Korban Pencabulan di Kelapa Gading Mengalami Trauma

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 17 September 2015
Korban Pencabulan di Kelapa Gading Mengalami Trauma

Ilustrasi kekerasan terhadap anak

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan- Sejumlah anak korban pencabulan Sanwani alias IW (46), di Kelapa Gading, Jakarta Utara mengalami trauma.

Korban yang masih berumur belasan tahun itu, mendapat perlakuan yang tidak senonoh dari pria tua, yang seharusnya menjadi orang tua korban.

Akibat perlakuan tersebut, sejumlah anak mengalami traumatik yang mendalam dan perlu waktu yang panjang untuk menangani korban.

Anak-anak yang sedang dalam masa berkembang itu pastinya tidak mudah melupakan kejadian yang menimpa mereka, butuh penanganan trauma healing untuk dapat menghapus memory buruk tersebut.

Berdasarkan uraian Erlinda, Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesi (KPAI), korban pencabulan butuh pendampingan secara psikologis sebagai salah satu metode trauma healing. sebab, kata Erlinda baik memori korban ataupun keluarga korban tidaklah mudah dihapus.

"Korban itu ada yang trauma, ada yang biasa saja,ada yang butuh penanganan ekstra karena perilakunya sangat mengkhawatirkan," kata Erlinda, Rabu (16/9).

Diakuai Erlinda, Akibat trauma itu, ada korban yang sampai ketakutan untuk kesekolah. Bahkan, ada anak yang berubah drastis setelah kejadian bejat tersebut menimpa korban.

"Ada yang tidak mau lagi sekolah karena ketakutan, ada yang berubah sikap menjadi pendiam."

Oleh sebab itu Erlinda menegaskan korban yang mengalami trauma akan diberikan pendampingan psikologis, berupa terapi perilaku,terapi bermain, dan juga terapi keluarga.

sebelumnya diketahui, IW tega mencabuli puluhan anak dibawah umur di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menurut data yang dihimpun MerahPutih.com dari 26 anak yang telah melapor, sekira 21 orang dinyatakan telah menjadi korban pencabulan IW.(fdi)

 

Baca Juga:

  1. KPAI: Jangan Malu Lapor Tindak Kekerasan Seksual Terhadap Anak
  2. Ini Langkah KPAI Tangani Korban Kekerasan Seksual di Bawah Umur
  3. Kejahatan Seksual Hantui Anak Indonesia
  4. KPAI: Tahun Lalu, Sebanyak 459 Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual
  5. Kemensos Beri Bantuan Dana kepada Anak Korban Kekerasan Seksual



#Kekerasan Seksual Anak #Kekerasan Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
DPR RI tengah mengkaji langkah penguatan regulasi sebagai bagian dari strategi pencegahan kekerasan terhadap anak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
Indonesia
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Meskipun pembahasan sempat tertunda akibat masa reses parlemen, Komisi X memastikan isu ini menjadi prioritas utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
DPR melalui Esti Wijayanti mendesak penonaktifan dosen terduga pelaku kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
Indonesia
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
DPR mendesak razia daycare ilegal setelah maraknya kekerasan anak. Data menunjukkan 43 persen daycare belum berizin dan minim standar pengasuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, DPR Desak Kemendikdasmen Bertindak
DPR RI menyoroti dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Kemendikdasmen diminta memperketat pengawasan dan evaluasi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 April 2026
Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, DPR Desak Kemendikdasmen Bertindak
Indonesia
Legislator Desak Evaluasi Total Daycare, Bongkar Kegagalan Sistem
Kepercayaan masyarakat terhadap daycare kini berada di titik rawan.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 April 2026
Legislator Desak Evaluasi Total Daycare, Bongkar Kegagalan Sistem
Bagikan