Konflik dengan Moeldoko Naikkan Elektabilitas Demokrat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 06 Juni 2021
Konflik dengan Moeldoko Naikkan Elektabilitas Demokrat

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dok ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Survei terbaru Parameter Politik Indonesia menunjukkan peningkatan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan pada akhir Mei ini, Partai Demokrat berada di posisi keempat dengan elektabilitas 8,4 persen dan PKS di posisi enam dengan 7,5 persen.

Hasil tersebut didapat setelah melakukan survei terhadap 1.200 responden melalui telepolling pada 23-28 Mei lalu, dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga:

PKB Minta AHY Jadi Cawapres Cak Imin, Demokrat: Belum Prioritas

Elektabilitas Demokrat terbilang naik apabila dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019 lalu dengan angka 7,77 persen suara nasional.

Peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada Partai Demokrat dan PKS.

"Meningkatnya elektabilitas Partai Demokrat disinyalir akibat ingar bingar perseteruan dengan Moeldoko beberapa waktu lalu," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, Sabtu (5/6).

Sementara itu, PKS mendapatkan insentif elektabilitas akibat pembelaan terhadap kelompok Islam yang dinilai dimarjinalkan.

Pada Maret, Partai Demokrat sempat menarik perhatian akibat kisruh internal. Semua bermula ketika Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut ada gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai pada Februari.

Ia mengatakan, gerakan tersebut dilakukan para elite dan berniat menyelenggarakan Konferensi Luar Biasa (KLB) untuk mengganti pimpinan Partai Demokrat.

Hasil survei Parameter Politik Indonesia terkait elektabilitas partai politik. ANTARA/HO-Survei Parameter Politik Indonesia
Hasil survei Parameter Politik Indonesia terkait elektabilitas partai politik. ANTARA/HO-Survei Parameter Politik Indonesia

Selain kedua partai itu, posisi tiga besar berdasarkan survei tersebut ditempati oleh PDIP yang masih memimpin dengan 22,1 persen, disusul Partai Gerindra dengan 11,9 persen, dan Partai Golkar dengan 10,8 persen.

Di posisi kelima ada PKB dengan 8,2 persen, ketujuh ada Nasdem (5 persen), dan diikuti PAN (4,3 persen), PPP (3,5 persen), PSI (1,6 persen), Perindo (1,5 persen), Hanura (0,9 persen), Berkarya (0,5 persen), Gelora (0,4 persen), UMMAT (0,3 persen), PBB (0,1 persen), dan PKPI (0,1) persen.

Ia menyebut ada lima tokoh yang memberikan sumbangsih menarik minat pemilih mendukung parpol tempatnya bernaung. Paling atas yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pengaruh mencapai 4,2 persen.

Selanjutnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan pengaruh 3,2 persen. Lalu, Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pengaruh 1,3 persen, dan Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri dengan pengaruh 0,5 persen.

Baca Juga:

Muncul Wacana Duet Cak Imin-AHY di Pilpres 2024, Demokrat: Kami Sangat Senang

Faktor lain yang memengaruhi pilihan pemilih yaitu citra dan kedekatan emosional dengan kontribusi 18,2 persen. Disusul, faktor keluarga, lingkungan, dan identitas partai dengan 14,2 persen, serta faktor sosiologis sebesar 9,1 persen.

Faktor pertimbangan rasional seperti visi dan misi partai, program kerja, dan tujuan partai justru paling rendah. Persentase faktor tersebut dalam mempengaruhi pemilih hanya 6 persen.

Adi mengaku terkejut dengan temuan tersebut.

Program kerja dan kinerja partai belum menjadi acuan utama masyarakat memilih partai dalam pemilihan.

"Kesejahteraan itu ternyata tidak terlampau dominan ternyata dalam menentukan pilihan politik," ujar dia. (Knu)

Baca Juga:

Gugatan Partai Demokrat Pada Kader Pengusung Moeldoko Masih Buntu

#Partai Demokrat #Jenderal Moeldoko #Survei
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Olahraga
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
PBV Paja One menjadi juara AHY Cup 2026 di Jakarta Timur. AHY mendorong kompetisi voli ini berlanjut sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet muda.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
Indonesia
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menanggapi survei SMRC terkait kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Indonesia
Hasil Survei SMRC Kepuasan ke Prabowo Turun, Ini Kata Dasco
Hasil survei yang terbukti sesuai dengan kondisi sebenarnya bisa menjadi bahan evaluasi oleh pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
Hasil Survei SMRC Kepuasan ke Prabowo Turun, Ini Kata Dasco
Indonesia
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Berbagai aspirasi yang selama ini disampaikan kepada pengurus di tingkat atas tidak pernah diwujudkan dalam bentuk dukungan nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Indonesia
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Tak ada hasutan, AHY hanya menjelaskan peran partai politik dalam sistem demokrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Indonesia
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Partai Demokrat ikut mempertanyakan posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Indonesia
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron buka suara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Bagikan