MerahPutih.com - Setelah lebih dulu diperkenalkan melalui album, semesta Candramawa kini merambah medium berbeda. Danilla berkolaborasi dengan jenama parfum asal Solo, USUAL PARFUMS, untuk menghadirkan Candramawa Episode 01, parfum berjenis Extrait de Parfum berukuran 50 ml yang dikembangkan selama hampir satu tahun.
Kolaborasi ini tidak sekadar menerjemahkan karya musik ke dalam wewangian. Prosesnya berangkat dari upaya memahami karakter personal Danilla, perjalanan kreatifnya, serta suasana emosional yang membangun album Candramawa.
Perjalanan tersebut dimulai pada Oktober 2025, ketika Danilla pertama kali dipertemukan dengan USUAL PARFUMS. Aldhy, pendiri sekaligus peracik parfum jenama tersebut, bertolak ke Jakarta untuk membuka percakapan yang kemudian menjadi titik awal proyek kolaborasi mereka.
Menariknya, pertemuan perdana itu tidak langsung berfokus pada formula atau racikan aroma. Aldhy terlebih dahulu berupaya mengenal Danilla lebih jauh, mulai dari cara pandangnya terhadap berbagai hal hingga pengalaman personal yang membentuk karakter dirinya.
Baca juga:
Danilla Maknai Terang dan Gelap Kehidupan Lewat Album Candramawa
Mendengarkan Album Candramawa Sebelum Meracik Parfum
Percakapan demi percakapan membantu USUAL PARFUMS memahami preferensi aroma Danilla, termasuk karakter wewangian yang disukai maupun yang kurang berkenan baginya.
Dari proses tersebut, muncul gambaran komposisi yang ingin dihadirkan, yakni perpaduan nuansa herbal, spicy, woody, dry, dan sedikit sentuhan pahit. Berbagai karakter itu kemudian dipadukan dengan vanilla, dengan tingkat kemanisan yang dijaga agar tidak mendominasi keseluruhan aroma.
Sebelum mulai membuat sampel parfum, Danilla memberikan arahan khusus kepada Aldhy. Ia memintanya meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk mendengarkan album Candramawa yang saat itu belum dirilis, secara utuh menggunakan headphone.
Pengalaman mendengarkan delapan lagu tersebut dilakukan di ruangan bersuhu dingin, dengan pencahayaan remang-remang dan tanpa gangguan dari luar.
Sesi mendengarkan itu menjadi bagian penting dari proses kreatif mereka. Setelah menyimak keseluruhan album, Aldhy mulai menemukan hubungan antara karakter yang sebelumnya muncul dalam percakapan dengan Danilla dan suasana yang dibangun melalui musiknya.
Alih-alih menerjemahkan setiap lagu menjadi aroma secara harfiah, USUAL PARFUMS berusaha menangkap atmosfer, kontras, serta karakter emosional yang membentuk semesta Candramawa. Dengan pendekatan ini, parfum tersebut hadir sebagai interpretasi artistik atas album, bukan sekadar representasi aroma dari masing-masing lagu.
Baca juga:
Terinspirasi dari Keindahan Lautan Indonesia, Scarlett Rilis Parfume Terbaru
Perpaduan Incense, Amber, Woods, dan Vanilla
Setelah tahap eksplorasi karakter selesai, proses formulasi mulai dilakukan. Sejumlah elemen aroma dirangkai untuk menghadirkan atmosfer Candramawa melalui medium wewangian.
Candramawa Episode 01 menggabungkan karakter incense, amber, woods, dan vanilla. Meski memiliki kedalaman aroma yang cukup kuat, parfum ini tidak diarahkan menjadi wewangian yang terlalu gelap atau manis.
Komposisinya juga tidak dibatasi sebagai parfum yang hanya cocok dikenakan pada malam hari. Sebaliknya, Candramawa Episode 01 dirancang untuk mempertahankan karakter yang mendalam sekaligus terasa seimbang dan nyaman digunakan dalam berbagai kesempatan.
Saat pertama kali disemprotkan ke kulit, aroma pink pepper yang lembut membuka komposisinya. Kehangatan amber langsung terasa, disusul nuansa dry vanilla beberapa detik kemudian.
Seiring waktu, karakter incense dan woods perlahan berkembang sebelum berpadu dengan musk yang bersih dan terasa dekat dengan kulit. Perubahan ini menghadirkan pengalaman aroma berlapis, bergerak dari kesan hangat dan berkarakter menuju sentuhan akhir yang lebih lembut.
Setiap elemen memiliki peran dalam membangun komposisi yang mempertahankan kedalaman tanpa terasa berlebihan.
Baca juga:
Tonewaves Rilis 'Parfum', Lagu Hangat tentang Kenangan yang Kembali lewat Aroma
Pendekatan Molecule-Driven dalam Candramawa Episode 01
Dalam formulasi Candramawa Episode 01, USUAL PARFUMS turut menerapkan pendekatan molecule-driven yang menjadi ciri khasnya.
Sejumlah bahan, di antaranya Iso E Super, Vetiveryl Acetate, Ambrofix, dan Habanolide, digunakan untuk membentuk transparansi aroma, daya sebar, karakter kayu yang kering, serta kesan musk yang bersih.
Kehadiran bahan-bahan tersebut membantu menyeimbangkan komposisi yang memiliki karakter cukup pekat. Hasilnya, Candramawa Episode 01 menjadi interpretasi dunia musikal Danilla ke dalam pengalaman olfaktori.
Melalui kolaborasi ini, musik dan wewangian dipertemukan dalam sebuah karya yang tidak hanya bertumpu pada aroma, tetapi juga pada suasana, kontras, dan perasaan yang melatarbelakangi penciptaannya. (Far)