Kopi Bisa Atasi Kondisi Asam Urat
Ilustrasi asam urat. (Dok. Istockphoto)
MerahPutih.com - Kopi kini disukai banyak orang. Mengkonsumsi kopi ternyata punya banyak manfaat.
Kopi diketahui sangat membantu untuk mengatasi persoalan asam urat yang hampir banyak dialami orang pada umumnya.
Dilansir dari Healthline, disebutkan bahwa kopi adalah jenis minum yang paling signifikan melawan kondisi penyakit asam urat. Kopi mengandung berbagai macam senyawa bermanfaat, termasuk mineral, polifenol, dan kafein.
Kopi dapat menurunkan kadar asam urat. Kopi juga meningkatkan kecepatan tubuh mengeluarkan asam urat.
Kopi juga diyakini bersaing dengan enzim pengurai purin dalam tubuh. Hal ini dapat menurunkan tingkat pembentukan asam urat.
Dari penelitian yang ada disebutkan bahwa peminum kopi memiliki kadar hiperurisemia paling sedikit ketimbang yang tidak minum kopi. Penelitian di Jepang disebut menemukan konsumsi kopi lima cangkir per hari membuat orang memiliki kadar asam urat paling rendah di antara peserta penelitian.
Baca juga:
Bukti ini menyiratkan bahwa senyawa dalam kopi selain kafein mungkin berperan dalam menurunkan kadar asam urat. Adapun kafein senyawa yang paling menonjol pada kopi diketahui berkontribusi besar juga melawan asam urat.
Kafein berperan sebagai metil xantin. Senyawa itu menghambat aksi xantin oksidase.
Sedangkan xantin oksidase adalah enzim yang membantu tubuh memetabolisme purin yang mana memicu sumber asam urat. Menghambat enzim ini dapat membantu menjaga kadar asam urat tetap rendah.
Walaupun banyak mengkonsumsi kopi untuk melawan kondisi asam urat hal tersebut tidak akan maksimal, jika tidak diimbangi dengan pola makan yang baik.
Diketahui ada beberapa sumber makanan yang sering menjadi favorit masyarakat Indonesia. Makanan tersebut mengandung tinggi purin yang memicu munculnya asam urat, di antaranya:
1. Jeroan, seperti ginjal, hati
2. Daging merah
3. Ikan berminyak, seperti sarden, ikan teri, dan herring
4. Sayuran tertentu, termasuk asparagus dan kembang kol
5. Kacang polong
6. Jamur
Bagikan
Frengky Aruan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo