Wisata Dunia

Kota Terapung akan Hadir di Busan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 06 Desember 2021
Kota Terapung akan Hadir di Busan

Busan bangun kota terapung. (Foto: Bjarke Ingels Group)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WARGA Busan, Korea Selatan akan segera menikmati sensasi bermukim di kota terapung. Pemerintah Korea Selatan bekerja sama dengan arsitek asal Denmark, Bjarke Ingels untuk membangun kota terapung di kota yang memiliki lebih dari 3 juta penduduk itu. Kota ini akan menjadi alternatif dari pembuatan pulau reklamasi yang membahayakan ekosistem laut.

Menurut laporan Times of India (3/12), kota terapung yang diperkirakan akan rampung pada 2025 didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mulai dibangun pada 2022, kota tersebut dibangun di lepas pantai Busan yang dirancang tahan banjir serta mengatasi masalah kenaikan permukaan laut. Pulau yang memakan biaya pembangunan sebesar Rp 2,8 triliun ini nantinya akan berbentuk hexagonal.

Baca Juga:

Rotterdam Akan Memiliki Peternakan Ayam Terapung Modern

kota ini dapat menghasilkan listrik sendiri dari panel surya. (Foto: Oceanix City)

Kabarnya, kota terapung ini akan menjadi kota mandiri yang merupakan upaya bersama antara UN Human Settlement Program (UN-Habit) dan OCEANIX. Nantinya, kota ini dapat menghasilkan listrik sendiri dari panel surya, serta membawa wisatawan dan penduduk antar pulau dengan perahu khusus dan menghasilkan makanan dan air bersihnya sendiri.

Didukung oleh PBB, pembangunan kota terapung ini materialnya menggunakan lapisan batu kapur serta bambu yang kuat dan ringan serta ramah lingkungan, juga tahan terhadap kondisi cuaca buruk.

Baca Juga:

Ide Pertanian Vertikal ini Cocok untuk Area Perkotaan

Menariknya, di bagian bawah airnya ada semacam kandang untuk menghasilkan makanan laut. Selain itu, juga terdapat tumbuhan untuk dikonsumsi yang ditanam dengan sistem canggih. Kota tersebut akan tersebar di area seluas lebih dari 75 hektar, dan bisa menampung kurang lebih 10 ribu penduduk.

Wilayah akan dikelompokkan dalam enam kelompok di sekitar pelabuhan pusat yang dilindungi. (Foto: Instagram/@hypebeast)

Nantinya, wilayah kota ini akan dikelompokkan dalam enam kelompok di sekitar pelabuhan pusat dilindungi, yang berarti setiap desa akan dapat menampung hingga 1.650 penduduk. Hebatnya lagi, kota ini akan dirancang khusus untuk menahan bencana alam seperti tsunami, banjir, dan badai Kategori 5.

Korea Selatan terbilang negara yang visioner. Sebelumnya pemerintah kota Seoul mulai menguji coba robot Alpha Mini yang berperan sebagai alat bantu belajar anak taman kanak-kanak. Robot setinggi 24,5 cm ini punya kemampuan untuk menari, bernyanyi, bercerita, bahkan mengajarkan gerakan kungfu ke murid. Pada bagian tubuhnya, robot ini dilengkapi kamera yang secara langsung terhubung dengan tablet untuk memantau. (rey)

Baca Juga:

Taman Terapung, Konsep Ruang Hijau Tak Biasa di Denmark

#Wisata Dunia #Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Bagikan