Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kisah Unik Kebun Anggur Terkecil di Dunia

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 14 September 2022
Kisah Unik Kebun Anggur Terkecil di Dunia

Via Mari 10 dianggap sebagai kebun anggur terkecil di dunia (Foto: Facebook/Via Mari 10)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBUAH kebun anggur bernama 'Via Mari 10' dengan luas sekira 200 kaki persegi dan menghasilkan 29 botol anggur per tahun menyimpan cerita unik. Kebun ini dianggap sebagai kebun anggur terkecil di dunia. Kebun tersebut terletak di wilayah Reggio Emilia, Italia.

Nama Via Mari 10 diambil dari nama dan nomor jalan dimana kebun anggur ini terletak. Meski kecil, kebun ini bukanlah kebun anggur biasa. Bukan hanya ukuran kebun yang sangat kecil, tapi juga memiliki hasil anggur tahunan yang sangat terbatas.

Ada satu keanehan tentang kebun anggur Via Mari 10. Kamu boleh membeli anggurnya, tapi dilarang meminumnya. Pemilik kebun anggur menganggap bahwa 29 atau lebih botol anggur yang diproduksi setiap tahun merupakan sebuah karya seni yang harus dikumpulkan dan dikagumi dibandingkan harus dikonsumsi.

Baca Juga:

Tren Berkebun Kian Populer Ditengah Pandemi COVID-19

Kebun Anggur Via Mari 10 bisa menghasilkan sekitar 29 botol anggur dalam setahun (Foto: Facebook/Giovanni Mandara)

Hal tersebut terdengar begitu aneh karena kamu harus membayar sekira Rp 74 juta untuk sebotol anggur yang tidak bisa kamu minum.

"Anggur saya adalah bentuk ekspresi artistik, ajakan berpikir, sesuatu untuk disimpan di ruang tamu kamu sehingga kamu dapat mengobrol dengan teman-temanmu dan memberi tahu mereka tentang orang gila yang meletakkan kebun anggur di atapnya," ujar Pemilik Via Mari 10, Tulio Masoni, pada CNN.

Lebih lanjut Tulio menjelaskan, "Jika kamu melihat roda sepeda di ruang tamu daripada di bengkel, kamu akan menyadari betapa indahnya itu. Kebun anggur saya tidak terduga, itu merangsang otak dan memicu pemikiran baru," tambahnya.

Sebagai informasi, Tulio Masoni mendirikan kebun anggur yang tidak biasa setelah menjual kebun anggur perdesaan yang diwarisi dari ayahnya. Kala itu, dia berpikir mengoperasikan kebun anggur tidak akan masuk akal secara finansial, tapi dia kemudian menyesalinya. Hingga akhirnya Tulio memutuskan memulai kebun anggur mininya.

Tanaman merambat angiovese yang jadi andalan untuk pembuatan anggurnya diberi pupuk dengan campuran telur, pisang, rumput laut, dan kotoran burung bul-bul. Menurut Masoni, tanaman anggurnya memiliki keunggulan dibanding tanaman anggur perdesaan. Tapi itu tidak begitu berarti, mengingat kamu tidak dibolehkan meminum anggur tersebut.

"Saya satu-satunya produsen anggur di dunia yang mengatakan, 'Kamu tidak boleh minum anggur itu'," ujar Masoni seraya mengatakan bahwa setiap botol adalah karya seni yang dirancang untuk direnungkan, bukan untuk dikonsumsi.

Baca Juga:

Tips Berkebun Bagi Pemula

Via Mari 10 botol wine tidak bisa dibeli di toko wine biasa atau bahkan di produsennya sendiri. Sebaliknya, anggur tersebut ditawarkan melalui Galeri Seni Bonioni lokal dengan harga USD 5.000 atau sekitar Rp 74 juta.

Harga tersebut memang cukup mahal untuk sebotol anggur, tetapi jika kamu menganggapnya sebagai karya seni yang dapat dikoleksi, sepertinya harga tersebut mulai masuk akal.

