Komisi D Tanggapi Konsep Sumur Resapan Anies Dipakai di IKN Nusantara
Suasana lokasi pengerjaan sumur resapan di Bidara Cina, Jakarta, Selasa (4/1/2022). ANTARA/Yogi Rachman
MerahPutih.com - Pemerintah pusat akan menggunakan konsep sumur resapan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara guna pencegahan banjir.
Hanya saja untuk di ibu kota baru, tidak menggunakan nama sumur resapan melainkan kota spons. Tapi secara cermat, cara kerjanya serupa dengan menyerap air masuk ke dalam tanah.
Ketua Komisi D DPRD DKI dari Fraksi PDIP Ida Mahmudah memandang konsep pengendalian banjir dengan pembuatan sumur resapan memang program yang baik.
Baca Juga:
Tanggapan Wagub DKI soal Sumur Resapan Disarankan Jadi Kolam Ternak Lele
Namun sayangnya, ucap dia, pelaksanaan dari konsep pembangunan sumur resapan sejak tahun 2017 hingga saat ini tidak matang. Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya terbukti tak mengeksekusi sumur resapan di Jakarta dengan baik. Sehingga, manfaatnya tak terlihat dalam menanggulangi banjir.
"Kalau prinsip program itu baik, kita dukung. Nah, kalau lihat saya lihat kemarin, perencanaan yang dilakukan di DKI ini kurang matang," kata Ida di Jakarta, Selasa (1/3).
Menurutnya, selagi sumur resapan itu bermanfaat, Komisi D DPRD setuju. Tapi memang, pembangunan sumur resapan yang dilakukan Pemprov DKI selama ini kurang baik.
Ida menyatakan, sumur resapan tak digarap dengan baik dibuktikan dengan banyaknya keluhan yang datang dari masyarakat.
DPRD mendapat sejumlah laporan bahwa ada sumur resapan yang jebol, pembangunan asal-asalan, hingga malah mengakibatkan genangan.
"Ada keluhannya adalah pembangunnya yang tidak sesuai. Misalkan tadinya jalan rata, setelah dibikin sumur resapan, penutupannya tidak rata dan akhirnya membuat orang jatuh," jelas Ida.
Baca Juga:
Ketua DPRD DKI Sarankan Sumur Resapan Anies Jadi Kolam Ternak Lele
Lalu juga, kata dia, saat hujan, sumur resapan di Jakarta ternyata tidak bisa maksimal masuk ke dalam tanah dan justru air mengalir ke jalan-jalan yang menyebabkan genangan.
"Tidak masuk ke situ (menyerap). Nah, ini kan yang perlu dievaluasi," lanjutnya.
Itu sebabnya, lanjut Ida, pada tahun 2022, DPRD tak mengizinkan adanya pengajuan anggaran pembuatan sumur resapan dalam APBD. Anggaran sumur resapan yang diajukan pun akhirnya dinolkan.
"Kita sama-sama tahu kondisi masyarakat melihat sumur resapan seperti apa. Kenapa kemarin dihentikan di 2022, kami tidak setujui anggarannya? Itu memang evaluasi saja dulu," pungkas Ida. (Asp)
Baca Juga:
Jakarta Kebanjiran, PDIP Pertanyakan Fungsi Sumur Resapan
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Akhir Tahun Ini Kantor Wapres di IKN Rampung
Masa HGU di IKN Dipangkas, Komisi II DPR Dorong Kajian Regulasi Tanpa Ganggu Investasi
Respon Putusan MK Soal HGU IKN, Komisi II DPR Dorong Prabowo Terbitkan Perppu
Putusan MK Soal HGU 95 Tahun Sesuai UU Agraria, Sama Dengan Australia dan Malaysia
HGU IKN tak lagi Dekati 2 Abad, DPR Sebut Bagus untuk Kepastian Hukum dan Bentuk Keadilan dalam Pengelolaan Tanah
MK Putuskan HGU IKN Jadi 95 Tahun, Komisi II DPR: Harus Diikuti Regulasi yang Jelas
Puluhan Pesepeda Usia 60 Tahun ke Atas Ikut Gowes dari Jakarta ke IKN