid adalah kram usus," ujar Lipinski. Kram ini bisa berasal dari infeksi virus pada perut (seperti norovirus) atau keracunan makanan," katanya.

Bisa jadi kadang-kadang kamu merasakan kram pelvis yang tidak mendekati masa menstruasi yang diharapkan, melainkan pada tengah siklus. Penyebabnya mungkin dari ovulasi.

"Terkadang kram bisa disebabkan oleh ovulasi, di mana indung telur kamu memutuskan untuk mengadakan 'pesta kejutan' di mana pestanya adalah sel telur," jelas OB-GYN Anisha Farishta, MD dari Memorial Hermann Sugar Land Hospital di Texas, AS.

Nyeri ovulasi yang dikenal sebagai "mittelschmerz", biasanya dialami sebagai nyeri ringan, tajam, atau seperti nyeri di satu sisi panggul. Nyeri ini bisa bertahan selama beberapa menit atau beberapa jam.

Menurut Farishta, penyebab potensial lain dari kram panggul adalah kista ovarium yang merupakan kantung kecil berisi cairan yang terbentuk di ovarium. Kista biasanya tidak berbahaya dan seringkali tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Sebaiknya, cari perawatan medis darurat jika kamu mengalami sakit perut yang intens atau tiba-tiba disertai demam, pusing, muntah, dan sesak napas.

Penyebab lainnya adalah kejang otot dasar panggul setelah trauma seperti jatuh, kecelakaan, atau mengalami kekerasan seksual dan bisa juga terjadi setelah melahirkan.

Selain itu bisa juga akibat endometriosis, yaitu ketika jaringan rahim mulai tumbuh di organ lain yang berdekatan seperti ovarium atau usus. Kondisi Inilah yang paling terkenal menyebabkan kram menstruasi yang sangat menyakitkan.

Atau, penyebab lain adalah Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang sering terasa seperti tekanan dan kram di punggung bagian bawah atau daerah panggul bagian bawah.

Baca Juga:

Pentingnya Warna untuk Stimulasi Multisensori Anak

kram
Gejala tambahan yang mengkhawatirkan termasuk pendarahan yang tidak teratur disertai kram. (Pexels/Sora Shimazaki)

Kehamilan awal


Tentu saja, terkadang kram saat menstruasi banyak diharapkan bisa menjadi tanda awal kehamilan. "Kram juga bisa dialami pada awal kehamilan, terutama jika haid terlambat," kata Farishta.

Lalu, mengapa sebenarnya kehamilan baru bisa menyebabkan gejala tersebut? "Biasanya disebabkan oleh rahim yang meregang dan tumbuh saat tubuh kamu bersiap untuk kedatangan si kecil," tambahnya.

Dia menambahkan, kram ini biasa membuat tidak nyaman, tetapi tidak selalu berbahaya. "Meskipun sering tidak memprihatinkan, jika menjadi lebih menyakitkan atau mengkhawatirkan, jadwalkan kunjungan ke OB-GYN," saran Farishta.

Dalam kebanyakan kasus, mengalami kram tetapi tidak ada menstruasi tidak perlu dikhawatirkan, Lipinski menyakinkan. Namun, dalam beberapa kasus, kram—bersama dengan gejala lainnya—mungkin menjadi masalah yang lebih serius.

"Kram tetapi tidak ada menstruasi menjadi perhatian jika kram parah dan mengganggu aktivitas normal," jelasnya.

Gejala tambahan yang mengkhawatirkan termasuk pendarahan yang tidak teratur disertai kram, diare atau kotoran yang mengandung darah, atau kencing darah.

Jika kamu menemukan salah satu dari gejala itu, atau memiliki kekhawatiran tentang kram tengah bulanmu, pastikan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan. (aru)

Baca Juga:

Dampak Positif Air Dingin Bagi Tubuh

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Februari 2026
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Bagikan