KPAI: Penulis Buku Berkonten LGBT Akui Salah

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 04 Januari 2018
KPAI: Penulis Buku Berkonten LGBT Akui Salah

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penulis buku berkonten LGBT Intan Noviana mengakui kekeliruannya atas pemilihan kata-kata dalam buku 'Balita Langsung Lancar Membaca' yang merupakan karyanya bersama Purnama Andri.

Namun, terkait dengan penulisan itu, sebagaimana yang tertulis di dalam rilis Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), semuanya menjadi tanggung jawab Intan.

"Intan mendatangi kantor KPAI untuk melakukan klarifikasi mengenai hal tersebut," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti di Jakarta, Kamis (4/1).

Dalam buku tersebut, Intan menulis antara lain kalimat 'Opa Suka Waria' dan 'Widia bisa menikahi Vivi'.

Menurut penjelasan Intan, 'Widia' yang dimaksud adalah Widiatmoko. Namun, dia belum selesai menyelesaikan nama tersebut sehingga disingkat menjadi 'Widia'.

"KPAI mempertanyakan rasanya jauh sekali Widyatmoko dengan Widia. Jadi, wajar saja orang tua terganggu sekali dengan pilihan kata-kata tersebut," kata Retno.

Selain itu, KPAI juga mempertanyakan alasan Intan menggunakan kata 'waria'. Intan beralasan, waria di Yogjakarta sering mengganggu karena meminta secara paksa.

Karena itu, kata Retno, dia terpikirkan menulis kata 'waria' agar anak-anak memahami maknanya.

Intan mengaku sedang banyak menulis buku dan kehabisan kata-kata. Retno mengatakan bahwa Intan mengaku tidak ada motif apa pun dalam menuliskan kalimat-kalimat janggal tersebut di buku untuk balita.

"Intan kemudian meminta maaf atas kekeliruan memilih kata-kata tersebut," kata Retno.

Saat menemui KPAI, Intan juga membawa buku-buku yang dia tulis soal belajar membaca bagi balita, yakni Revolusi Belajar Membaca 'Belajar Membaca Tanpa Mengeja' Buku 1 (2011) dan Buku 2 (2010, cetakan ketiga), serta 'Langsung Bisa Belajar Membaca Tanpa Mengeja' yang diterbitkan oleh penerbit Cabe Rawit.

Intan mengaku telah menulis sembilan buku. Namun, 4 tahun terakhir tidak menulis. Saat ini, dia sedang meneliti untuk bahan menulis.

"Intan juga menunjukkan kartu permainan membaca yang dalihnya menjadi bukti bahwa dirinya tidak mengampanyekan LGBT, yaitu membuat kartu permainan membaca membuat sesuai dengan gender," kata Retno. (*)

#KPAI #LGBT #Buku Terlarang
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Siswa SMP Tewas Uji Coba Proyek Senpi, KPAI Larang Tugas Sekolah Libatkan Senjata
Kewaspadaan orang tua harus lebih peka khususnya untuk memastikan materi tugas sekolah yang diberikan tidak berpotensi membahayakan keselamatan anaknya.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Siswa SMP Tewas Uji Coba Proyek Senpi, KPAI Larang Tugas Sekolah Libatkan Senjata
Indonesia
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
Dari hasil koordinasi KPAI dengan polisi, diduga tidak terjadi bentrokan langsung antara siswa SMAN 5 Bandung dengan siswa SMAN 2 Bandung saat itu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 16 Maret 2026
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
ShowBiz
Akhirnya Pixar Buka Alasan Hapus Alur LGBT Film Elio, Tak Mau Tanggung Biaya Terapi
Pixar terpaksa merombak alur cerita Film Elio meski sebagian besar animasi sudah selesai
Wisnu Cipto - Minggu, 08 Maret 2026
Akhirnya Pixar Buka Alasan Hapus Alur LGBT Film Elio, Tak Mau Tanggung Biaya Terapi
Indonesia
Kecam Keras Dugaan Penganiayaan oleh Anggota Brimob terhadap Pelajar hingga Tewas, KPAI: Bukan Hanya Pelanggaran Hukum, tetapi Juga Konstitusi
"Aparat negara adalah representasi negara. Ketika aparat melakukan kekerasan terhadap anak, maka negara wajib hadir secara tegas untuk menegakkan keadilan."
Frengky Aruan - Selasa, 24 Februari 2026
Kecam Keras Dugaan Penganiayaan oleh Anggota Brimob terhadap Pelajar hingga Tewas, KPAI: Bukan Hanya Pelanggaran Hukum, tetapi Juga Konstitusi
Indonesia
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Menurut KPAI, tindakan melucuti pakaian siswa tidak bisa dibenarkan dengan alasan penegakan disiplin sekolah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Guru SD Jember Paksa 22 Siswa Telanjang, KPAI Kecam Keras Tindakan Merendahkan Martabat Anak
Indonesia
KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan
KPAI menekankan pentingnya pendekatan ramah anak dalam penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan
Indonesia
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
Lemahnya langkah antisipatif membuat kasus kekerasan terhadap anak terus berulang.
Dwi Astarini - Rabu, 26 November 2025
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
Indonesia
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
Tindakan pendakwah berinisial E tersebut dinyatakan menyerang harkat dan martabat anak.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
Indonesia
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI menilai tindakan pendakwah berinisial E tersebut telah melanggar prinsip perlindungan anak, norma sosial, dan norma agama.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
Indonesia
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
KPAI minta sekolah perkuat sistem deteksi dini dan literasi digital siswa usai ledakan di SMAN 72 Jakarta yang diduga dilakukan murid korban perundungan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Bagikan