Dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati, 5 Musisi Indonesia dengan Nuansa Horor

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 1 jam, 21 menit lalu
Dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati, 5 Musisi Indonesia dengan Nuansa Horor

Band-band bertema horror dari Indonesia. (foto: dok/synhronize fest)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Horor dalam musik tidak selalu hadir melalui suara menyeramkan, dentuman keras, atau atmosfer gelap yang membuat pendengarnya merinding. Di tangan sejumlah musisi Indonesia, horor justru menjadi medium untuk merangkai cerita tentang mitos, makhluk gaib, ritual, hingga pengalaman mistis yang lekat dengan kehidupan masyarakat.

Tema horor juga membuka ruang eksplorasi bagi musisi untuk menggali sisi lain kehidupan manusia, mulai dari ketakutan terhadap sesuatu yang tak kasatmata hingga kepercayaan terhadap dunia di luar nalar. Kisah-kisah tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam beragam pendekatan musikal, mulai dari punk dan black metal hingga folk atmosferik serta orkes Melayu.

Di Indonesia, sejumlah band dan musisi menjadikan unsur horor sebagai bagian dari identitas maupun warna musikal mereka. Berikut lima nama yang menarik disimak, terutama bagi pendengar yang ingin melihat bagaimana cerita mistis diolah menjadi karya musik dengan karakter berbeda.

1. Kelelawar Malam, Horor Lokal dalam Balutan Punk

Bagi Kelelawar Malam, horor bukan sekadar elemen tambahan, melainkan bagian penting dari identitas musikal mereka. Band asal Jakarta ini dikenal melalui pendekatan horror metal punk yang memadukan energi punk dengan riff gitar metal, sembari mengangkat berbagai kisah menyeramkan yang dekat dengan budaya populer Indonesia.

Sejumlah lagu mereka, seperti “Bangkit dari Kubur, Malam Jumat Kliwon, Ratu Kegelapan, dan Suzannakenstein, memperlihatkan ketertarikan terhadap dunia mistis, mayat hidup, serta karakter horor yang akrab bagi penikmat film horor Indonesia.

Salah satu cerita yang diangkat terlihat dalam Suzannakenstein, yang berkisah tentang seseorang yang berusaha menghidupkan kembali kekasihnya yang telah meninggal dunia.

Namun, horor dalam karya Kelelawar Malam tidak terbatas pada sosok hantu atau makhluk gaib. Dalam sejumlah lagu, perilaku manusia dan persoalan sosial juga menjadi sumber kengerian. Pendekatan ini memberi ruang interpretasi yang lebih luas tanpa menghilangkan karakter liar dan gelap khas musik punk mereka.

Baca juga:

5 Podcast Horor Indonesia untuk Menemani Malam Halloween 2026

2. RABU, Membangun Kengerian Lewat Atmosfer dan Cerita

Musik horor tidak selalu membutuhkan distorsi gitar yang keras atau vokal yang menggelegar. RABU, proyek musik asal Yogyakarta yang digawangi Wednes Mandra dan Judha Herdanta, menghadirkan pendekatan berbeda melalui folk bernuansa misterius, permainan gitar yang saling bersahutan, serta lirik yang bersinggungan dengan ketakutan, kematian, cinta, dan mistisisme.

Salah satu rilisan penting mereka adalah album Renjana, yang dirilis pada 2014. Album ini memperkuat karakter RABU sebagai proyek musik yang membangun suasana ganjil dan mencekam melalui komposisi serta penyampaian cerita, alih-alih hanya mengandalkan gambaran horor secara eksplisit.

Nuansa tersebut juga tercermin dalam kemasan album Renjana yang menyerupai sesajen. Pilihan ini mempertegas keterkaitan antara musik, simbol, dan atmosfer mistis yang dibangun RABU.

Melalui pendekatan tersebut, RABU memperlihatkan bahwa kengerian dapat muncul dari kesunyian, pengulangan bunyi, hingga cerita yang menyisakan ruang bagi imajinasi pendengar.

