Kisah Dramatis Orang Tua dari Sepupu Ifan Seventeen
Ifan. (Sumber: Instagram/ifanseventeen)
MerahPutih.com - Pihak keluarga korban tsunami asal Kota Singkawang didampingi staf Dinas Sosial setempat melakukan penjemputan terhadap jenazah Nurmala yang dikabarkan meninggal usai diterjang tsunami Banten.
"Kita masih dalam perjalanan menuju RSUD Berkah Pandeglang, Banten," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang Agus Purnomo, saat mendampingi pihak keluarga korban, Kamis (27/12).
Ironisnya, berita yang cukup mengejutkan itu baru diketahuinya pada Senin (24/12) malam.
Mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama keluarga korban langsung menyelesaikan segala administrasi yang dibutuhkan untuk proses pemulangan jenazah.
"Sehingga sesuai permintaan pihak RSUD Berkah, maka hari ini (Kamis) kita pun berangkat dari Singkawang," ujarnya.
Begitu tiba di Bandara Jakarta, mereka bertiga pun langsung di jemput oleh mobil ambulans RSUD Berkah Pandeglag, Banten.
"Jadi, saya belum bisa memastikan, apakah jenazah sudah bisa dibawa pada hari ini atau belum. Karena belum bertemu dengan pihak rumah sakit," kata Agus.
Kalaupun bisa langsung dibawa, Agus mengatakan tentunya pihak keluarga harus memastikan pesawat terakhir dari Jakarta ke Pontianak sampai pukul berapa. "Intinya kita usahakan secepat mungkin. Karena kita juga tidak mau jenazah sampai berlama-lama di rumah sakit," ujarnya.
Diketahui, warga Kota Singkawang bernama Nurmala, yang tinggal di Jl Uray Dahlan M Suka Gang Idi M Soleh, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah ini dikabarkan meninggal usai diterjang tsunami Banten, pada Sabtu (22/12) malam.
Nurmala dihantam tsunami saat menyaksikan konser Ifan Seventeen yang berlangsung di Tanjung Lesung, Banten.
Nurmala juga ternyata mempunyai hubungan keluarga dengan Ifan Seventeen, lantaran ibu Ifan dan ayah Nurmala merupakan kakak beradik.
Bahkan Nurmala juga sempat tinggal bersama Ifan Seventeen selama kurang lebih 7 bulan di Kota Bogor.
Bagikan
Berita Terkait
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Lalin Jembatan Bailey Bireuen Aceh-Medan Gantian Tiap 1 Jam, Buka-Tutup Hingga September
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Kemenhut Bentuk Tim Percepatan Pembersihan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatra
Kapolda Ajak Masyarakat Aceh Tamiang Jadikan Lumpur Sisa Banjir untuk Media Tanam Tumbuhan
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Enam Perusahaan di Ujung Tanduk, KLH Siapkan Gugatan Triliunan Atas Tragedi Longsor Sumatra
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor