KLa Project Hadirkan Simfoni Abadi untuk Dikenang Lewat Konser ‘AETERNITAS’

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 28 Oktober 2024
KLa Project Hadirkan Simfoni Abadi untuk Dikenang Lewat Konser ‘AETERNITAS’

KLa Project menggelar konser bertajuk AETERNITAS. (Dok. AETERNITAS))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - KLa Project menggelar konser bertajuk AETERNITAS di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (25/10) malam. Konser ini sekaligus menjadi janji yang ditepati Katon Bagaskara (vokal), LiLo (gitar), dan Adi Adrian (piano).

Sejak 1,5 bulan yang lalu, konser ini telah digadang-gadang sebagai panggung musik spesial dari sang idola untuk para penggemar dalam perayaaan HUT ke-36.

Panggung megah dan ditonton tak kurang 4.000 penonton ini, sekaligus menjadi ajang pembuktian, hampir empat dekade, Katon dan kawan-kawan masih bertaji.

Tepatnya di Gedung Istora Senayan, yang sejak sore hari sudah diguyur hujan, KLanese, sapaan akrab penggemar band asal Jakarta memadati Kawasan Senayan. Sebagian besar ABG tahun 1980-an, yang melewati masa remaja dan muda dengan lagu-lagu KLa Project.

Konser dibuka dengan lagu “Gerimis” pada pukul 20.30 WIB. Single hits tahun 1997 ini seolah menjadi lagu pembuka yang manis sebagai latar yang membawa suasana pas lantaran jalanan sekitar Senayan memang basah sehabis diguyur hujan sebelumnya.

“Konser ini istimewa. Karena biasanya kita bikin 5 tahun sekali. Tapi ini baru setahun kita bikin konser tunggal lagi. Tahu nggak kenapa Kak LiLo?” kata Katon di atas panggung membuka kata.

Baca juga:

Tak Usah Mengejar Cinta Kado Kla Project di Konser 36 Tahun

“Karena tahun ini saya genap berusia 60 tahun. Jadi, ini sponsornya….,” sambut LiLo sambil menyebut sejumlah brand menyebut brand yang menjadi ‘teman’ kalangan senior alias kaum kaum sepuh. Dan penontont pun geerrr tertawakompak. alias kaum sepuh.

Di menit-menit awal konser, Katon dan kawan-kawan menggeber dengan sejumlah hits seperti lagu “Menjemput Impian”, hingga “Dekadensi”.

“Jangan panggil kita Pakde, ya,” ucap LiLo menanggapi penonton yang menyapanya demikian.

“Iya, panggil kita Om aja,” sambut Katon di sela-sela lagu.

“Selama kita nggak dipanggil KPK dan Kejaksaan, kita asyik-asyik aja kok dipanggil dipanggil apa pun,” ucap Lilo lagi-lagi disambut riuh tawa satu Istora Senayan.

Chit-chat KLa Project dengan penonton menjadi salah satu akses khas di setiap konser tunggal band ini. Sebagai real entertainer, para Pakde atau Om ini tahu benar membangun kedekatan emosi dengan penggemar mereka yang sudah terjalin 30 tahun lebih membersamai mereka.

Saat press conference di Jakarta, beberapa waktu lalu sebelum konser, Adi Adrian sempat menuturkan selalu berusaha menampilkan aransemen musik yang baru di setiap konser bersama kedua rekannya.

Adi sebagai arsitek musik di konser-konser band yang melejit lewat tembang “Tentang Kita” ini, sukses memanjakan batas pendengaran penggemar dengan aransemen musik.

“Adi penggemar progresif rock. Kalau saya sukanya musik jazz. Tapi, malam ini Adi yang pakai jes (baca: jas) dan saya vest (baca: rompi),” celetuk Lilo dari atas panggung berkelakar tentang outfit mereka masing-masing.

KLa Project menggelar konser bertajuk AETERNITAS. (Dok. AETERNITAS))

Dalam tembang “Waktu Tersisa”, ada kolaborasi KLa Project dengan gamelan Sunda dan rampak kendang. Suara tingkahan suling dan rebab berpadu indah. Penonton seperti dibawa ke suasana magis namun manis di sela-sela lantunan lirik lagu yang dinyanyikan Katon.

KLanese disuguhi new experience surround dalam konser yang dipromotori KLa Corporation dan Kestone CLE Indonesia. Edy Khemod bertindak sebagai creative director, yang menyuguhkan visual keren dan apik.

Baca juga:

KLa Project Siap Rayakan Ulang Tahun ke-36 dengan Tata Panggung Megah

Dua layar LED besar di samping kanan dan kiri panggung, tidak hanya membidik aksi panggung masing-masing personel secara closeup. Tapi layar besar yang seperti menjadi bingkai panggung megah, sesekali juga menyajikan visual indah yang melekat dengan tema lirik dan melodi lagu. Sehingga terkesan menyatu sebagai kemasan pertunjukkan.

Sejam berlalu, panggung musik makin terasa hangat dan intim. Ocehan dan kelakar personel band membuat suasana makin terasa akrab. “Lagu Baru”, “Pasir Putih”, dan “Satu Kayuh Berdua” adalah deretan lagu yang membawa penonton untuk sing a long.

Sebagai band yang masing-masing personelnya memiliki paket komplet, Lilo juga memiliki talenta bernyanyi. Layaknya, The Beatles yang memiliki dua vokalis, ada beberapa lagu KLa yang menampilkan LiLo sebagai vokalis utama, bukan Katon.

Dalam tembang “Laguku” yang upbeat, selain berdendang, LiLo juga melakukan sedikit koreografi di atas panggung ala anak-anak tahun 1980/1990an. Suara applause , sorak sorai penonton menggema. Sementara Adi menyandang Keytar, yang oleh LiLo disebut “orgen’ alias “orgen gendong”.

Dengan tema “Resonansi Regenerasi: Musik Abadi, Jembatan Antargenerasi”, panggung musik kali ini benar-benar memadukan bukan saja kenangan tapi juga harapan. AETERNITAS, tajuk konser ini dimaknai sebagai simfoni yang abadi, jembatan yang menghubungkan generasi ke generasi dan menyajikan pertunjukkan yang akan dikenang selamanya.

Faktanya, penonton konser musik ini tidak hanya didominasi kalangan Generasi X, tapi jugaGen Milenial dan bahkan Gen Z. KLa Project membuktikan biduk pelayaran bermusik mereka bisa merengkuh penggemar dar beragam generasi.

Dalam “Lagu Baru” KLa Project mengimbuhkan rampak kendang sebagai aksen di bagianinterlude. Katon dan LiLo meliuk-liukkan badan berjoged mengikuti rotme perskusi khas Nusantara itu. Sementara penonton meningkahi dengan suara : Eaaaa, dan suasana di Istoran Senayan pecah.

Jelang paruh ketiga konser, tampil bandLomba Sihir yang membawakan hits KLa Project, “Rentang Asmara”. Band yang dimotori salah satunya oleh Tristan Juliano, putra bungsu Addie MS dan Memes di poMemes sebagai keyboardis ini, menyajikan aransemen segar di hits yang menjadi semacam ‘lagu wajib’ bagi KLanese yang menjadi semacam ‘lagu wajib’ sapaan khas penggemar KLa Project.

Baca juga:

KLa Project Rayakan 36 Tahun dalam Konser Tunggal 'Aeternitas'

Panggung besar ditinggalkan KLa Project, Katon dan kawan-kawan berpindah di mini stage di tengah-tengah venue pertunjukan.

Makin dekat dengan penonton, Katon dan LiLo bergantian menyapa beberapa tamu VVIP. Salah satunya Prof Mahfud MD dan Eros Djarot.

Lagu “Semoga” mengalun dengan iringan string section, suara biola dan bas gesek alias kontrabas. Mini stage memungkinkan rotasi arah panggung nyaris 360 derajat. Arah blocking band bisa menyapa penonton, di depan, kanan dan kiri bahkan belakang mereka.

Bukan KLa Project namanya jika tidak bisa menyiasati situasi hal tak terduga di panggung menjadi bahan amunisi menghibur. Saat akan menyanyikan tembang “Belahan Jiwa”, gitar LiLo tiba-tiba ngadat.

“Kok fals ya,” celetuk sang gitaris. Alhasil lagu dengan lirik manis itu dinyanyikan Katon dengan tingkahan petikan gitarnya yang dimainkan LiLo.

Kejutan manis membuat suasana makin asyik tatkala Katon memanggil Once Mekel ke atas panggung. Duet maut Katon dengan anggota DPR RI dari PDI-P itu sukses dalam membawakan lagu “Romansa”.

“Keren suara elo. Kenapa nggak jadi penyanyi aja sih,” kelakar Katon kepada Once Mekel.

Konser berlanjut ketika waktu menunjukkan hampir tengah malam. Intro tiupan trumpet disambut tepukan penonton.

Melodinya familiar, penanda intro tembang “Terpuruk Ku Di Sini” dibawakan. Belum lagi KLa Project naik panggung dan kembali ke stage utama, trumpetist mengajak penonton membawakan tembang “Tanah Airku” dengan latar suara alat tiup tersebut.

KLa Project menggelar konser bertajuk AETERNITAS. (Dok. AETERNITAS))

Deretan suara brass section seperti trumpet serta alto saksofon dan tenor saksofon membuat aransemen lagu-lagu yang dibawakan KLa Project malam itu menjadi penuh dan terasa megah. Band legend ini memang tak main-main menyajikan musik mereka.

Sekadar mengingatkan memori penggemar, sebenarnya KLa Project berulang tahun setiap tanggal 23 Oktober. Itulah tanggal ketika video klip tembang “Tentang Kita” ditayangkan perdana di layar TVRI, tahun 1988. Lagu tersebut meledak sebagai debut Katon dan kawan-kawan.

Katon meninggalkan profesinya sebagai pramugara maskapai penerbangan kondang dan fokus bermusik bersama 2 sahabatnya. Pilihan tepat, lirik-lirik puitis yang ditorehkan Katon di hampir semua lagu-lagu KLa Project menjadi ciri khas dan kekuatan dahsyat band tersebutdan Berjaya melintasi waktu hingga kini.

Baca juga:

Bernostalgia bersama KLa Project di 'A Decade of JSI Resort'

KLa Project adalah produsen lagu yang visioner di zamannya. Tak heran karya-karya mereka masih relevan dan enak dinikmati hingga kini. Koor berjamaah penonton terasa indah tatkala ikut bernyanyi lagu “Tak Bisa Ke Lain Hati”, “Tentang Kita” dan tentu saja, “Yogyakarta”.

Di pengujung konser diselipkan lagu terbaru yang berjudul “Tak Usah Mengejar Cinta”.

“Lagu baru ini menjawab pertanyaan banyak orang yang menunggu lagu baru dari KLa. Nah ini lagu baru kami. Sebenernya kami punya stok lagu baru banyak. Cuma akan kami keluarkan saat yang tepat nanti. Seperti lagu “Tak Usah Mengejar Cinta” kami nyanyikan perdana di konser anniversary kami yang ke-36, dan kalian adalah orang pertama yang mendengarkan lagu ini. Semoga kalian suka yaa ,” ucap Katon seraya menutup konser yang megah ini. (*)

#KLa Project #Konser #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Lizzy McAlpine Hadirkan Lagu 'Over Country', Bicara tentang Cinta, Jarak, dan Kenangan
Lizzy McAlpine, Over Country, album Angel, makna lagu Over Country, lagu Lizzy McAlpine, lirik emosional, lagu tentang kerinduan
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Lizzy McAlpine Hadirkan Lagu 'Over Country', Bicara tentang Cinta, Jarak, dan Kenangan
ShowBiz
Terinspirasi Film 'Eyes Wide Shut', ADÉLA Tuangkan Kekagumannya pada Nicole Kidman ke Lagu
ADÉLA mengangkat kekagumannya pada Nicole Kidman dalam lagu “Nicole Kidman” di album debut Prima, terinspirasi setelah menonton Eyes Wide Shut.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Terinspirasi Film 'Eyes Wide Shut', ADÉLA Tuangkan Kekagumannya pada Nicole Kidman ke Lagu
Indonesia
Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Mendunia, KMI 2026 Siap Digelar di Makassar
KMI 2026 digelar di Makassar pada 30 Oktober–1 November. Sebanyak 500 delegasi akan membahas royalti, hak cipta, AI, dan ekosistem musik Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Fadli Zon Dorong Musik Indonesia Mendunia, KMI 2026 Siap Digelar di Makassar
ShowBiz
Billy Rock Rilis EP 'State of Mind', Eksplorasi Sisi Personal dan Beragam Gaya Rap
Billy Rock merilis EP State of Mind. Simak eksplorasi musikal dan makna tiga lagu tentang perpisahan, ambisi, dan pencarian jati diri.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Billy Rock Rilis EP 'State of Mind', Eksplorasi Sisi Personal dan Beragam Gaya Rap
ShowBiz
Fontaines D.C. Gandeng ROSALÍA di 'Where Is Gone?', Single Album Terbaru 'Dopamine Chamber'
Fontaines D.C. menggandeng ROSALÍA di single 'Where Is Gone?', lagu ketiga dari album Dopamine Chamber yang dijadwalkan rilis 16 Oktober melalui XL Recordings.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Fontaines D.C. Gandeng ROSALÍA di 'Where Is Gone?', Single Album Terbaru 'Dopamine Chamber'
ShowBiz
Rol3ert Rilis Single 'With you' Bareng Johnson, Siap Gelar Showcase Perdana di Jakarta
Rol3ert merilis single 'With you' bersama Johnson menjelang album debut meet me in my head pada 21 Oktober. Simak jadwal showcase dan fan meet di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Rol3ert Rilis Single 'With you' Bareng Johnson, Siap Gelar Showcase Perdana di Jakarta
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Sediakan Nebeng Gratis Transjakarta, Cek 7 Titik Keberangkatannya
Synchronize Fest 2026 menyediakan Nebeng Gratis Transjakarta dari tujuh titik Jabodetabek pada 16–18 Oktober. Simak lokasi dan cara pemesanannya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026 Sediakan Nebeng Gratis Transjakarta, Cek 7 Titik Keberangkatannya
ShowBiz
Bernadya dan Pamungkas Bicara soal Harapan lewat Single 'Lebih Beruntung Sedikit'
Bernadya merilis 'Lebih Beruntung Sedikit' bersama Pamungkas. Diproduseri Eross Candra, lagu ini mengangkat tema menerima kenyataan dan menjaga harapan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Bernadya dan Pamungkas Bicara soal Harapan lewat Single 'Lebih Beruntung Sedikit'
ShowBiz
Avhath Rilis Album Penuh Perdana, Rangkum Perjalanan Musik Sejak 2012
Avhath merilis album penuh perdana. Berisi sembilan lagu, album ini merangkum perjalanan musikal band metal/hardcore Jakarta Selatan sejak 2012.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Avhath Rilis Album Penuh Perdana, Rangkum Perjalanan Musik Sejak 2012
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
Simak daftar nominasi Kids’ Choice Awards 2026 dalam kategori film, musik, serial TV, olahraga, kreator, gim, dan podcast. Alex Warren menjadi host.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
Bagikan