Kota Muntok, Kental dengan Tiga Pengaruh Budaya
Bangunan tuga di Kota Muntok. (Foto: architecture)
FILM Laskar Pelangi menjadikan Bangka-Belitung dikenal akan pesisir pantainya yang indah berhiaskan batu granit raksasa dan warisan pertambangan timah. Selain dua hal tersebut, provinsi Bangka-Belitung memiliki pesona lain berupa kota tua yaitu Kota Muntok. Ibu kota Kabupaten Bangka Barat ini terletak di wilayah barat Pulau Bangka. Di sana kita bisa melihat warisan budaya yang berasal dari Eropa, Cina dan Melayu.
Pada masa kolonialisme, Kota Muntok menjadi kota pelabuhan yang penting. Kapal-kapal dagang Belanda membawa komoditas unggulan Bangka Belitung seperti lada dan timah dan singgah di kota tersebut. Pemerintah Belanda mendirikan Perusahaan Pertambangan Timah Belanda, Banka Tin Winning Bedrijf.
Seiring berjalannya waktu, bangunan-bangunan lain mendapat pengaruh dari Belanda dan arsitektur dengan sentuhan Eropa pun dibangun. Misalnya Kantor Perwakilan Belanda, Wilhelmina Park, Kompleks Perumahan Karyawan Tambang Timah, Kantor Pos dan Pesanggrahan Muntok.
Sebagai kota pelabuhan, sejumlah pedagang asing juga singgah di Kota Muntok. Salah satunya adalah pedagang Tiongkok. Kontak sosial antara masyarakat setempat dengan pedagang Tiongkok membuat kota beberapa bangunan tersebut memiliki eksterior dengan aksen Tiongkok.
Masyarakat Bangka-Belitung merupakan keturunan Melayu. Kehidupan di sana kental dengan budaya Melayu. Kota Melayu terbagi menjadi tiga. Sebelah barat adalah Kampung Tanjung, sebelah timur adalah Kampung Teluk Rubia dan di utara terdapat Kampung Ulu.
Salah satu rumah hunian Melayu tertua yang masih terjaga hingga saat ini bisa dilihat di Kampung Tanjung. Bangunan dengan unsur Melayu lainnya juga dapat dilihat di Masjid Jamik, Benteng Kute Seribu, Pemakaman Kerajaan Malaya dan Surau Tanjung.
Keberadaan orang Belanda, Tiongkok dan Melayu di Muntok menjadikan kota ini kaya akan warisan budaya Eropa, Tiongkok, dan Melayu. Bangunan unik tersebut membuat kota Muntok terbagi menjadi tiga kelompok utama yakni kota tua Eropa, Kota Melayu dan Kota Cina.
Kota Muntok terletak 140 km dari Pangkalpinang. Jika ingin datang ke sini, kita bisa menggunakan jalur darat dengan naik bus selama 3 jam. (avia)
Bagikan
Berita Terkait
Sambut Imlek, Rekayasa Lalin Bakal Diberlakukan di Kota Tua hingga Pertengahan Februari 2026
Catat! Begini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Kota Tua Jakarta Saat Bersolek Jadi Kota Sinema
Pemprov DKI Tata Kawasan Pasar Baru Hingga Kota Tua pada Pertengahan 2026
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Kota Tua Harus Sudah 'Glowing' Sebelum 2029, Rano Karno Bentuk Lembaga Teknis Khusus
Renovasi Kota Tua Ditarget Rampung sebelum MRT Beroperasi 2029
Pramono Ngotot 2 Proyek di Jakarta Harus Masuk Proyek Srategis Nasional, Ini Alasanya
Pramono Ingin Kota Tua Jadi Etalase Bagi Seni dan Budaya
Ini Alasan Gubernur Pramono Mau Pindahkan Kampus IKJ dari TIM ke Kota Tua
Polisi Sediakan WA dan QR Code untuk Laporan Cepat Gangguan Keamanan Hingga Kerusakan Fasilitas Umum