Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Rekam Ulang Album 'Taman Langit', Noah Punya Alasan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 13 Desember 2021
Rekam Ulang Album 'Taman Langit', Noah Punya Alasan

Noah rekam ulang album 'Taman Langit" (foto: instagram @noah_site)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GRUP Noah dikabarkaan akan meluncurkan album berjudul Second Chance: Taman Langit. Tak hanya itu, band yang digawangi Ariel, Lukman, dan David tersebut akan menggelar rangkaian konser musik di 2022.

Second Chance: Taman Langit merupakan sebuah album lama dari band yang dulu bernama Peterpan. Album itu akan direkam ulang. Album tersebut merupakan album perdana Peterpan yang dirilis pada 2003.

Baca Juga:

Noah dan BCL akan Ramaikan Danamon New Live Experience Vol.2

Meski merupakan album direkam ulang, Second Chance: Taman Langit menampilkan musik serta sound-sound lagu yang diperbaharui. Beberapa lagu bahkan diaransemen ulang versi Noah.

Ariel akan menghadirkan sesuatu yang menarik di albumnya (Foto: instagam @noah_site)

Sang vokalis, Ariel, menjelaskan band-nya sudah melakukan banyak pertimbangan sebelum merilis Second Chance: Taman Langit. Sala satunya yakni menggunakan teknologi terkini untuk memaksimalkalkan kualitas suara.

Ariel mengaku Noah tidak seluruhnya merekam ulang lagu, karena perbedaanya jauh sekali, mengingat itu lagu rekaman 2003. Meski demikian, tidak semua lagu yang ada dari album Taman Langit diaransemen ulang. Ada melodi yang ikonik, unik, dan menjadi kenangan bagi banya orang.

"Ada sejumlah pertimbangan karena orang ada kenangan dengan melodinya kayak Semua Tentang Kita, orang kalau nyetem gitar pakai lagu itu," ujar Ariel.

ada beberapa nada yang anggap ikonik(foto: instagram @noah_site)

Lebih lanjut, Ariel menyampaikan ada beberapa nada yang mereka anggap ikonik, tapi apabila didiamkan, pasti ada yang berubah. "Karena, hanya ada beberapa nada atau yang kita anggap ikonik, kita biarkan tapi sound-nya pasti ada yang berubah," jelas vokalis kharismatik tersebut.

Sementara itu, selain Taman Langit, Noah juga berencana merekam ulang album lain di sepanjang 2022, yakni Bintang di Surga, Hari yang Cerah, dan Second Change.

Ariel menjelaskan ini akan menjadi rangkaian panjang dan dimulai dari Taman Langit. Nantinya, ada sejumlah videoklip yang ikonik yang akan dibuat ulang. (Ryn)

Baca Juga:

Mawar de Jongh Berkisah Tentang Penyesalan di Lagu 'Pernah Salah'

#Musik #NOAH #Ariel Noah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - 1 jam, 35 menit lalu
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam lalu
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - 2 jam, 1 menit lalu
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan