Kondisi Lebanon Kian Memburuk

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 01 Oktober 2024
Kondisi Lebanon Kian Memburuk

Gelombang serangan udara oleh pesawat tempur Israel di Lebanon selatan pada Sabtu (21/9/2024) /ANTARA/Anadolu/py

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tentara Israel pada Selasa (1/1) pagi menyerang beberapa kota di Lebanon selatan setelah Tel Aviv mengumumkan operasi darat terbatas di negara tetangganya itu.

Pada Senin (30/9) malam, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon selama 24 jam terakhir telah mencapai 95 orang, dan 172 orang lain terluka.

Sejak 23 September, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran yang menargetkan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Serangan Israel menewaskan lebih dari 1.057 orang dan melukai lebih dari 2.950 orang lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Beberapa pemimpin Hizbullah tewas dalam serangan itu, termasuk sekretaris jenderal Hassan Nasrallah.

Baca juga:

Serangan Israel ke Lebanon, UE Sebut Senjata Harus Dibungkam

Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menyarankan warga negara Inggris di Lebanon untuk segera mengungsi, karena situasi di negara itu tidak stabil dan makin memburuk.

"Pemerintah Inggris menyediakan pilihan bagi warga negara Inggris untuk segera pergi (dari Lebanon)," kata Lammy melalui platform X, Selasa (1/1).

"Pesan saya jelas—ambillah pilihan itu. Keselamatan Anda adalah prioritas saya, dan tim kantor luar negeri di London dan Beirut telah bekerja sepanjang waktu untuk menyediakan dukungan, termasuk menambah jumlah penerbangan komersial dan mengamankan kursi bagi Anda untuk berangkat," ujarnya, menambahkan.

Ia mengatakan, rencana kontinjensi untuk berbagai skenario di wilayah tersebut sedang disusun, tetapi warga negara Inggris tidak boleh terus menunggu.

Baca juga:

UEA Sampaikan Dukungan kepada Lebanon

"Kami tahu bahwa situasi bisa memburuk tanpa peringatan, dan situasi di lapangan dapat menjadi jauh, jauh lebih berbahaya. Ini berarti tidak ada jaminan bahwa opsi lain akan tersedia," katanya.

#Perang #Lebanon
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Indonesia
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia memiliki ketentuan hukum yang jelas mengenai keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Dunia
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan membalas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Dunia
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Situasi saat ini terus membebani warga sipil, karena rumah-rumah dan infrastruktur vital telah rusak, sementara masyarakat setempat masih berjuang untuk memulihkan kondisi mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Indonesia
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Penjualan minyak Iran telah kembali ke tingkat sebelum diberlakukannya sanksi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Dunia
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Teheran sedang menghadapi “kondisi terburuk” dalam perang ekonomi. Namun, negaranya tetap menjalankan berbagai proyek pembangunan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Indonesia
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
NBC News melaporkan bahwa biaya untuk memulihkan fasilitas dan peralatan tersebut diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
Bagikan