Koalisi Tiga Partai Ini Diprediksi Awet Hingga 2019
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kanan), Ketua Majelis Suro PKS Salim Segaf Aljufri (kedua kanan), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kedua kiri).
MerahPutih.com - Persaingan politik 2018 semakin terlihat memanas. Setelah mengumumkan paket calon kepala daerah yang bakal diusung, parpol kini bersiap-siap melakukan pendaftaran dan kampanye.
Faksi politik pun semakin kelihatan usai pengumuman pasangan calon. Menariknya, ada faksi politik yang terlihat kokoh sejak Pilpres 2014 hingga Pilkada DKI Jakarta berlalu, faksi tersebut adalah Gerindra, PKS, dan PAN.
Menurut pengamat politik Adi Prayitno, faksi ini bakal berulang di Pilkada 2018 dan kemungkinan hingga Pilpres 2019.
"Bukan sekadar ingin mengulang sukses Pilkada Jakarta 2016 lalu, faksi Gerindra, PKS, dan PAN ini mesti dibaca sebagai upaya menjajal kemungkinan koalisi menghadapi Pilpres 2019," kata Adi kepada awak media, di Jakarta, Senin (1/1).
Buktinya, kata Direktur Parameter Politik Indonesia ini, faksi Gerindra, PKS, dan PAN sudah sepakat mengusung 5 pasangan calon di Pilkada 2018 mendatang.
Menurutnya, ini langkah awal sebagai pemanasan menuju pilpres mendatang.
"Yang dilakukan Gerindra, PKS, PAN solid di 5 pilkada, karena pilkada kali ini adalah pemanasan menghadapi Pilpres 2019 mendatang," tandasnya.
Jadi, bukan tidak mungkin faksi ini bisa mengulang sukses disejumlah Pilkada seperti yang terjadi di Jakarta lalu. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK, Gerindra Proses Status Keanggotaan
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Nasibnya di Ujung Tanduk, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Terancam Dipecat Gerindra
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Didepak Gerindra Buntut Umrah Viral di Tengah Bencana
Subsidi Pangan Dipangkas Rp 300 Miliar, Lukmanul Hakim Kritik Pemprov DKI
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Di Hadapan Kader Gerindra, Prabowo Tekankan Pemimpin Sejati Harus Paham Arah Bangsa, Bukan Sekadar Punya Rasa Suka atau Tidak Suka
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya