MERAHPTUIH.COM - KONFLIK yang tengah berkecamuk di Timur Tengah memicu keprihatinan dari sejumlah elemen di Indonesia. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi kekerasan dan tindakan militer yang terjadi di Timur Tengah maupun di kawasan Asia Selatan saat ini.
"Situasi ini telah menimbulkan instabilitas regional dan dikhawatirkan akan meluas menjadi krisis global,'' kata Ketum PGI Pdt Jacklevyn F Manuputty dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, dikutip Selasa (3/3).
PGI mengecam tindakan militer yang dilakukan negara mana pun, termasuk Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, antara Pakistan dan Afghanistan, serta tindakan-tindakan pembalasan militer Iran di seluruh kawasan.
"Ini semakin memperluas lingkaran kekerasan dan merusak keamanan internasional," tegas Jacklevyn.
PGI menegaskan keberpihakan gereja tidak ditujukan kepada kepentingan politik negara mana pun, tapi kepada warga sipil yang menderita, keluarga yang tercerai-berai, serta anak-anak yang terpapar ketakutan dan trauma. Gereja terpanggil untuk berdiri bersama mereka yang paling rentan.
Baca juga:
Konflik AS-Israel vs Iran Memanas, DPR Minta Indonesia Aktif Dorong Perdamaian
"Kami menyerukan penghentian semua aksi militer dan mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lembaga-lembaga internasional, serta pemerintah dan komunitas global untuk mengupayakan dialog dan kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional," kata Jacklevyn.
PGI menyeru kepada umat untuk mendoakan perdamaian di Timur Tengah dan Asia Selatan, menunjukkan solidaritas bagi para korban, serta menghindari ujaran kebencian dan polarisasi.
"Di tengah situasi keamanan global yang semakin rapuh, PGI mendoakan agar para pemimpin dunia dikaruniai hikmat untuk memilih jalan damai dan menghentikan setiap tindakan yang mengancam kehidupan manusia dan alam di sekitarnya,'' tutup Jacklevyn.(knu)
Baca juga:
Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Langgar HAM dan Hukum Internasional