MerahPutih.com - Penetapan Program 3 Juta Rumah sebagai salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025-2029 diikuti dengan penguatan akses pembiayaan perumahan yang semakin terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera memperluas akses kredit berbunga rendah, yakni 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah subsidi.
Tahun ini, telah terealisasi 148.508 unit rumah senilai Rp 18,47 triliun dari target 350.000 unit rumah. Skema tersebut juga membuka akses kepemilikan hunian bagi pekerja sektor informal dan sektor jasa.
Baca juga:
Program 3 Juta Rumah, Prabowo Libatkan Kampus untuk Riset Perumahan
Kisah Kurir di Brebes Punya Rumah Lewat KPR FLPP
Kemudahan pembiayaan bersubsidi menjadi salah satu upaya mengatasi hambatan finansial yang kerap dihadapi pekerja sektor jasa dan informal.
Hal tersebut dirasakan Ahmad Yasin (30), seorang kurir paket di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Ia berhasil mengakses pembiayaan KPR FLPP untuk memiliki rumah di Perumahan Grand Amarta.
Bagi Yasin, skema FLPP menjadi solusi karena menawarkan cicilan yang dinilai sesuai dengan kemampuan pendapatan bulanannya.
"Saya jatuh cinta ke rumah di Grand Amarta ini. Karena selain bersubsidi, murah, dan terjangkau," kata Yasin.
Proses Pengajuan Dibantu hingga Terima Kunci
Selain harga dan bunga tetap, kemudahan prosedur pengajuan menjadi salah satu hal yang dirasakan Yasin saat mengakses KPR FLPP.
Ia menilai transparansi informasi serta pendampingan dari pihak pengelola dan perbankan turut membantu proses pengajuan hingga mendapatkan kepastian hunian.
"Customer service-nya bilang akan kami bantu dari awal pengajuan sampai selesai. Dan itu terbukti benar-benar dibantu dari awal sampai setelah terima kunci," tuturnya.
Menurut Yasin, proses tersebut membuat pekerja lapangan yang sebelumnya ragu mengajukan KPR memiliki kesempatan untuk mendapatkan hunian melalui skema pembiayaan bersubsidi.
Baca juga:
Begini Cara UMKM Akses Kredit Program Perumahan Buat Penuhi Target 3 Juta Rumah
Yasin Ajak Anak Muda Mulai Merencanakan Keuangan
Atas kemudahan akses pembiayaan yang diterimanya, Yasin mengimbau rekan-rekannya, terutama anak muda dan pekerja sektor jasa, untuk memanfaatkan program subsidi pemerintah dengan tetap mengelola perencanaan keuangan secara tertib.
Ia menekankan pentingnya menyisihkan sebagian gaji atau tabungan agar generasi muda dapat memiliki rumah sendiri. Menurutnya, program subsidi membuat pembiayaan hunian menjadi lebih terjangkau.
Yasin juga menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan skema KPR FLPP yang dinilainya memberikan solusi bagi kebutuhan perumahan masyarakat.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Presiden dan pemerintah atas penyediaan program KPR subsidi yang dirasakannya bermanfaat bagi masyarakat.
Kisah Ahmad Yasin sebagai kurir dalam mengakses pembiayaan KPR FLPP dapat disaksikan selengkapnya melalui program Podcast Sinergi Indonesia di YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI. (Asp)