MerahPutih.com - Konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah berpotensi berimbas ke Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan, hingga saat ini konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah belum mengganggu pasokan BBM nasional.
Menurut dia, dalam satu hingga dua bulan ke depan kondisi pasokan masih relatif aman dan belum menunjukkan adanya gangguan.
Namun, ia mengakui jika konflik berlangsung dalam waktu lama, dampaknya terhadap pasokan energi global dan nasional hampir pasti akan terjadi.
"Kalau sampai dengan sekarang pas belum terganggu, belum terganggu. Tapi kalau perangnya lama, pasti akan berdampak. Itu sudah pasti," ucap Bahlil dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/3).
Baca juga:
Pemerintah Janji Tidak Naikkan Harga BBM Bersubsidi Saat Harga Minyak Dunia Melonjak
Maka sebagai antisipasi jangka pendek, pemerintah memutuskan mengalihkan seluruh impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat.
Ia menyebutkan, sekitar 25 persen total impor minyak mentah Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, sisanya dipasok dari negara lain, seperti Angola di Afrika, Amerika Serikat, serta Brasil.
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta agar cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dapat ditingkatkan dari saat ini berstandar 21 hari menjadi 90 hari atau tiga bulan.
Baca juga:
Bahlil Pastikan tak Ada Penaikan Harga BBM Subsidi hingga Lebaran 2026
Peningkatan storage tersebut bertujuan menjaga ketahanan energi nasional di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan global.
Bahlil menjelaskan, saat ini kapasitas penyimpanan cadangan BBM nasional maksimal hanya 25 hari. Sementara standar nasional minimal cadangan BBM adalah 21 hari.
Adapun, saat ini cadangan BBM yang ada pada PT Pertamina (Persero) berada di kisaran 20-23 hari, sehingga masih di atas batas minimal yang telah ditetapkan.
Bahlil memastikan, saat ini stok BBM RI dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang arus mudik dan Lebaran.
"Pemerintah menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat mudik dan Lebaran. Standar nasional minimal (cadangan BBM) 20 sampai 21 hari," ucap Bahlil yang juga Ketum Partai Golkar ini. (knu)

