Kisah Betty dan Pemilu

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 22 April 2019
Kisah Betty dan Pemilu

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos di Jakarta, Minggu (21/4/2019). (ANTARA News/Devi Nindy Sari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - “Perempuan itu harus mandiri” demikian pesan orang tua dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos yang terus dikenangnya hingga saat ini.

Bekerja melayani publik sekaligus sektor "domestik" dengan mengurus rumah tangga, bukan hal mudah untuk sebagian perempuan. Tetapi itu tantangan bagi Betty Epsilon, perempuan kelahiran Medan, 22 Maret 1979 itu.

"Menjadi mandiri dengan menemukan apa yang kau sukai, jikalau kau menjadi dewasa," kata Betty mengutip pesan orang tuanya.

Betty mengemban jabatan sebagai Ketua KPU DKI Jakarta periode 2017-2022, istri Zulkarnain Awat Amir dan ibu bagi tiga anak-anaknya.

Perempuan tidak lepas dari empat peranan, sebagai anak dari kedua orang tua, istri dari suami, ibu dari anak-anak, dan menjadi seorang professional.

"Saya bercita-cita untuk menjadi manusia yang bermanfaat, jadi kemanfaatnya saya apabila yang dapat menyalurkan apa yang menjadi minat saya," kata Betty seperti ditulis Antara.

Memilih bekerja pada sektor publik dan terjun ke masyarakat, merupakan pilihan Magister Ilmu Politik Pascasarjana Universitas Indonesia itu.

Sejak kecil Betty telah dibentuk orang tuanya untuk menjadi mandiri, aktif mengikuti organisasi, bergaul di masyarakat, bertemu banyak orang, dan selalu berbagi hingga saat ini.

"Saya terjun ke masyarakat karena kemampuan yang saya miliki dan bekerja sesuai minat serta keinginan untuk bermanfaat bagi masyarakat," jelas ketua Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (Kohati) periode 2006-2018 tersebut.

Bekerja melayani masyarakat dan ibu rumah tangga sekaligus, merupakan karunia bagi Betty sebagai seorang perempuan.

Namun bukanlah tidak memiliki kendala, sehingga perempuan, menurut dia dituntut untuk selalu memperbaiki diri dan memberikan yang terbaik.

Perempuan yang memilih berkecimpung di dunia publik, merupakan pilihan sadar mereka, karena minat dan bakat bahkan tujuan hidup setiap orang berbeda-beda.

Namun, apa pun pilihannya, sebagai manusia, pengembangan diri bagi perempuan sangatlah penting. "Kualitas kita tidak hanya di sektor publik, tetapi jadi ibu juga harus berkualitas," tegas Betty yang pernah menerima penghargaan Panitia Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) pada 2015 lalu.

Betty mencontohkan, saat dirinya menjadi seorang ibu rumah tangga, dia memahami air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi anak-anaknya.

Bagaimana kualitas ASI dapat dimanfaatkan anak-anak dengan baik. Kemampuan itu dikembalikan kepada seorang ibu, untuk memberikan hal terbaik bagi anak-anaknya.

Komunikasi yang baik dengan keluarga, suami, orang tua dan anak-anak merupakan kunci utama suksesnya peran ganda yang dilakukannya saat ini.

Kualitas waktu dalam bertemu terus dijaga, bakan dengan anak-anak karena dirinya juga seorang ibu.

"Ketika saya bekerja, sebenarnya saya ingin menunjukkan kepada anak-anak, bahwa mereka bisa bisa lebih baik dari ibunya. Pemanfaatan diri sebagai manusia bisa lebih baik dan belajar langsung dari ibu," Betty menguraikan.

Betty menegaskan dalam bekerja ganda, yang terpenting adalah menjaga kualitas waktu bertemu keluarga, membagi peran bersama suami, dan melakukan komunikasi yang baik dengan seluruh keluarga.

"Saya berusaha menjaga kualitas waktu bersama mereka. Kami makan, nonton bahkan bermain bersama-sama," ujarnya.

Bahkan kata Betty, saat segala upaya untuk menyukseskan Pemilu saat ini, terkadang dia membawa anak-anaknya ke kantor hanya ingin melihat bagaimana ibunya bekerja untuk masyarakat.

"Kalau waktu libur, kadang-kadang saya bawa mereka untuk melihat ibunya bekerja. Sehingga mereka mengerti, di sektor apa ibunya bekerja dan apa yang dilakukan oleh ibunya. Mereka pasti akan paham dengan melihat bagaimana ibunya bekerja," Betty menjelaskan.

