Kondisi Dunia Kian Tak Menentu, China Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi Jadi 5 Persen

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 Maret 2026
 Kondisi Dunia Kian Tak Menentu, China Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi Jadi 5 Persen

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning. /ANTARA/Desca Lidya Natalia

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kondisi ekonomi global kian tidak pasti setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Iran membalas salah satunya dengan menutup Selat Hormuz yang menjadi area penting untuk ekspor minyak dari Timur Tengah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan Tiongkok menyadari kesulitan dan tantangan yang dihadapi, sehingga menurunkan target pertumbuhan ekonomi negara tersebut menjadi 4,5 - 5 persen pada 2026.

"Ke depan, seperti yang disampaikan oleh Perdana Menteri Li Qiang, kami menyadari betul kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Meski begitu, kondisi yang mendasari pertumbuhan jangka panjang dan tren mendasar China tetap tidak berubah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (6/3).

Pada Kamis (5/3), Perdana Menteri Li Qiang dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) mengumumkan bahwa target pertumbuhan ekonomi negara tersebut menjadi sebesar 4,5 - 5 persen pada 2026 atau menjadi yang terendah sepanjang tiga dekade terakhir.

Baca juga:

THR ASN dan BHR Ojol Naik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi

"Semakin lama, China semakin menunjukkan kekuatan sistemnya dan kekuatan yang dimilikinya sebagai negara besar. Selama kami sepenuhnya memanfaatkan kekuatan dan menanggapi tantangan dengan cara yang tepat, pasti akan membuka prospek yang lebih menjanjikan bagi pembangunan China," tambah Mao Ning.

China, akan sepenuhnya menerapkan filosofi pembangunan baru di semua lini, bergerak lebih cepat untuk mendorong pola pembangunan baru, dan mempromosikan pembangunan berkualitas tinggi.

"China akan mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi sambil mencapai peningkatan output ekonomi yang sesuai. Kami akan lebih memperluas keterbukaan berstandar tinggi, berpegang teguh pada kerja sama yang saling menguntungkan, terus memajukan keterbukaan kelembagaan," ungkap Mao Ning.

China juga akan terlibat lebih lagi dalam ekonomi global sehingga lebih banyak orang di seluruh dunia akan mendapat manfaat dari pembangunan China.

Produk domestik bruto (PDB) China pada 2025 meningkat hampir 10 triliun dibanding athun sebelumnya dan tumbuh lebih dari 35 triliun RMB selama lima tahun.

"Guncangan dan tantangan eksternal saling terkait dengan kesulitan domestik dan pilihan kebijakan yang sulit. Ini menunjukkan banyak hal tentang ketahanan dan kekuatan ekonomi China yang luar biasa," tegas Mao Ning. (*)

#China #Krisis Moneter #Krisis Ekonomi
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
China melarang Gilberto Teodoro Jr, istri, dan anaknya memasuki wilayah China daratan, Hong Kong, maupun Makau.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong
Dunia
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Pemerintah China mengecam AS yang memasukkan Alibaba, BYD, dan Baidu ke daftar hitam Pentagon sebagai perusahaan pendukung militer. Daftar kini mencakup 188 entitas.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Indonesia
DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Dewan Ekonomi Nasional menilai ekonomi Indonesia tetap solid dan jauh dari krisis. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen dan inflasi tercatat 3,08 persen pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Indonesia
Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027
Pemerintah bertumpu pada penguatan peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna menarik minat para pemodal internasional
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027
Indonesia
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor dari China, baik secara absolut maupun relatif.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Indonesia
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
SBY mengingatkan kepemimpinan harus bersifat inklusif agar manfaat pembangunan tersebar merata kepada seluruh masyarakat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
Indonesia
Kemenkeu Klaim Indonesia Masih Jauh Dari Tanda-Tanda Krisis, Investor Asing Masih Percaya
Krisis seperti pada 1997-1998 terjadi ketika banyak perusahaan menarik pinjaman luar negeri dalam jumlah besar.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Kemenkeu Klaim Indonesia Masih Jauh Dari Tanda-Tanda Krisis, Investor Asing Masih Percaya
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Dunia
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Bagikan