Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal

Direktur Aplikasi Pemerintah Digital kementerian Komunikasi dan Digital, Yessi Arnaz F, saat menghadiri Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester 1 2026, Selasa (4/8) lewat streaming youtube.(foto: Tangkapan Layar Youtube Dukcapil Kemendagri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital menyoroti menjamurnya aplikasi layanan pemerintahan, tapi tak optimal penuhi kebutuhan masyarakat.

"Malah sekarang banyak aplikasi yang harus dioperasikan diterapkan masing-masing pemda, baik aplikasi yang sifatnya vertikal atau dinas berkait, malah teknologi itu mempersulit. Goals dari aplikasi itu tidak tercapai," kata Direktur Aplikasi Pemerintah Digital kementerian Komunikasi dan Digital Yessi Arnaz F saat menghadiri Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester 1 2026, Selasa (4/8) lewat streaming Youtube.

Yessi mengatakan Indonesia memiliki 27 ribu aplikasi di berbagai sektor pemerintahan. Angka pertumbuhan digitalisasi tersebut menghabiskan Rp 14,07 triliun dari Rp 10,5 triliun pada 2023 ke 2025. Naik 34 persen untuk belanja TIK instansi pusat. Pertumbuhan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) itu pun dinilai di atas predikat baik. Indeks SPBE tingkat kementerian atau lembaga 98 persen, pemprov 84 persen.

Namun, user experiences yang dialami masyarakat masih belum optimal, bahkan masih ada yang meminta dokumen fisik. "Itu mungkin layanannya biasa-biasa aja," kata dia.

Baca juga:

Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI



Yessi mencontohkan kasus, misalnya, administrasi membutuhkan legalisasi akta kelahiran. Bagaimana jika masyarakat perantau bisa memenuhi persyaratan tersebut, sedangkan posisinya sedang jauh dari tanah kelahiran. Itu membutuhkan waktu. "Artinya pengalaman masyarakat atau bahasa kerennya user experiance masih terpecah," kata dia.


Komdigi Ingatkan Filosofi Pembuatan App



Yessi mengatakan satu hal yang luput oleh pembuat layanan aplikasi, yakni pembuatannya masih beorientasikan pada kebutuhan setiap lembaga bukan pada user (masyarakat). "Karena filosinya bukan fokus pada user, melainkan berdasarkan kita masing-masing," katamya.

Yessi menyebut filosofi teknologi dalam konteks layanan birokrasi itu mestinya fokus pada 3 hal, yakni citizen centric, prinsip once only policy hingga efisiensi birokrasi.

"Isi satu kali data saja, di belakang biar sistem yang bekerja. Ketiga, hadirkan efisien birokrasi. Proses lebih cepat, lebih tepat," katanya.(Tka)


Baca juga:

Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi

#Komdigi #Aplikasi #Birokrasi Pemerintah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Susi Air, Kereta Cepat, Lion Air dan Puluhan Situs Penjualan Tiket di Ultimatum Komdigi
Kementerian Komdigi menegaskan kepada PSE Lingkup Privat yang telah menerima surat pemberitahuan untuk segera menyelesaikan proses pendaftaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Susi Air, Kereta Cepat, Lion Air dan Puluhan Situs Penjualan Tiket di Ultimatum Komdigi
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Pejabat yang ‘tak Bisa Disentuh’, Kritik Fenomena ‘Raja Kecil’ di Pemerintahan
Menyebut fenomena birokrasi yang tidak mau diatur itu sebagai sebagai 'raja kecil' dalam institusinya.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Sentil Pejabat yang ‘tak Bisa Disentuh’, Kritik Fenomena ‘Raja Kecil’ di Pemerintahan
Indonesia
Daftar 22 Platform Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi, Ada YouTube dan Telegram
Berikut 22 produk, fitur, dan layanan yang masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan hasil verifikasi Komdigi.
Yusuf Abdillah - Rabu, 16 September 2026
Daftar 22 Platform Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi, Ada YouTube dan Telegram
Indonesia
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Modus pelaku biasanya mengakui customer service dari GoPay, lalu meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Waspadai Penipuan CS Palsu GoPay! Jangan Sembarang Kasih Data, Kenali Ciri-cirinya
Indonesia
Aturan Pangantaran Barang yang Disusun Komdigi Harus Sejahterakan Driver Ojol
Regulasi layanan pengantaran barang dan makanan jangan sampai justru menambah beban para mitra ojol.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Aturan Pangantaran Barang yang Disusun Komdigi Harus Sejahterakan Driver Ojol
Indonesia
Bagi Hasil Pengantar Barang dan Makanan Online Tidak Pakai 92:8, Dijanjikan Tetap Adil
Komponen yang jadi perhitungan skema bagi hasil untuk pengantaran barang dan makanan ialah dari sisi objek yang diantar memiliki banyak jenis ukuran berbeda dengan pengantaran orang
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Bagi Hasil Pengantar Barang dan Makanan Online Tidak Pakai 92:8, Dijanjikan Tetap Adil
Indonesia
99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Pulih, 1 Site Masih dalam Proses Pemulihan
Menkomdigi Meutya Hafid menyebut 99,9 persen dari 812 site/BTS terdampak gempa NTT telah dipulihkan. Tinggal 1 site masih dalam proses.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Pulih, 1 Site Masih dalam Proses Pemulihan
Indonesia
Permudah Investasi, 470 Layanan Kementerian Hukum Beralih ke Digital
Sebanyak 470 layanan Kementerian Hukum hanya diakses digital, lebih mudah serta cepat.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Permudah Investasi, 470 Layanan Kementerian Hukum Beralih ke Digital
Indonesia
Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal
User experiences yang dialami masyarakat masih belum optimal, bahkan masih ada yang meminta dokumen fisik.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Komdigi Soroti Pertumbuhan Aplikasi Birokrasi Capai 27 Ribu, tapi Layanan masih tak Optimal
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Bagikan