MerahPutih.com - Penyanyi sekaligus penulis lagu Gabriella Fernaldi bersiap memasuki babak baru dalam perjalanan bermusiknya melalui album penuh perdana bertajuk Sentosa.
Setelah memperkenalkan EP perdana yang mulai menarik perhatian pendengar, Gabriella dijadwalkan merilis album tersebut pada 30 Oktober 2026 di berbagai platform streaming musik digital.
Judul Sentosa dipilih sebagai representasi harapan dan doa yang selama ini kerap diselipkan Gabriella dalam karya-karyanya. Pendekatan tersebut telah hadir sejak lagu perdananya, Biru, yang ditulis dengan lirik bernuansa doa.
Melalui album ini, Gabriella ingin membawa harapan serupa, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi kehidupan banyak orang di masa mendatang.
Namanya Sentosa karena aku suka aja berdoa dan berharap lewat lagu-laguku, bahkan dari lagu pertamaku dulu, yang judulnya ‘Biru’ itu liriknya kaya doa. Jadi Sentosa sebagai harapan buat hidup kita semua di masa depan,
Gabriella Fernaldi.
Sentosa Hadirkan Cerita Kehidupan Dewasa
Dari segi tema, Sentosa memperluas cerita yang sebelumnya diperkenalkan Gabriella melalui EP perdananya. Jika karya terdahulu lebih banyak mengeksplorasi persoalan percintaan, album ini menghadirkan perspektif yang lebih beragam tentang kehidupan dewasa, dengan tetap mempertahankan gaya penulisan yang intim dan personal.
Perluasan tema tersebut tercermin dalam lagu Di Bawah Meja dan Belum Berakhir, yang mengangkat cerita kehidupan dari sudut pandang lebih luas.
Di sisi lain, Gabriella juga menghadirkan warna yang lebih ringan dan ritmis melalui lagu bertema cinta, seperti Ku Terjatuh dan Syududu. Perpaduan materi tersebut memberikan ruang bagi beragam suasana dan pengalaman untuk hadir dalam satu album.
Kolaborasi Penuh dengan Produser De Robinsar
Dalam proses kreatif Sentosa, Gabriella memilih pendekatan kolaboratif bersama produsernya, De Robinsar. Gagasan ini muncul setelah ia mengamati Jemsii, yang kerap berkolaborasi dengan musisi lain dalam proyek produksinya.
Gabriella kemudian tertarik menerapkan pendekatan serupa dengan melibatkan produsernya secara menyeluruh dalam pengerjaan album penuh pertamanya.
Aku terinspirasi dari Jemsii yang jadi collaborator di lagu-lagu yang diproduksinya, kayanya seru kalo satu album ini gak sendirian, tapi full collab sama produserku De Robinsar,
De Robinsar.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam pembentukan karakter musikal Sentosa. Gabriella dan De Robinsar menghadirkan pendekatan produksi yang hangat dan organik, dengan aransemen gitar yang menonjol serta perpaduan pengaruh vintage pop, soul, dan bossa nova.
Perpaduan Vintage Pop, Soul, dan Bossa Nova
Warna musikal dalam Sentosa membangun atmosfer nostalgik yang mewarnai keseluruhan album. Perpaduan vintage pop, soul, dan bossa nova turut memberikan ruang bagi cerita-cerita personal Gabriella untuk berkembang melalui pendekatan aransemen yang beragam.
Melalui album penuh perdananya ini, Gabriella memperluas cakupan tema dan eksplorasi musikal yang telah diperkenalkan dalam karya sebelumnya. Sentosa dijadwalkan meluncur pada 30 Oktober 2026 dan dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming musik digital. (Far)