MerahPutih.com – The Jansen kembali menghadirkan karya baru yang penuh energi khas mereka lewat single “andai kita tumbuh besar nanti”, yang resmi dirilis Rabu, 8 Juli 2026.
Lagu itu menjadi single kedua dari album terbaru Romantisasi Impulsif, setelah sebelumnya membuka dengan “bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)”.
Baca juga:
Terinspirasi Novel Orexas Remy Sylado
Proses kreatif lagu ini mengambil refrensi dari novel Orexas karya Remy Sylado yang dibaca Adji Pamungkas, bassist sekaligus penulis lirik The Jansen. Potongan cerita, pengalaman kolektif, hingga diksi yang ditemuinya kemudian dirangkai menjadi lirik yang penuh kritik sosial.
Gue nulis lagu ini setelah baca-baca cerita dan diksi dari berbagai sumber. Di dalamnya, gue nemuin hal-hal kayak ‘papi hanyut sama masalahnya’, ‘mami gak peduli’, dan ‘kejebak dalam pamer sosialita’,
Adji Pamungkas, penulis lirik.
Lirik Penuh Sindiran Sosial
Album Romantisasi Impulsif menjadi wadah eksplorasi musikal The Jansen dengan nuansa punk-rock. Single terbaru ini menyoroti dinamika keluarga, tekanan sosial, dan pencarian makna hidup di tengah budaya pamer yang kian marak.
Lirik yang lugas dan penuh sindiran sosial, tetapi mudah dicerna membuat karya ini relevan dengan generasi muda yang akrab dengan isu keluarga, media sosial, dan tekanan gaya hidup.
Baca juga:
Lima Lagu, Tiga Sutradara, The Jansen Sajikan Antologi Visual untuk 'Banal semakin Binal'
Andai Kita Tumbuh Besar Nanti - Adji Pamungkas/The Jansen
Seorang anak dibesarkan trauma
Manakala dianggap gulma
Sungguh berani nyalinya
Saban hari memaki papinya
Kembanglah
dikau walau dibandingkan
tetangga sebelah
Di kala berseteru tuk penuhi
standart-nya keluarga
Melaju
cepat lebih laju dari
layanan barang dan jasa
Tumbuhlah
besar walau selalu harus
dipandang sebelah mata
Muda berdosa
menua memang tak ada
menua memang tak kan ada kapoknya
Papinya terlilit hutang pinjaman
Kala rumah menunggak sewa
Maminya tak mau mengalah
Bicara pamor sosialita
Kembanglah
dikau walau dibandingkan
tetangga sebelah
Di kala berseteru dengan semua
sanaknya saudara
Melaju
cepat lebih laju dari
layanan barang dan jasa
Tumbuhlah
besar walau selalu harus
dipandang sebelah mata
Muda berdosa
menua memang tak ada
menua memang tak kan ada kapoknya
Anaknya dalam pengaruh substansi
yang dirampas dari kantungnya
Dalam perkulam menenggak m1r45
Dari pinjaman hasil b3r7uD1
Kembanglah
dikau walau dibandingkan
tetangga sebelah
Di kala berseteru dengan semua
sanaknya saudara
Kembanglah
dikau walau dibandingkan
tetangga sebelah
Di kala berseteru tuk penuhi
standart-nya keluarga
Muda berdosa
menua memang tak ada
menua memang tak kan ada kapoknya.
(far)

