Kids Festival Sukses Digelar, Bahas Pentingnya Pakai Popok Berkualitas agar Anak Bebas Bereksplorasi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 02 Agustus 2024
 Kids Festival Sukses Digelar, Bahas Pentingnya Pakai Popok Berkualitas agar Anak Bebas Bereksplorasi

Acara Kids Festival. (Foto: Makuku)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Makuku bersama komunitas ibu hamil Mommils Birth Club Community sukses menggelar Kids Festival Spesial Hari Anak Nasional dengan tema “Bebas Bereksplorasi, Si Kecil Berani Coba” di Pororo Park Indonesia pada 31 Juli 2024.

Acara ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi anak-anak untuk bebas bergerak dan bereksplorasi, sekaligus memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya memilih popok yang tepat untuk menjaga kesehatan kulit.

Kegiatan ini menghadirkan dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Nitish Basant Adnani, B.Med.Sc, M.Sc, Sp.A dan Winona Willy sebagai mom influencer.

Dalam acara tersebut, Nitish menjelaskan anak-anak pada masa pertumbuhan sangat membutuhkan kebebasan untuk bereksplorasi, karena hal ini merupakan bagian penting dari pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Baca juga:

Tasya Kamila Pilih Popok Organik untuk Kenyamanan Buah Hati

"Bebas bereksplorasi berarti orang tua memberikan ruang bagi anak untuk belajar mengenali lingkungan sekitarnya dan melatih kemampuan diri mereka," kata Nitish, dalam keterangan resminya.

Dengan membiarkan anak bebas bereksplorasi, lanjut Nitish, para orang tua juga dapat mengidentifikasi minat dan bakat si kecil. Memberikan kebebasan anak dalam bereksplorasi sebaiknya disertai dengan perawatan yang tepat.

"Salah satunya dengan pemilihan popok yang tepat agar si kecil lebih nyaman dalam bereksplorasi. Popok yang tepat tidak hanya membantu mencegah ruam popok, tetapi juga memberikan kenyamanan yang memungkinkan si kecil untuk bergerak leluasa," ujarnya.

Selain itu, Titi Nurmalasari, Head of Communications MAKUKU Indonesia mengatakan perkembangan anak melibatkan berbagai tahapan pertumbuhan yang saling berhubungan. Untuk melewati proses tersebut, orang tua seringkali dihadapkan oleh beberapa tantangan seperti bagaimana cara efektif mendukung si kecil mencapai perkembangan yang optimal.

Baca juga:

Tak Jadi Limbah, Popok Bekas Bermanfaat untuk Bangunan Rumah

"Acara ini dapat mengedukasi para orang tua dalam memberikan perawatan terbaik demi menunjang kesehatan kulit dan kenyamanan anak terutama dalam menekan risiko ruam popok," ujar Titi.

Sementara itu, Winona mengaku sebagai seorang ibu ia tahu betapa pentingnya memilih popok yang tepat untuk kenyamanan anak. Popok yang nyaman dan tipis sangat membantu anak-anak bebas bergerak dan bereksplorasi tanpa hambatan. Dengan demikian, tak selalu anak membutuhkan popok tebal demi menunjang kenyamanannya.

"Setelah pakai MAKUKU ternyata popok tipis juga bisa mengurangi risiko kebocoran popok karena menggunakan SAP Thin Core," tuturnya. (ikh)

#Parenting #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan