Korporasi Menengah Masuk Desa, Petani Kecil Tersingkirkan

Ana AmaliaAna Amalia - Sabtu, 03 Oktober 2015
Korporasi Menengah Masuk Desa, Petani Kecil Tersingkirkan

Ilustrasi seorang petani menjemur gabah di Kecamatan Patalassang, Gowa, Sulawesi Selatan . (Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Menurunnya jumlah petani di pedesaan, selain karena minimnya minat pemuda desa faktor minimnya lahan pertanian pun sangat berpengaruh, bahkan masuknya korporasi menengah memperparah kondisi ini.

Hal inilah yang diutarakan oleh Gutomo Bayu Aji, salah satu peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kepada wartawan Merahputih.com, setelah pemutaran film tentang pertanian di Media Center LIPI, Jumat (2/10).

"Korporasi menengah itu bukan kebijakan utama pemerintah, tapi itu memperlihatkan bahwa tidak ada dukungan dari pemerintah untuk petani kecil. Petani kecil berubah menjadi petani penggarap dan keluar dari dunia pertanian.," ungkap Bayu yang juga tim pembuat film dokumenter.

Selain adanya korporasi menengah yang masuk ke desa, kebijakan pemerintah mengenai food estate, bisa dikategorikan sebagai perampasan tanah.

"Kalau korporasi besar kan ada kebijakan dari pemerinta yaitu food estate, itu ada di daerah Merauke dan Kalimantan Barat. Itu baru perampasan tanah, di mana hutan di klaim negara. Akhirnya dibuat pembukaan lahan makanan besar," ketus Bayu.

Hal inilah yang membuat para petani akhirnya termajinalkan, terutama dengan tidak adanya dukungan pemerintah.

"Kalau saat saya di lapangan (riset) bukan perampasan tanah. Tapi mereka termajinalkan, mereka kehilangan tanah secara pelan-pelan," tutup Bayu. (Rky)

BACA JUGA:

Peneliti LIPI: Anak Muda Desa Anggap Kerja di Pertanian Itu Kotor

Patroli di Pulau Terluar Indonesia-Filipina

Pria Bersenjata Culik Turis di Filipina

#Kementerian Pertanian #Pertanian #Liputan Khusus #Petani #LIPI
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Berita Foto
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Sejumlah perwakilan petani yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) mengikuti audiensi di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Indonesia
Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong Konsumsi Lewat BGN
Pemerintah merespons penurunan harga ayam dan telur. Kementerian Pertanian pun berharap, SPPG bisa menyajikan menu tersebut tiga kali seminggu.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong Konsumsi Lewat BGN
Indonesia
Stok Beras Indonesia Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Cadangan beras pemerintah mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026. Pemerintah menyebut angka tersebut menjadi stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
Stok Beras Indonesia Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Indonesia
Krisis Global, Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% untuk Petani
Pemerintah juga memangkas 145 regulasi pupuk melalui Instruksi Presiden untuk mempercepat distribusi dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia hingga langsung ke petani.
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
Krisis Global, Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% untuk Petani
Olahraga
Kementan Tetapkan Harga Jual Kedelai Rp 11.500 per Kg, Pastikan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Kementan menetapkan harga jual kedelai Rp 11.500 per kg. Kementan memastikan bahwa harga tetap stabil di tengah gejolak global.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Kementan Tetapkan Harga Jual Kedelai Rp 11.500 per Kg, Pastikan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Indonesia
Impor Gula dan Etanol Rusak Harga Tebu Petani
Kebijakan tarif impor nol persen pada produk turunan seperti etanol yang membuat pabrik lokal kalah bersaing.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Impor Gula dan Etanol Rusak Harga Tebu Petani
Indonesia
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Program pengembangan jagung di area seluas 1.500 hektare ini merupakan salah satu upaya konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Indonesia
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Konsep agrivoltaics memungkinkan penggunaan lahan ganda, di mana pertanian dan produksi listrik surya berjalan beriringan di ruang yang sama.
Frengky Aruan - Senin, 06 April 2026
Pembangunan PLTS Jangan Sampai Korbankan Pertanian, Pakar: Konsep Agrivoltaics Sangat Relevan
Indonesia
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Bencana banjir dan longsor merusak lahan pertanian juga menghancurkan hasil panen, benih yang telah ditanam, serta sarana produksi pertanian lainnya.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Indonesia
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Program ini diharapkan mampu memulihkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah terdampak.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Mentan Amran Targetkan Rehabilitasi Lebih dari 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Aceh hingga Sumbar
Bagikan