Kompi Tank Polandia Bakal Dikirim ke Ukraina

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Januari 2023
Kompi Tank Polandia Bakal Dikirim ke Ukraina

Ilustrasi - Tank militer. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pertemuan Segitiga Lublin, yakni aliansi regional yang beranggotakan Lithuania, Polandia, dan Ukraina telah berlangsung. Pertemuan itu menghasilkan sebuah deklarasi yang ditandatangani oleh para pemimpin ketiga negara.

Langkah itu dilanjutkan oleh Presiden Polandia Andrzej Duda dengan rencana Polandia untuk menyumbangkan kompi tank ke Ukraina, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk koalisi internasional guna mendukung Kiev dalam perangnya melawan Rusia.

Baca Juga:

Rusia Sebut Kiriman Senjata NATO Perpanjang Penderitaan Rakyat Ukraina

"Sebuah kompi tank Leopard untuk Ukraina akan dikirim dalam kerangka koalisi internasional," kata Duda dalam konferensi pers di Kota Lviv, Ukraina barat, seperti disampaikan melalui akun Twitter Kepresidenan Polandia, Rabu (11/1).

Dia menegaskan, perang Rusia di Ukraina harus diakhiri, dan menyebut perang tersebut salah satu tantangan terbesar bagi dunia bebas.

"Semua negara NATO harus mendukung Ukraina. Kita melihat perang ini dengan mata kepala sendiri. Ukraina tidak akan mempertahankan diri tanpa dukungan kita," tutur Duda, merujuk pada Pakta Pertahanan Atlantik Utara sebagai singkatan NATO.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan, deklarasi bersama cermin “ikatan sejarah” antara ketiga negara, selain menentukan prioritas Segitiga Lublin, khususnya dalam upaya Ukraina untuk memperoleh keanggotaan penuh di Uni Eropa (EU) dan NATO.

"Dokumen tersebut mencatat niat Lithuania dan Polandia untuk terus memberikan dukungan militer, teknis, pertahanan, kemanusiaan, dan lainnya ke Ukraina,” demikian bunyi deklarasi itu dilansir Antara.

Deklarasi menyatakan dukungan bagi KTT Formula Perdamaian dalam mengonsolidasikan dukungan internasional untuk rencana perdamaian yang diusulkan oleh Zelenskyy.

Rumusan perdamaian Zelenskyy, yang terdiri dari 10 syarat, telah dipaparkan pada KTT G20 di Indonesia pada November 2022 dan diharapkan berakhir pada penandatanganan kesepakatan damai.

Usulan itu juga berfokus pada isu-isu seperti keamanan nuklir, keamanan pangan dan energi, serta penarikan militer Rusia dari Ukraina.

Polandia dan Lithuania menggarisbawahi dukungan bagi Ukraina untuk bergabung ke Uni Eropa dan NATO "segera setelah situasi memungkinkan".

"Deklarasi Bersama adalah hasil dari negosiasi. Ini mencerminkan kesimpulan utama di bidang politik, kemanusiaan, dan lainnya dari pertemuan hari ini," kata Zelenskyy. (*)

Baca Juga:

Rusia Klaim Serangan Balasan Tewaskan 600 Tentara Ukraina

#Perang #Ukraina
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Biaya Serangan AS ke Iran Telah Habiskan Rp 1,7 Kuadriliun, Biaya Operasional Per Hari Rp 17,68 Triliun
Dunia
Kuasai Benteng Era Perang Salib Kastil Beaufort, Netanyahu Perintahkan Perluas Operasi di Lebanon Selatan
IDF atau pasukan pertahanan Israel untuk memperluas operasi militer di Lebanon. Pasukan kami telah menyeberangi Sungai Litani.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Kuasai Benteng Era Perang Salib Kastil Beaufort, Netanyahu Perintahkan Perluas Operasi di Lebanon Selatan
Dunia
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Militer Amerika Serikat dilaporkan telah menghancurkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan sebuah sistem rudal permukaan-ke-udara di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
AS Lakukan Serangan ke Iran, Kapal IRGC dan Sistem Rudal Permukaan di Bandar Abbas Jadi Target
Dunia
Trump Tetap Pertahankan Blokade Menuju Selat Hormuz Sampai Perjanjian Damai Disepakati
Trump menyebut kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dirundingkan dan tinggal menunggu finalisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Trump Tetap Pertahankan Blokade Menuju Selat Hormuz Sampai Perjanjian Damai Disepakati
Dunia
Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran
Sejumlah pejabat dan personel militer AS dilaporkan mulai membatalkan rencana libur panjang mereka menjelang peringatan Memorial Day.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran
Dunia
AS Tolak Sistem Pungutan di Selat Hormuz, Perundingan Diklaim Sedikit Kemajuan
Rubio menuding Iran berupaya membentuk "sistem pungutan" di Selat Hormuz dan mencoba mengajak Oman untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
AS Tolak Sistem Pungutan di Selat Hormuz, Perundingan Diklaim Sedikit Kemajuan
Indonesia
Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran
Trump mengatakan AS sedang memantau negosiasi yang dilaporkan antara Iran dan Oman mengenai kemungkinan pungutan tol di Selat Hormuz
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran
Indonesia
Iran Gandeng Organisasi Internasional Ciptakan Mekanisme Jalur Aman di Selat Hormuz
Teheran siap menyusun protokol pelayaran aman bersama negara-negara pesisir yang berbatasan dengan Selat Hormuz.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Iran Gandeng Organisasi Internasional Ciptakan Mekanisme Jalur Aman di Selat Hormuz
Dunia
Israel Dikabarkan Bangun 2 Lokasi Fasilitas Militer di Irak, Buat Agresi Militer ke Iran
Sumber laporan itu mengatakan fasilitas tersebut digunakan Israel untuk dukungan udara, pengisian bahan bakar, dan layanan medis, serta digunakan selama perang 12 hari melawan Iran pada Juni 2025 lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Israel Dikabarkan Bangun 2 Lokasi Fasilitas Militer di Irak, Buat Agresi Militer ke Iran
Indonesia
Inggris Kirim Kapal Perang, Penyapu Ranjau Tanpa Awak dan Jet Tempur ke Selat Hormuz
Pemerintah Inggris mengumumkan alokasi anggaran sebesar 115 juta pound sterling atau sekitar Rp 2,7 triliun untuk pengadaan peralatan pesawat nirawak.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
Inggris Kirim Kapal Perang, Penyapu Ranjau Tanpa Awak dan Jet Tempur ke Selat Hormuz
Bagikan