Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Korban Keracunan Sate di Cicurug Bertambah

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Minggu, 03 September 2017
Korban Keracunan Sate di Cicurug Bertambah

ilustrasi warga sedang membakar daging sate dengan peralatan seadanya, Kamis (24/9). (Foto MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jumlah warga yang menjadi korban keracunan bumbu sate di dua kampung, yakni Pasirangin Tengah dan Benteng bertambah menjadi 33 orang dari awalnya hanya 26 orang.

"Dari data yang masuk ke kami saat ini jumlah korban keracunan di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Sukabumi bertambah tujuh orang atau menjadi 33 orang," kata Kepala Puskesmas Cicurug Teddi Mulyadi, Sabtu.

Dari jumlah itu, tujuh warga harus dirujuk ke Rumah Sakit Betha Medicare Cicurug karena kondisinya kritis.

Teddi mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah warga yang berobat akibat keracunan bumbu sate kambing kurban tersebut bertambah. Hingga saat ini, tindakan medis yang dilakukan untuk memulihkan kondisi korban hanya dengan memberikan cairan inplus atau opname.

"Sebagian dari warga kondisi kesehatannya sudah mulai membaik, tetapi harus tetap menjalani perawatan agar tubuhnya benar-benar fit. Dari hasil pemeriksaan awal warga mengeluh pusing, mual hingga muntah sesuai dengan gejala keracunan," katanya.

Namun, untuk mengetahui penyebab keracunan itu belum bisa dipastikan. Apakah dari daging kambing kurban yang dibagikan, bumbu sate atau lainnya. Sebab harus uji laboratorium terlebih dahulu dan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi sudah mengambil samplenya.

"Kami masih terus memantau kondisi kesehatan korban, jika terus menurun maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan khusus," kata Teddi.

Seorang warga yang mengalami keracunan Ramdani mengatakan, ia dan warga lainnya ramai-ramai menyantap sate kambing yang sudah dimasak dan diberi bumbu pada Jumat (1/9) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.

Tapi sekitar pukul 03.00 WIB hari Sabtu tiba-tiba ia merasakan pusing, mual bahkan sampai muntah. Ternyata tidak hanya dirinya saja, tetapi tetangganya yang menyantap sate tersebut juga mengalami gejala yang sama.

"Badan saya masih lemas dan kepala pusing. Saya bisa ke puskesmas dibantu oleh keluarga dan warga lainnya karena saat itu badan sudah lemah," katanya. (*)

Sumber : ANTARA

#Keracunan #Rumah Sakit
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Indonesia
Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam 3 Tahun
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyusun rencana besar untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kesehatan nasional, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan penguatan layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
Presiden Prabowo Targetkan Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam 3 Tahun
Lifestyle
Gejala Keracunan Gas Portable yang Sering tak Disadari, Bisa Berujung Fatal
Keracunan gas portable sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya mirip kelelahan biasa atau masuk angin.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Gejala Keracunan Gas Portable yang Sering tak Disadari, Bisa Berujung Fatal
Lifestyle
Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung
Penggunaan kompor portable tanpa sirkulasi udara yang baik dapat memicu risiko serius bagi kesehatan bahkan berujung kematian.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Bahaya Gas Portable bagi Tubuh, Belajar dari Tragedi di Temanggung
Indonesia
Ratusan Siswa Keracunan MBG di Jaktim, SPPG Pulogebang Ternyata Belum Kantongi Sertifikat Higiene
SPPG Pulogebang ternyata belum mengantongi sertifikat higiene. Hal itu terungkap usai ratusan siswa keracunan MBG.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Ratusan Siswa Keracunan MBG di Jaktim, SPPG Pulogebang Ternyata Belum Kantongi Sertifikat Higiene
Indonesia
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, 37 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit
Korban keracunan MBG di Jakarta Timur sudah membaik. Namun, sebanyak 37 siswa belum diizinkan pulang dari rumah sakit.
Soffi Amira - Rabu, 08 April 2026
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, 37 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit
Indonesia
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban
BGN meminta maaf atas insiden keracunan MBG di Jakarta Timur. Puluhan siswa mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
Kasus Keracunan MBG di Jakarta Timur, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban
Indonesia
72 Siswa Dirawat, BGN Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur
BGN menelusuri penyebab keracunan MBG di Jakarta Timur. Sebanyak 72 siswa dirawat di rumah sakit.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
72 Siswa Dirawat, BGN Telusuri Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur
Indonesia
Pramono Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat
Sebanyak 72 siswa keracunan MBG di Jakarta Timur. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung ke RSKD Duren Sawit.
Soffi Amira - Sabtu, 04 April 2026
Pramono Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jakarta Timur, 72 Siswa Dirawat
Indonesia
PSI Kritik Gaji Nakes Rendah, Pramono: PPPK Lebih Tinggi Dibandingkan di Rumah Sakit Swasta
"Yang di PPPK, saya mendapatkan laporan sebenarnya sudah lebih tinggi daripada rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta, kecuali di Rumah Sakit Pondok Indah,"
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Maret 2026
PSI Kritik Gaji Nakes Rendah, Pramono: PPPK Lebih Tinggi Dibandingkan di Rumah Sakit Swasta
Bagikan