3. Tahlilan, Ritual Mistis dalam Balutan Black Metal

Tahlilan merupakan band black metal asal Tangerang, Banten, yang telah terbentuk sejak 2008. Mereka mengusung konsep theatrical mysticism black metal dengan memadukan musik ekstrem dan kisah-kisah mistis dari Tanah Jawa, mulai dari ritual dan suasana kematian hingga kepercayaan pagan.

Konsep horor Tahlilan tidak hanya hadir melalui musik, tetapi juga diwujudkan dalam penampilan panggung. Sang vokalis, Aip Peqink, tampil mengenakan kostum pocong, sementara personel lainnya menggunakan jubah merah untuk membangun atmosfer yang menyerupai ritual pemakaman.

Pendekatan teatrikal tersebut membuat penampilan Tahlilan terasa seperti perwujudan kisah mistis yang selama ini hidup dalam imajinasi masyarakat.

Perpaduan musik black metal dan elemen visual yang lekat dengan ritual kematian menjadi ciri pendekatan mereka dalam mengangkat horor ke atas panggung.

Baca juga:

Berani Nonton Sendirian? 5 Film Horor Klasik Ini Punya Teror yang Berbeda

4. Sarasvati, Mengisahkan Makhluk Tak Kasatmata Lewat Musik

Nama Sarasvati lekat dengan karya-karya yang mengangkat cerita mistis dan pengalaman yang berkaitan dengan dunia tak kasatmata. Dipimpin oleh Risa Saraswati, proyek musik ini memadukan kisah horor dengan komposisi pop serta sentuhan musik tradisional Sunda untuk menghadirkan suasana melankolis sekaligus mencekam.

Identitas musikal tersebut mulai diperkenalkan melalui album Story of Peter pada 2010. Cerita yang berkaitan dengan pengalaman Risa dan sosok-sosok yang ia ceritakan menjadi inspirasi penulisan lirik, sehingga lagu-lagunya terasa seperti rangkaian kisah dengan karakter dan latar masing-masing.

Salah satu lagu yang menarik untuk disimak adalah Bilur. Lagu ini mengangkat kisah seorang kerabat Risa yang meninggal saat mengandung. Unsur tembang sinden turut memperkuat atmosfer misterius yang dibangun dalam komposisinya.

Perpaduan vokal, piano, dan elemen etnik menghadirkan pendekatan horor yang berbeda dari musik yang mengandalkan suara keras atau distorsi. Dalam karya Sarasvati, suasana melankolis dan kekuatan cerita menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman mendengarkan.

5. Babaloman, Kisah Klenik dalam Irama Orkes Melayu

Babaloman menawarkan pendekatan berbeda dalam mengolah tema horor. Jika sejumlah nama sebelumnya membangun suasana gelap melalui punk, folk, atau metal, kelompok musik asal Depok ini membawa cerita supranatural ke dalam balutan Orkes N’ Roll.

Babaloman memadukan corak orkes Melayu dengan lirik yang mengangkat fenomena klenik dan kisah-kisah supranatural di lingkungan masyarakat.

Ketertarikan mereka terhadap cerita mistis terlihat dari sejumlah judul lagu, seperti Pocong Keliling, Keranda Terbang, dan Kolor Ijo. Ketiganya dirilis pada 2021 dan merujuk pada figur maupun gambaran horor populer yang dikenal masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, Babaloman membawa tema horor ke dalam warna musikal yang berbeda. Kisah-kisah mistis tidak hanya menjadi bahan untuk membangun suasana mencekam, tetapi juga diolah melalui irama orkes Melayu yang menjadi karakter musik mereka. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Horor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati, 5 Musisi Indonesia dengan Nuansa Horor
Kenali 5 musisi Indonesia yang mengangkat kisah horor, mitos, ritual, dan dunia gaib dalam musik, dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 21 menit lalu
Dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati, 5 Musisi Indonesia dengan Nuansa Horor
ShowBiz
'Lingsir Wengi' Lagu Pemanggil Kuntilanak, Mitos atau Fakta?
Reputasi Lingsir Wengi sebagai lagu pemanggil makhluk halus menguat setelah muncul di film 'Kuntilanak' yang disutradarai Rizal Mantovani dan dirilis pada 2006.
Dwi Astarini - 2 jam, 36 menit lalu
'Lingsir Wengi' Lagu Pemanggil Kuntilanak, Mitos atau Fakta?
ShowBiz
The Weeknd Kejutkan Penggemar di Hong Kong dengan Lagu Baru 'Hong Kong' yang Belum Dirilis
The Weeknd mengejutkan penggemar di Hong Kong dengan membawakan lagu baru “Hong Kong” yang belum dirilis resmi, tentang hubungan singkat yang membekas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
The Weeknd Kejutkan Penggemar di Hong Kong dengan Lagu Baru 'Hong Kong' yang Belum Dirilis
ShowBiz
Pee Wee Gaskins Rilis 'Kami Kembali', Tegaskan Perjalanan Mereka Belum Berakhir
Pee Wee Gaskins merilis single 'Kami Kembali', lagu yang menegaskan semangat untuk terus berkarya dan melanjutkan perjalanan bersama penggemar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Pee Wee Gaskins Rilis 'Kami Kembali', Tegaskan Perjalanan Mereka Belum Berakhir
ShowBiz
Gabriella Fernaldi Siap Rilis Album Perdana 'Sentosa', Angkat Cerita Kehidupan Dewasa lewat Nuansa Bossa Nova
Gabriella Fernaldi merilis album penuh perdana Sentosa pada 30 Oktober 2026. Angkat cerita kehidupan dewasa dan memadukan vintage pop, soul, serta bossa nova.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Gabriella Fernaldi Siap Rilis Album Perdana 'Sentosa', Angkat Cerita Kehidupan Dewasa lewat Nuansa Bossa Nova
ShowBiz
5 Podcast Horor Indonesia untuk Menemani Malam Halloween 2026
Cari teman untuk malam Halloween 2026? Simak lima podcast horor Indonesia, dari Do You See What I See, Lentera Malam, RJL 5, hingga Jurnalrisa.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
5 Podcast Horor Indonesia untuk Menemani Malam Halloween 2026
ShowBiz
Olivia Rodrigo Kembali ke Puncak Billboard 200, Geser Posisi Album Taylor Swift
Album Olivia Rodrigo, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love, kembali memuncaki Billboard 200 dengan 75.000 unit album ekuivalen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Olivia Rodrigo Kembali ke Puncak Billboard 200, Geser Posisi Album Taylor Swift
ShowBiz
Jay-Z Diumumkan Tampil di Half-Time Super Bowl, Perdana setelah 8 Tahun di Belakang Layar
Ini kali pertama Jay-Z tampil di depan layar Super Bowl sejak keterlibatannya dalam acara itu mulai 2019.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Jay-Z Diumumkan Tampil di Half-Time Super Bowl, Perdana setelah 8 Tahun di Belakang Layar
ShowBiz
Anthropic Digugat atas Dugaan Penggunaan 274 Lagu Elvis Presley untuk Latih AI
Perkara ini menjadi salah satu gugatan berskala besar yang melibatkan pihak pemegang hak atas karya musisi secara langsung dengan perusahaan pengembang AI.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Anthropic Digugat atas Dugaan Penggunaan 274 Lagu Elvis Presley untuk Latih AI
ShowBiz
Dari King Nassar hingga NDX AKA, Catat nih Agenda Musik Dangdut November 2026
Mulai dari konser tunggal King Nassar di Jakarta hingga festival dangdut koplo di Yogyakarta, agenda bulan ini menawarkan beragam pilihan.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Dari King Nassar hingga NDX AKA, Catat nih Agenda Musik Dangdut November 2026
Bagikan