MerahPutih.com - Seribu Ribuan pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (29/8) siang, akan memulai aksinya dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat (Jakpus).
Dari Istana, peserta aksi yang berasal dari komunitas ojek online (ojol) dan kurir se-Jabodetabek itu lalu bergerak kantor Gojek di sekitar wilayah Petojo, Jakpus dan kantor Grab di sekitar Cilandak, Jakarta Selatan (Jaksel).
Ketua Asosiasi Pengemudi Transportasi Daring Roda Dua Nasional (Garda Indonesia) Igun Wicaksono menjamin aksi unjuk rasa dilakukan damai.
"Asosiasi Pengemudi Transportasi Daring Roda Dua Nasional Garda Indonesia bakal melalukan aksi damai dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” ucap Igun kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/6).
Baca juga:
Demo Ojol Bakal Berlangsung Besok, Catat Ini 14 Fakta Pentingnya
Menurut Igun, aksi ini murni karena solidaritas antar sesama ojol. “Ini sebagai wujud solidaritas dan kesamaan nasib para pengemudi ojol yang makin tertekan oleh perusahaan aplikasi," imbuh dia.
Igun menjelaskan alasan melakukan aksi unjuk rasa karena pemerintah saat ini dianggap tak berbuat banyak untuk memenuhi rasa keadilan dan kesejahteraan para mitra perusahaan aplikasi yang ada.
Ketidakadilan itu, lanjut dia, terlihat dari status hukum ojek online yang masih ilegal tanpa kedudukan hukum (legal standing) berupa undang-undang. Mereka menuntut adanya legal standing yang jelas bagi para pengemudi ojol agar perusahaan tidak berbuat semaunya terhadap mitra ojol dan kurir.
"Tanpa ada solusi dari platform dan tanpa dapat diberikan sanksi tegas oleh pemerintah, hal inilah yang membuat timbulnya berbagai gerakan aksi protes dari para mitra," tandas Igun. (Knu)

