musik

Kolaborasi Hanin Dhiya dan Ahmad Dhani Dalam Lagu Dewa 19

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Senin, 13 Desember 2021
Kolaborasi Hanin Dhiya dan Ahmad Dhani Dalam Lagu Dewa 19

Hanin Dhiya bawakan lagu hits DEWA 19 (Sumber: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOLABORASI antara Hanin Dhiya dan Ahmad Dhani menjadi penutup manis di penghujung tahun 2021. Dalam proyek kerja sama tersebut, Hanin Dhiya membawakan tiga buah tembang Dewa 19 yang begitu dicintai di masanya. Ketiga lagu tersebut yakni Kangen, Pupus, dan Bukan Cinta Manusia Biasa. Ketiganya menyusul Roman Picisan yang sudah rilis pekan lalu. Keempat lagu ini masuk ke dalam projek EP terbaru Hanin berjudul Kangen.

Dalam keempat single yang diproduseri oleh Ahmad Dhani tersebut, Hanin berkesempatan untuk membawakan ulang hits ciptaan Ahmad Dhani. Namun pendengar bisa mendapatkan kesan yang jauh berbeda karena memiliki aransemen yang berbeda. Selain itu, nuansanya akan lebih spektakuler karena diiringi oleh orkestra yang dipimpin oleh Ahmad Dhani dan Guntur Pardjono Putra. Kemegahan bisa kita rasakan lewat Roman Picisan yang rilis pekan lalu. Dibawakan dengan full orchestra, aransemen Roman Picisan lebih segar dan terdengar megah. Ahmad Dhani pun turut menyumbang suara di lagu tersebut.

Baca juga:

Rekam Ulang Album 'Taman Langit', Noah Punya Alasan

Hanin Dhiya
Lagu Roman Picisan full orkestra (Sumber: YouTube/Video Legend)

Gabungan antara lirik Pupus yang begitu puitis, orkestra yang megah serta suara Hanin yang lembut membuat lagu yang dirilis tahun 2002 tersebut terdengar lebih menyayat. Ini bukanlah pertama kali Hanin membawakan lagu Pupus. Sebelumnya, di tahun 2018 Hanin sempat membawakan lagu Pupus dan berhasil mengumpulkan 56 juta kali penayangan.

Penghayatan bukanlah perkara sulit bagi Hanin. Demikian pula untuk lagu Kangen. Dirinya mengungkapkan salah satu hal yang ia lakukan supaya bisa menghayati lagu Kangen adalah dengan membayangkan dirinya bertemu dengan sosok terkasih yang telah lama sekali tidak dijumpai. ”Kalau aku terjemahkan sendiri lagu ini gabungan dari rasa senang mau bertemu juga sedih karena terlalu kangen. Senang sekali aku dapat pengalaman untuk seting emosi yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Baca juga:

Noah dan BCL akan Ramaikan Danamon New Live Experience Vol.2

Hanin Dhiya
Bawakan lagu Pupus (Sumber: YouTube/Hanin Dhiya)

Sementara itu, Hanin menyebutkan bahwa Bukan Cinta Manusia Biasa adalah lagu pertama yang ia pilih. Kualitas suara Hanin dengan memainkan nada-nada tinggi terdengar begitu apik dan jelas di lagu ini.

Dari keempatnya, single yang paling menarik untuk Hanin adalah Roman Picisan. “Lagu itu merepresentasikan aku. Selain itu, Roman Picisan memang enak banget dari lirik hingga notasinya,” sebut Hanin. Official music video Roman Picisan sudah ditonton lebih dari 200 ribu views di kanal Youtube Video Legend sejak rilis tanggal 3 Desember kemarin.

Bicara tentang penggarapan lagu tidak akan lengkap tanpa membahas proses rekaman. Menurut Hanin, proses rekaman untuk keempat lagu tersebut terbilang ajaib. Rekaman vokal keempat lagu tersebut rampung dalam satu hari saja. “Saat itu mood-nya dapet banget. Dari sekitar jam 1 sampai jam 4 aku take vocal untuk lagu Roman Picisan, Bukan Cinta Manusia Biasa, dan Pupus. Lanjut sekitar jam 7 malam aku take vocal Kangen yang cuma sekitar 15 - 30 menitan. Cepat banget,” sebut Hanin.

Perempuan berusia 20 tahun yang menggemari sastra dan puisi ini berharap lagu versi “baru” diterima dengan baik oleh pendengarnya. Ia juga menginginkan lagu ini berumur panjang seperti versi originalnya yang tak lekang waktu.

Ahmad Dhani mengatakan kolaborasinya dengan Hanin di proyek EP Kangen ini menjadi salah satu yang dinantikannya. Ia melihat musikalitas Hanin telah berkembang jauh lebih baik dari pertama mereka bertemu ketika Hanin mengikuti ajang pencarian bakat di tahun 2014 saat Dhani menjadi salah satu jurinya.

