KPAI Akan Panggil Penerbit Buku yang Sebut Yerusalem Ibukota Israel
(Foto Ist)
MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan memanggil PT Yudhistira penerbit buku IPS kelas VI SD yang mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan guna mengumpulkan data terkait lolos cetaknya buku tersebut, KPAI akan memanggil penerbit untuk dimintai keterangan.
"KPAI berencana memanggil penerbit Yudistira untuk dimintai keterangan pertama terkait kekeliruan dalam buku IPS SD tersebut," kata Retno melalui keterangan persnya, Rabu (13/12).
Pemanggilan sendiri, kata Retno, dijadwalkan pada 18 Desember mendatang jam 13.30 WIB di kantor KPAI.
Menurut aktivis pendidikan ini, kekeliruan penerbitan buku-buku SD menunjukan lemahnya pengawasan lembaga terkait terhadap beredarnya bahan ajar di sekolah.
Untuk itu, KPAI juga akan meminta keterangan kepada Kemendikbud khususnya Pusbukur.
"Pengawasan buku ajar mestinya menjadi kewenangan Pusbukur Kemdikbud RI. KPAI akan meminta keterangan kepada Kemdikbud terkhusus Pusbukur, terkait lolosnya buku ini dalam penilaian perbukuan di Pusbukur," ujar dia.
Tentunya, jika dalam proses penilaian buku tersebut ada kelalaian maka Kemdikbud menjadi pihak yang bertanggung jawab.
"Kalau ada unsur kelalaian mestinya Kemendikbud ikut bertanggungjawab," tandas Retno.
Sebelumnya, ditemukan bahan ajar IPS kelas VI SD yang memuat ibukota Israel adalah Yerusalem padahal seharusnya Tel Aviv. Akibat keteledoran itu, sejumlah pihak meminta penerbit menarik buku tersebut. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat