The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni

The Jansen lepas album Romantisasi Impulsif. (Foto: dok/the jansen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Suasana hangat terasa di lantai dua RM Sinar Gakong, Jakarta Selatan, saat The Jansen menggelar sesi dengar album terbaru mereka, Romantisasi Impulsif, pada Selasa (21/7).

Acara tersebut menghadirkan konsep berbeda karena para tamu tidak hanya diajak menikmati musik, tetapi juga menyantap hidangan dalam suasana santai.

Sebanyak 12 lagu yang mengisi Romantisasi Impulsif diperdengarkan secara penuh kepada para undangan. Selama sesi berlangsung, mereka juga menikmati menu hasil kolaborasi The Jansen dengan RM Sinar Gakong yang menghadirkan saus mala sebagai ciri khasnya.

Perpaduan musik dan kuliner tersebut menciptakan pengalaman yang lebih intim, sekaligus memberi gambaran utuh mengenai karya terbaru band asal Bogor itu.

Baca juga:

Jelang Album 'Romantisasi Impulsif', The Jansen Hadirkan Single 'bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)'

Penutup trilogi perjalanan kreatif The Jansen

Kini hanya diperkuat oleh Cintarama Bani Satria (Tata) dan Adji Pamungkas, The Jansen resmi memperkenalkan album kelima mereka yang sekaligus menjadi penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal (2022) dan Durja Bersahaja (2024).

Album Romantisasi Impulsif memuat 12 lagu yang dirancang sebagai akhir dari rangkaian cerita yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.

Konsep album ini berangkat dari tiga kata sederhana, yakni jika, bila, dan andai, yang menjadi benang merah di setiap lagu. Lewat berbagai pertanyaan dan pengandaian tersebut, The Jansen mengajak pendengar merenungkan beragam kemungkinan dalam kehidupan, mulai dari impian akan masa depan, realitas sosial, hingga harapan yang kerap berbenturan dengan kenyataan.

Kisah Johan dan Marni menjadi pusat narasi

Dalam album ini, The Jansen menyusun alur cerita layaknya sebuah film yang memiliki pembukaan, konflik, titik klimaks, momen hening, hingga penutup.

Seluruh cerita berpusat pada dua tokoh fiktif, Johan dan Marni. Johan digambarkan sebagai anak dari keluarga berada yang kemudian jatuh miskin, sedangkan Marni telah lama hidup dalam keterbatasan ekonomi. Hubungan keduanya tumbuh di tengah situasi yang tidak pernah berpihak kepada mereka.

Alih-alih menghadirkan kisah cinta yang melodramatis, Romantisasi Impulsif menampilkan realitas hubungan dua insan yang harus menghadapi tekanan sosial dan ekonomi.

Kemiskinan memang menjadi bagian dari perjalanan mereka. Namun, persoalan yang lebih besar justru datang dari sistem yang dianggap semakin mempersempit ruang hidup masyarakat kecil.

Kebijakan publik, birokrasi, hingga berbagai ketimpangan sosial menjadi penghalang yang memisahkan Johan dan Marni, sekaligus menjadi kritik sosial yang disisipkan The Jansen sepanjang album.

Di tengah berbagai keterbatasan, Johan dan Marni tidak hanya digambarkan sebagai pasangan yang saling menguatkan.

Mereka juga memilih melawan keadaan dan sistem yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil. Kisah cinta keduanya hadir sebagai simbol perlawanan, meski tak pernah menjadi bagian dari narasi besar yang sering digaungkan dalam ruang-ruang resmi.

Baca juga:

Lirik 'Andai Kita Tumbuh Besar Nanti' The Jansen, Kritik Sosial Terinspirasi Novel Orexas Remy Sylado

Romantisasi Impulsif Layak diadaptasi menjadi film

Di balik konsep tersebut, Adji Pamungkas melihat potensi Romantisasi Impulsif untuk berkembang ke medium lain.

"Kami pengin ngasih penawaran lain atas pembacaan album," ujarnya. "Kalau album ini bisa kok dijadikan film," sambungnya.

Menurut Adji, seluruh lagu dalam album ini telah memiliki struktur cerita yang lengkap, mulai dari karakter, konflik, hingga penyelesaiannya.

Dengan latar sosial dan politik yang menjadi fondasi kisah Johan dan Marni, ia menilai Romantisasi Impulsif memiliki seluruh elemen yang dibutuhkan untuk diadaptasi menjadi film layar lebar.

Melalui Banal, Durja, hingga Romantisasi, The Jansen akhirnya menuntaskan trilogi yang telah mereka bangun selama beberapa tahun terakhir.

Romantisasi Impulsif menjadi penanda berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan kreatif mereka. Meski demikian, berakhirnya trilogi bukan berarti menjadi akhir langkah The Jansen.

Untuk saat ini, mereka belum memiliki gambaran pasti mengenai arah karya berikutnya. Namun, justru ketidakpastian itulah yang mereka nikmati karena membuka ruang untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan baru dalam perjalanan bermusik mereka. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Stevan Pasaribu Gandeng Andi Rianto, Ungkap Sisi Lain Sebuah Hubungan lewat Single 'Siapa yang Tahan'
Stevan Pasaribu menggandeng Andi Rianto dan Kamga dalam lagu “Siapa yang Tahan”, yang mengangkat kisah hubungan penuh luka dan batas kesabaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Stevan Pasaribu Gandeng Andi Rianto, Ungkap Sisi Lain Sebuah Hubungan lewat Single 'Siapa yang Tahan'
ShowBiz
Lirik dan Makna Lagu 'Out of Time' The Weeknd tentang Hubungan yang Kian Menjauh
Makna lagu Out of Time The Weeknd mengisahkan penyesalan karena terlambat menyadari kesalahan dalam mempertahankan sebuah hubungan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Lirik dan Makna Lagu 'Out of Time' The Weeknd tentang Hubungan yang Kian Menjauh
ShowBiz
Float Bicara tentang Luka, Kecemasan, dan Kekuatan untuk Bangkit di Lagu 'Yang Kembali Pulih'
Float merilis EP 'Constant Changes' bersama single 'Yang Kembali Pulih' yang membawa pesan tentang luka, keraguan, dan keberanian untuk bangkit.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Float Bicara tentang Luka, Kecemasan, dan Kekuatan untuk Bangkit di Lagu 'Yang Kembali Pulih'
ShowBiz
KickFlip Rilis Single 'Puzzle Piece', Lirik Lagunya Bicara tentang Proses Menemukan Jati Diri
KickFlip merilis 'Puzzle Piece' sebagai pembuka mini album KICK OFF THE WALL Pt. 1. Lagu ini mengangkat kecemasan, jati diri, dan ketidaksempurnaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
KickFlip Rilis Single 'Puzzle Piece', Lirik Lagunya Bicara tentang Proses Menemukan Jati Diri
ShowBiz
Ada Kesepian hingga Keputusasaan, Ini Makna Lagu 'Dreams Come True' Park Eun Bin
Park Eun Bin merayakan 30 tahun perjalanan debut lewat album spesial. Lagu 'Dreams Come True' mengisahkan perjuangan mengejar dan mewujudkan impian.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Ada Kesepian hingga Keputusasaan, Ini Makna Lagu 'Dreams Come True' Park Eun Bin
ShowBiz
Rendy Orthodoxy Chants Terjemahkan Kegelisahan Lewat 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago'
Rendy Orthodoxy Chants menghadirkan dua sisi berbeda di 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago', ledakan amarah hingga kegelisahan menghadapi ketidakpastian.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Rendy Orthodoxy Chants Terjemahkan Kegelisahan Lewat 'Raging Cult' dan 'False Hope Archipelago'
ShowBiz
Ikuti Langkah BTS, Stray Kids Boikot Grammy
Billboard sebelumnya sempat menyebut Stray Kids sebagai salah satu kandidat kuat untuk kategori baru 'Best Asian Pop Music Performance'.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Ikuti Langkah BTS, Stray Kids Boikot Grammy
ShowBiz
Jasmine Yen Tampil Misterius di 'SWEAT', Single yang Bawa Pendengar ke Sisi Gelap
Jasmine Yen membuka era baru lewat single dark pop 'SWEAT' yang mengeksplorasi hasrat, obsesi, dan sensasi kehilangan kendali.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Jasmine Yen Tampil Misterius di 'SWEAT', Single yang Bawa Pendengar ke Sisi Gelap
ShowBiz
Ade Govinda Gandeng Dinda Kirana dan Theo Supple untuk Hidupkan Kisah 'Timpang'
Dinda Kirana dan Theo Supple menjadi pasangan suami istri dalam video klip 'Timpang' Ade Govinda yang mengangkat kisah kehilangan, trauma, dan penyesalan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Ade Govinda Gandeng Dinda Kirana dan Theo Supple untuk Hidupkan Kisah 'Timpang'
ShowBiz
Aziz Hedra Kembali dengan 'Backseat', Lagu Personal tentang Proses Pendewasaan
Aziz Hedra merilis single 'Backseat' yang mengangkat cerita personal tentang pendewasaan, kehidupan sebagai perantau, dan mimpi masa kecil.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Oktober 2026
Aziz Hedra Kembali dengan 'Backseat', Lagu Personal tentang Proses Pendewasaan
Bagikan