Setiap perempuan memiliki kondisi berbeda, ketika bekerja pada sektor publik atau pun domestik. Namun apa pun pekerjaanya, hal itu merupakan pembelajaran seumur hidup untuk dapat menjadi manusia yang lebih baik.

"Moto saya, hanya melakukan yang terbaik, kita tawakal, mudah-mudahan Tuhan memberikan jalan," ujarnya.

Betty belum mengetahui hingga kapan mengabdi dan melayani publik. Tetapi dia berkomitmen sepanjang nyawa masih di badan, sepanjang hal itu masih dapat dilakukannya, maka akan terus berjuang dengan keyakinan dan kemampuan yang dimilikinya.

"Semangat dan spririt yang dikembangkan pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini memberikan ingatan baru, bahwa seorang perempuan harus mempunyai andil dalam memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," pesan Betty yang pernah menjadi pembicara First Annual of Summit of Malaysian Student Leader di Kuala Lumpur pada 2007. (*)

Baca Juga: Tak Sediakan Asuransi untuk Pengaman Pemilu, KPU: Kami Akan Gotong Royong

#Pemilu 2019 #Komisi Pemilihan Umum
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
KPU juga menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memvalidasi pemilih di mancanegara menggunakan Nomor Induk Kependudukan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Pemilih Indonesia Tembus 211 Juta, KPU RI Ketok Palu Data Paling Update Semester II 2025
Indonesia
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Afifuddin mengaku telah membatasi jumlah pemilih di setiap TPS untuk meminimalkan korban
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 28 Juni 2025
Ketua KPU Nilai Pemilu Terpisah Ideal, Singgung Kematian Petugas di 2019
Indonesia
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Idealnya, ada jeda waktu antara satu setengah hingga dua tahun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Mei 2025
KPU Minta Jeda Waktu Pilkada Jangan Sampai Bikin Panitia Pemilu 'Enggak Bisa Napas'
Indonesia
KPU Tindaklanjuti Putusan MK Soal PSU di 24 Pilkada, Segera Koordinasi dengan Kemendagri
Baik dari sisi hukum dan teknis penyelenggaraan, serta konsekuensi anggarannya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Februari 2025
KPU Tindaklanjuti Putusan MK Soal PSU di 24 Pilkada, Segera Koordinasi dengan Kemendagri
Indonesia
DPR-KPU Sepakat Gelar Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang September 2025
Syarat pilkada ulang digelar bila calon tunggal tidak mendapatkan suara lebih dari 50 persen.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 September 2024
DPR-KPU Sepakat Gelar Pilkada Ulang Jika Kotak Kosong Menang September 2025
ShowBiz
Gandeng Garin Nugroho, KPU Hadirkan Film Drama Komedi 'Tepatilah Janji'
Film Tepatilah Janji akan tayang terbatas di bioskop-bioskop tanah air, serta beberapa televisi nasional dan OTT.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Agustus 2024
Gandeng Garin Nugroho, KPU Hadirkan Film Drama Komedi 'Tepatilah Janji'
Indonesia
DKPP Tak akan Panggil Para Komisione KPU di Dugaan Kasus Asusila Hasyim Asy'ari
Mengenai pihak-pihak yang akan dipanggil sebagai pihak terkait pada prinsipnya adalah mereka yang relevan dan dibutuhkan keterangannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Mei 2024
DKPP Tak akan Panggil Para Komisione KPU di Dugaan Kasus Asusila Hasyim Asy'ari
Indonesia
Dilaporkan Atas Dugaan Asusila, Ketua KPU Berencana Lapor Balik
Hal itu dikatakan Hasyim usai menjalani sidang perdana kasus dugaan asusila pada Rabu (22/5)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Mei 2024
Dilaporkan Atas Dugaan Asusila, Ketua KPU Berencana Lapor Balik
Indonesia
Pemungutan Suara Ulang di Kuala Lumpur Tanggal 9-10 Maret
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan melakukan pengawalan dari awal hingga selesai. Besoknya, surat suara itu bakal dihitung bersamaan dengan hasil PSU dari metode TPS.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 02 Maret 2024
Pemungutan Suara Ulang di Kuala Lumpur Tanggal 9-10 Maret
Indonesia
Bupati Sidorajo Penuhi Panggilan KPK
Yang bersangkutan saat ini telah hadir
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Februari 2024
Bupati Sidorajo Penuhi Panggilan KPK
Bagikan