MerahPutih Peristiwa - Anggota DPR Komisi VIII dari Fraksi PKB Maman Imanulhaq menyatakan bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah merupakan konflik yang bersifat politis bukan konflik yang berbasis ideologi agama. Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia pasca pemerintah Arab Saudi mengeksekusi ulama syiah Sheikh Nimr karena mengkritik pemerintahan.
"Persoalan di Timur Tengah adalah persoalan politis, tidak ada kaitannya dengan ideologi agama, ideologi sekte dan lain sebagainya," kata Maman saat dihubungi merahputih.com, Selasa (5/1).
Ia menganalisis, dalam konflik tersebut tidak lepas dari kepentingan untuk memperebutkan pengaruh di negara-negara Timur Tengah, sehingga tidak menutup kemungkinan jika konflik yang terjadi di Arab Saudi ditunggangi negara-negara barat. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah Indonesia juga ikut berperan memberikan penyadaran kepada masyarakat secara objektif serta bersikap waspada unutk keamanan negara.
"Ketika bicara politis, maka selalu ada kepentingan yang terus menggelindang dan saling menunggangi dan lain sebagainya. Kelompok-kelompok mana pun yang selalu ingin mengaitkan air keruh dengan isu Timur Tengah di Indonesia, selama itu mengganggu kepentingan publik, maka keamanan negara harus turun tangan, turut hadir, menyetop. Jangan isu itu menjadi memakan korban juga di Indonesia. Indonesia harus hadir menjadi negara yang kuat." kata kader Nahdlatul Ulama ini.
Diketahui, pemerintah Arab Saudi menghukum Sheikh Nimr al-Nimr (57) yang merupakan ulama panutan dan rujukan masyarakat syiah di wilayah Al-Qatif, Arab Saudi timur. (dit)
BACA JUGA: