Kombinasi Makanan Terbaik untuk Penyerapan Nutrisi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Februari 2024
Kombinasi Makanan Terbaik untuk Penyerapan Nutrisi

Dapatkan nutrisi maksimal dari makanan. (Foto: Pexels/Jane Doan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah makanan dapat memberikan manfaat lebih besar ketika dikonsumsi secara bersamaan. Karenanya penting untuk mengombinasikan makanan dengan tepat untuk dapat menyerap nutrisinya secara maksimal.

Senior Director Worldwide Nutrition Education and Training Herbalife Susan Bowerman dalam keterangan yang dilansir Antara, Senin (12/2), menyampaikan konsep kombinasi makanan atau sinergi makanan dengan memperhitungkan dampaknya pada tingkat penyerapan nutrisi di dalam tubuh.

Berikut lima kombinasi makanan yang memberikan manfaat lebih banyak bagi tubuh bila dikonsumsi secara bersamaan.

Sayuran berwarna dengan sedikit lemak

Banyak buah dan sayuran mengandung senyawa yang disebut karotenoid. Ini adalah pigmen alami yang memberikan warna pada makanan seperti tomat, wortel, dan bayam. Pigmen khususnya disebut lycopene, beta-karoten, dan lutein secara berurutan.

Karotenoid berfungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh. Senyawa itulah yang menjadikan buah dan sayuran sebagai bagian penting dari pola makan sehat.

Senyawa penting ini larut dalam lemak, yang berarti ketika makan sayuran dengan sedikit lemak maka tubuh dapat menyerap lebih banyak karotenoid.

Jadi, menambahkan sedikit lemak sehat dari alpukat atau minyak zaitun ke salad akan membantu menyerap karotenoid yang terdapat dalam selada romaine, wortel, dan tomat.

Baca juga:

4 Syarat Memberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu Sesuai WHO

Vitamin C dengan sayuran dan biji-bijian dengan kandungan zat besi

Zat besi hadir dalam dua bentuk yang berbeda. Salah satunya disebut zat besi 'heme', yang terdapat dalam ikan dan daging. Zat besi "heme" lebih mudah diserap oleh tubuh ketimbang zat besi "non-heme" yang terdapat dalam makanan nabati.

Ketika mengonsumsi Vitamin C bersama dengan sumber zat besi non-heme, tubuh dapat menyerap zat besi lebih baik. Vitamin C dalam satu jeruk atau buah tomat bisa meningkatkan penyerapan zat besi sampai tiga kali lipat.

Tomat di dalam kari akan membantu menyerap zat besi dalam kacang. Stroberi bisa membantu menyerap zat besi dalam sereal. Zat besi dalam bayam akan terserap lebih baik dengan menambahkan sepotong jeruk ke dalam salad bayam.

Lemon dan teh hijau

Fitonutrien dalam teh hijau serta antioksidan bermanfaat yang disebut katekin dapat membantu melindungi sel dan jaringan tubuh dari kerusakan oksidatif.

Ketika menambahkan lemon ke teh hijau, Vitamin C dapat membantu tubuh menyerap senyawa bermanfaat ini.

Jika tidak suka lemon dalam teh, maka konsumsi lah buah yang kaya Vitamin C seperti beri atau jeruk bersama dengan minuman.

Baca juga:

Makanan Tinggi Lemak yang Baik untuk Kesehatan

Ikan dan sayuran hijau

Ketika minum susu yang difortifikasi dengan Vitamin D, Vitamin D dapat membantu tubuh menyerap kalsium dalam susu.

Tetapi, ada cara lain yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dua nutrisi ini, yakni dengan menggabungkan ikan dan sayuran.

Ikan berlemak seperti salmon dan ikan makarel menyediakan Vitamin D, dan sayuran hijau seperti daun lobak, daun sawi, dan kale menyediakan kalsium. Menggabungkan keduanya akan membantu tubuh menyerap kalsium dalam sayuran.

Campuran makanan nabati

Makanan nabati – termasuk buah, sayuran, dan kacang-kacangan – merupakan sumber antioksidan terbaik.

Manfaat antioksidan ini meningkat ketika dikonsumsi dalam bentuk campuran makanan. Kombinasi jeruk, apel, anggur, dan blueberry telah terbukti dapat mendatangkan manfaat antioksidan yang lebih besar daripada jumlah yang setara dari masing-masing buah ketika dimakan sendiri-sendiri. (*)

Baca juga:

Imbangi Olahraga dengan Makanan Bernutrisi

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan