KPUD DKI Jakarta Tidak Dapat Izin Dirikan TPS di Komplek TNI

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 14 Februari 2017
KPUD DKI Jakarta Tidak Dapat Izin Dirikan TPS di Komplek TNI

Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno. (Foto MP/Yohanes Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Menyongsong Pilkada DKI Jakarta 2017 esok, Komisi Pemilihan Umum (KPUD) DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Guna memfasilitasi keluarga TNI, KPUD menyediakan TPS-TPS di sejumlah kompleks perumahan keluarga TNI.

"Kita sudah menyediakan sejumlah TPS di komplek TNI, di Jakarta Utara ada 35 TPS, di Jakarta Timur 45 TPS, Jakarta Selatan ada 7 TPS," kata Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno di KPU DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya No. 15, Jakarta Pusat, Selasa (14/2).

Sumarno menjelaskan keluarga TNI, seperti istri, anak, orang tua dan pembantu tetap memiliki hak suara untuk memilih saat pilkada serentak esok.

"Mereka masih punya hak pilih, mereka difasilitasi KPU untuk menggunakan hak pilih. Kalau harus ke luar komplek TNI, TPS bisa cukup jauh," katanya melanjutkan.

Namun, kata Sumarno lagi, ada surat edaran dari Pangdam melarang mendirikan TPS di dalam kompleks TNI dengan alasan untuk menjaga netralitas. Sejumlah TPS yang sudah berdiri diperintahkan dibongkar dan dipindahkan keluar komplek TNI. Karena hal ini, pihaknya mengaku kesulitan, padahal keluarga anggota TNI juga punya hak suara.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pangdam untuk menentukan lokasi TPS di Komplek TNI. Tapi ada surat edaran dari Pangdam larangan mendirikan TPS di dalam komplek TNI. Hingga saat ini kami masih berkomunikasi dengan pihak TNI. Kalau tidak bisa kami akan mencari lokasi terdekat yang tidak jauh dari komplek TNI," ungkap Sumarno.

#KPUD DKI Jakarta #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Pilkada Serentak 2017 #TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad yang tewas setelah diduga dianiaya senior. Ia meminta tradisi kekerasan di lingkungan TNI dihentikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
Indonesia
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Prabowo menegaskan penguatan pertahanan diarahkan untuk membangun sistem pertahanan dan keamanan yang lebih baik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Indonesia
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Empat prajurit TNI AU tersangka penganiayaan Serda Ahmad Muzammil Farisa berpotensi diberhentikan tidak hormat. Ini kronologi pemukulan hingga korban meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Indonesia
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Puspom TNI AU menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Serda Ahmad Muzammil yang berujung kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Indonesia
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Puspom AU menetapkan empat prajurit TNI AU sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Indonesia
520 Unit Alutsista Bakal Ramaikan Defile Puncak Peringatan HUT ke-81 TNI
Personel akan berbaris dalam defile dan mengikuti simulasi tempur yang ditampilkan di kawasan Monas
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
520 Unit Alutsista Bakal Ramaikan Defile Puncak Peringatan HUT ke-81 TNI
Indonesia
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Garibaldi sendiri nanti akan dikawal kapal fregat TNI AL saat memasuki perairan ALKI I
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Indonesia
TNI Kirim KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Operasi militer selain perang perang ini juga bagian dari diplomasi Indonesia ke empat negara yakni Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
TNI Kirim  KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Indonesia
Tim Advokasi Minta MK Segera Putus Uji UU TNI demi Supremasi Sipil
Keterlambatan putusan menjadi persoalan karena perluasan peran TNI di luar fungsi pertahanan terus berlangsung.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Tim Advokasi Minta MK Segera Putus Uji UU TNI demi Supremasi Sipil
Indonesia
Tentara AS dan Indonesia Berlatih Tembak Drone di Sumatera Selatan
Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan rudal Mistral, sedangkan unsur pertahanan udara US Army menggunakan rudal Stinger.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Tentara AS dan Indonesia Berlatih Tembak Drone di Sumatera Selatan
Bagikan