“Saya memberikan kesempatan kepada Hanin untuk memilih sendiri lagunya dan hasilnya melebihi ekspektasi. Beruntung sekali Hanin bisa memberikan suasana baru di keempat lagu ini,” tukas Dhani.

Baca juga:

Mawar de Jongh Berkisah Tentang Penyesalan di Lagu 'Pernah Salah'

#Musik Indonesia #Ahmad Dhani
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Sempat Hadapi Kritik dan Berbagai Ujian, Bless the Knights Kembali dengan Album 'Phoenix'
Bless the Knights merilis Phoenix, album terbaru yang menandai kebangkitan band dengan eksplorasi djent dan progressive metal yang lebih dinamis.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Sempat Hadapi Kritik dan Berbagai Ujian, Bless the Knights Kembali dengan Album 'Phoenix'
ShowBiz
BRANTA Hadirkan 'My Way Home', Lagu Romantis tentang Cinta dan Tempat untuk Pulang
Solois asal Surabaya BRANTA merilis single My Way Home. Lagu pop-ballad ini bercerita tentang cinta, ketenangan, dan menemukan rumah dalam diri seseorang.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
BRANTA Hadirkan 'My Way Home', Lagu Romantis tentang Cinta dan Tempat untuk Pulang
ShowBiz
Cinta yang Tak Bisa Kembali Jadi Cerita Utama EP '5 hours apart, 2017' GANGGA
GANGGA merilis EP 5 hours apart, 2017, berisi tiga lagu tentang cinta, kehilangan, penyesalan, dan kerinduan. 'Moonlight' menjadi focus track.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Cinta yang Tak Bisa Kembali Jadi Cerita Utama EP '5 hours apart, 2017' GANGGA
ShowBiz
Batavia Collective Rilis Spiritual Jazz, Sinful Bass, Gabungkan Jazz dan Musik Klub
Batavia Collective menghadirkan Spiritual Jazz, Sinful Bass, proyek audiovisual yang memadukan improvisasi jazz, broken beat, house, drum & bass, dan energi musik klub.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Batavia Collective Rilis Spiritual Jazz, Sinful Bass, Gabungkan Jazz dan Musik Klub
ShowBiz
Dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati, 5 Musisi Indonesia dengan Nuansa Horor
Kenali 5 musisi Indonesia yang mengangkat kisah horor, mitos, ritual, dan dunia gaib dalam musik, dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati, 5 Musisi Indonesia dengan Nuansa Horor
ShowBiz
Gabriella Fernaldi Siap Rilis Album Perdana 'Sentosa', Angkat Cerita Kehidupan Dewasa lewat Nuansa Bossa Nova
Gabriella Fernaldi merilis album penuh perdana Sentosa pada 30 Oktober 2026. Angkat cerita kehidupan dewasa dan memadukan vintage pop, soul, serta bossa nova.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Gabriella Fernaldi Siap Rilis Album Perdana 'Sentosa', Angkat Cerita Kehidupan Dewasa lewat Nuansa Bossa Nova
ShowBiz
Fabio Asher Ubah Gaya Musik, Single 'APA? APA? APA?' Bicara Soal Kepastian Cinta
Fabio Asher merilis single APA? APA? APA? pada 23 Oktober 2026. Mengusung urban pop upbeat, lagu ini mengangkat keresahan hubungan tanpa status.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
Fabio Asher Ubah Gaya Musik, Single 'APA? APA? APA?' Bicara Soal Kepastian Cinta
ShowBiz
THIRTEEN Hadirkan Kembali Album 'Aksi', Rayakan dengan Lyric Video 'Datang & Saksikan'
THIRTEEN menghadirkan kembali album Aksi (2019) di platform streaming digital dan merilis lyric video 'Datang & Saksikan' featuring Raben.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
THIRTEEN Hadirkan Kembali Album 'Aksi', Rayakan dengan Lyric Video 'Datang & Saksikan'
ShowBiz
Maseta Rilis EP 'SAYANG', Rangkum Kisah Jatuh Cinta dan Kehilangan dalam Enam Lagu
Maseta merilis EP ketiga SAYANG melalui Sun Eater. Berisi enam lagu, rilisan ini mengeksplorasi cinta, patah hati, kehilangan, dan kolaborasi dengan Vika Randia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
Maseta Rilis EP 'SAYANG', Rangkum Kisah Jatuh Cinta dan Kehilangan dalam Enam Lagu
ShowBiz
Stepforward Rilis Video Musik Pertama dalam 30 Tahun, 'Camkan Memarku' Suarakan Perlawanan terhadap Kekerasan
Stepforward resmi merilis video musik 'Camkan Memarku'. Suarakan perlawanan terhadap kekerasan seksual, KDRT, dan budaya menyalahkan korban.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Stepforward Rilis Video Musik Pertama dalam 30 Tahun, 'Camkan Memarku' Suarakan Perlawanan terhadap Kekerasan
Bagikan