KPU dan Bawaslu Diminta Tak Tutup-tutupi Anggota KPPU yang Tewas

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 28 April 2019
KPU dan Bawaslu Diminta Tak Tutup-tutupi Anggota KPPU yang Tewas

Kantor KPU. Foto: net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) 2019 menyisakan duka. Setidaknya lebih dari 200 orang Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), anggota Polri hingga panitia pengawas pemilihan umum (panwaslu) meninggal dunia setelah tahapan pemungutan suara pada 17 April 2019.

Mayoritas penyebab petugas kehilangan nyawa, karena kelelahan bertugas. KPPS berada di urutan pertama terbanyak jumlah korban meninggal dunia.

Berdasarkan catatan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sampai Jumat (26/4), tercatat sebanyak 1901 anggota KPPS menderita sakit dan 239 orang meninggal dunia selama pelaksanaan pemilu 2019. Jumlah ini ditambah anggota polri dan panwaslu.

Penggiat media sosial, Darmansyah menilai, bergugurannya para 'pahlawan demokrasi' itu merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan.

"Tentu saja, tingginya angka korban meninggal dunia itu tidak dapat dipandang sebelah mata. Saya meminta penyelenggara pemilu untuk secara transparan mengumumkan kepada publik mengenai jumlah orang yang meninggal akibat dari penyelenggaraan pemilu," ungkap Darmansyah kepada Merahputih.com di Jakarta, Sabtu (27/4).

Darmansyah sangat menyayangkan pernyataan anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja, pada saat diwawancarai media massa, pada Rabu (24/4/2019), di mana dia mengungkapkan tidak ingin membesar-besarkan peristiwa wafatnya pejuang demokrasi.

"Pernyataan itu justru bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi, Presiden Joko Widodo menyatakan korban yang meninggal dunia saat mengawal pemilu sebagai pahlawan demokrasi," jelas dia.

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Sudah seharusnya dan sepantasnya, lanjut Darmansyah, seseorang yang mengorbankan jiwa dan raga untuk berhasilnya penyelenggaraan pemilu diinformasikan kepada masyarakat. "Sehingga, masyarakat dapat mengetahui betapa berat menyelenggarakan pemilu di republik ini. Selain itu, pemerintah juga dapat melakukan evaluasi penyelenggaraan pemilu," sebut dia.

Darmansyah menilai, eharusnya, sebagai anggota Bawaslu RI yang notabene salah satu lembaga penyelenggara pemilu, Rahmat Bagja, mengumumkan kepada publik upaya apa saja yang sudah dilakukan jajarannya dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Bagi rakyat, UU itu memberikan jaminan kepada rakyat memperoleh informasi publik untuk meningkatkan peran aktif dalam penyelenggaraan negara baik pada tingkat pengawasan, pelaksanaan, dan penyelenggaraan negara maupun pada tingkat pelibatan selama proses pengambalian keputusan publik.

Penyelenggaraan pemilihan legislatif (pileg) digelar secara bersamaan dengan pemilihan presiden (pilpres) disebut-sebut sebagai alasan membuat petugas bekerja ekstra keras menyelenggarakan pesta demokrasi rakyat.

"Sehingga, para petugas harus bekerja ekstra untuk mengawal mulai dari penyelenggaraan pemungutan suara, penghitungan suara, hingga melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara mulai dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS), tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, hingga ke tingkat nasional.

Petigas KPPS
Petugas KPPS. Foto: BBC

Sudah seharusnya sejak UU Pemilu diterbitkan, pemerintah bersama dengan penyelenggara pemilu mempersiapkan pesta demokrasi rakyat selama lima tahunan itu secara maksimal.

Dalam hal ini, penyelenggara pemilu, yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP memang merupakan lembaga pelaksana undang-undang. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum menyebutkan tiga lembaga penyelenggara pemilu tersebut. Lembaga itu dibentuk untuk menyelenggarakan pemilu untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat.

"Artinya, sejak awal ketiga lembaga penyelenggara pemilu itu bertanggungjawab terhadap jalannya proses demokrasi rakyat. Sehingga, mereka seharusnya bertanggungjawab dan tidak menutup mata terhadap insiden ratusan orang meninggal dunia akibat penyelenggaraan pemilu," jelas Darmansyah.

Apalagi, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 24,8 triliun untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 sebagai bagian dari agenda demokrasi nasional.

"Dana sebesar ini seharusnya dapat dialokasikan secara merata sesuai dengan kebutuhan termasuk menunjang fasilitas kesehatan penyelenggara pemilu," pungkas Darmansyah. (Knu)

#Pemilu 2019 #Komisi Pemilihan Umum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
KPU juga menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memvalidasi pemilih di mancanegara menggunakan Nomor Induk Kependudukan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
Indonesia
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Afifuddin mengaku telah membatasi jumlah pemilih di setiap TPS untuk meminimalkan korban
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Juni 2025
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Indonesia
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Idealnya, ada jeda waktu antara satu setengah hingga dua tahun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Mei 2025
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Indonesia
KPU Tindaklanjuti Putusan MK Soal PSU di 24 Pilkada, Segera Koordinasi dengan Kemendagri
Baik dari sisi hukum dan teknis penyelenggaraan, serta konsekuensi anggarannya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Februari 2025
KPU Tindaklanjuti Putusan MK Soal PSU di 24 Pilkada, Segera Koordinasi dengan Kemendagri
Indonesia
DPR-KPU Sepakat Gelar Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang September 2025
Syarat pilkada ulang digelar bila calon tunggal tidak mendapatkan suara lebih dari 50 persen.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 September 2024
DPR-KPU Sepakat Gelar Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang September 2025
ShowBiz
Gandeng Garin Nugroho, KPU Hadirkan Film Drama Komedi 'Tepatilah Janji'
Film Tepatilah Janji akan tayang terbatas di bioskop-bioskop tanah air, serta beberapa televisi nasional dan OTT.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Agustus 2024
Gandeng Garin Nugroho, KPU Hadirkan Film Drama Komedi 'Tepatilah Janji'
Indonesia
DKPP Tak akan Panggil Para Komisione KPU di Dugaan Kasus Asusila Hasyim Asy'ari
Mengenai pihak-pihak yang akan dipanggil sebagai pihak terkait pada prinsipnya adalah mereka yang relevan dan dibutuhkan keterangannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Mei 2024
DKPP Tak akan Panggil Para Komisione KPU di Dugaan Kasus Asusila Hasyim Asy'ari
Indonesia
Dilaporkan Atas Dugaan Asusila, Ketua KPU Berencana Lapor Balik
Hal itu dikatakan Hasyim usai menjalani sidang perdana kasus dugaan asusila pada Rabu (22/5)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Mei 2024
Dilaporkan Atas Dugaan Asusila, Ketua KPU Berencana Lapor Balik
Indonesia
Pemungutan Suara Ulang di Kuala Lumpur Tanggal 9-10 Maret
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan melakukan pengawalan dari awal hingga selesai. Besoknya, surat suara itu bakal dihitung bersamaan dengan hasil PSU dari metode TPS.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 02 Maret 2024
Pemungutan Suara Ulang di Kuala Lumpur Tanggal 9-10 Maret
Indonesia
Bupati Sidorajo Penuhi Panggilan KPK
Yang bersangkutan saat ini telah hadir
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Februari 2024
Bupati Sidorajo Penuhi Panggilan KPK
Bagikan