Untuk berjaga-jaga jika pembeli penasaran seperti apa rasanya anggur merah yang luar biasa eksklusif ini, Masoni mengklaim bahwa "pada tegukan pertama kamu mendapatkan banyak kebingungan, tetapi setelah beberapa detik sesuatu menjadi hidup di langit-langit mulut kamu yang membuka pikiran kamu untuk sebuah dimensi baru". Kecuali kamu memiliki Rp 74 juta untuk digunakan, kamu hanya perlu menuruti kata-katanya. (Ryn)

Baca Juga:

Berkebun di Dalam Rumah? Kenapa Enggak

#Anggur Merah #Perkebunan Sawit #Tanaman Unik #Wine
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Teknologi Pindai Laser Terbaru Bisa Deteksi Miras Palsu, Intip Cara Kerjanya!
Peneliti Universitas Adelaide kembangkan teknologi laser berbasis spektroskopi Raman untuk mendeteksi miras palsu tanpa membuka botol, bahkan melalui kaca berwarna.
Wisnu Cipto - Sabtu, 18 Juli 2026
Teknologi Pindai Laser Terbaru Bisa Deteksi Miras Palsu, Intip Cara Kerjanya!
Berita
Harga TBS Jatuh, Satgas Pangan Polri Lakukan Penyelidikan ke 173 Pabrik Kelapa Sawit
Sampai saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mencari dan menemukan apakah terdapat peristiwa pidana yang terjadi atau tidak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
Harga TBS Jatuh, Satgas Pangan Polri Lakukan Penyelidikan ke 173 Pabrik Kelapa Sawit
Indonesia
STDB Jadi Kunci Peningkatan Produktivitas Petani Sawit Swadaya
STDB yang mencakup informasi geospasial, bisa juga digunakan sebagai data untuk dukungan bantuan yang diberikan pada petani sawit swadaya yang lebih tepat sasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
STDB Jadi Kunci Peningkatan Produktivitas Petani Sawit Swadaya
Lifestyle
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Karya musik digital tersebut secara gamblang mengangkat isu kondisi Papua terkini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026
Lirik 'Pesta Para Babi Pembangunan', Lagu Tentang Keserakahan Korporasi di Tanah Papua Viral di Medsos
Indonesia
Wajib Tepati Standar Ketat Keberlanjutan, Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau
Industri kelapa sawit memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
 Wajib Tepati Standar Ketat Keberlanjutan, Industri Sawit Wujudkan Ekonomi Hijau
Indonesia
PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit, Dorong Invensi Jadi Inovasi Bisnis
Sebagian besar hasil riset kelapa sawit masih berhenti pada tataran publikasi ilmiah dan belum berlanjut ke tahap implementasi praktis di industri.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit, Dorong Invensi Jadi Inovasi Bisnis
Fun
Sudestada Malbec Day 2026, Festival Wine Argentina Hadir di Jakarta
Sudestada Jakarta menggelar Malbec Day 2026 selama dua hari. Festival ini menghadirkan wine tasting, pairing eksklusif, dan promo hingga 40 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Sudestada Malbec Day 2026, Festival Wine Argentina Hadir di Jakarta
Indonesia
Industri Perkebunan Terapkan Kesetaraan Gender, Buka Peluang bagi Perempuan Pekerja
Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) menyebut 86 persen tenaga kerja dalam proses produksi kelapa sawit diisi perempuan khususnya pada tahapan awal dalam rantai pasok.
Dwi Astarini - Kamis, 26 Maret 2026
 Industri Perkebunan Terapkan Kesetaraan Gender, Buka Peluang bagi Perempuan Pekerja
Indonesia
Pemerintah Siapkan 870 Hektare Buat Tanaman Perkebunan
Dari sisi ketahanan energi, program ini juga bertujuan untuk menghasilkan komoditas-komoditas yang mampu menjadi sumber energi untuk biofuel, seperti singkong, tebu, hingga kelapa sawit.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Pemerintah Siapkan 870 Hektare Buat Tanaman Perkebunan
Indonesia
Presiden Prabowo Tegaskan Integritas, tak Peduli Rekan, Langsung Tindak Tegas Siapa pun yang Salah
Prabowo menceritakan ketegasannya saat dihadapkan pada daftar puluhan perusahaan pelanggar aturan yang izinnya terancam dicabut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Prabowo Tegaskan Integritas, tak Peduli Rekan, Langsung Tindak Tegas Siapa pun yang Salah
Bagikan