Kicauan Para Pejabat soal Kematian Angeline

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 11 Juni 2015
Kicauan Para Pejabat soal Kematian Angeline

Foto: Fanpage Facebook Angeline

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kriminal - Kisah tragis yang menimpa bocah cantik Angeline terbongkar sudah. Anak berumur 8 tahun itu yang dikabarkan hilang sejak 16 Mei lalu akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah dikubur di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, Rabu (10/6).

Kabar ditemukan jasad Angeline ini langsung menyebar dan menjadi pusat perbincangan di media sosial Twitter. Tak hanya netizen, para pejabat juga ikut perihatin dengan kejadian ini.

Anggota DPR RI, Budiman Sudjatmiko mengaku tak habis pikir dengan apa yang menimpa Angeline. Melalui akun Twitter pribadinya, Budiman menulis: "Azas keseimbangan apa dari peristiwa matinya orang tak berdosa. Entah karena korban perang atau kecantikannya yg polos? #Angeline."

Tak hanya itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Yuddy Chrisnandi, juga ikut perihatin dengan insiden tersebut.

"Selamat kepada jajaran Polda Bali yang telah menemukan keberadaan Angeline. Duka cita yg dalam," tulisnya di Twitter.

"Keprihatinan, saat mengetahui Angeline Hilang. Kebahagiaan, saat berita ditemukan. kesedihan dan duka. Firasat yg menggerakan sy mendesak. Polda Bali mencari Angeline semaksimal mungkin dan meminta 'masuk' paksa memeriksa rumahnya."

"Selamat jalan, Angeline. Selamat jalan Anakku menuju syurga yg abadi."

Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengurus Pusat Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, ikut bersimpati atas meninggalnya Angeline. Dalam akun Twitternya, Ulil menulis: "Tuhan, sayangilah arwah Angeline. Anak manis berumur 8 tahun itu dikuburkan dalam keadaan masih mendekap boneka kesayangannya."

"Tak ada ciptaan Tuhan yg lebih mengagumkan daripada anak-anak. Mereka adalah lambang dari kemungkinan yang nyaris tanpa batas."

Mirisnya dalam proses tersebut tidak tampak satu pun anggota keluarga Angline. Kini pihak kepolisian tengah mengamankan enam orang. Belum diketahui secara pasti motif pembunuhan bocah nahas tersebut, namun polisi menduga pelakunya adalah ibu asuhnya sendiri bernama Margareta.


Baca Juga:

Tanggapan KPAI Terkait Kasus Tewasnya Angeline

Angeline Korban Drama Margareta Sang Ibu Angkat?

Jasad Angeline Ditemukan Terkubur di Bawah Kandang Ayam, Ibu Asuh Diamankan

 

#Tindakan Kriminal #Pembunuhan #Bocah Angeline
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Komisi III DPR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penyekapan 3 Karyawan Percetakan di Senen
Komisi III DPR RI meminta polisi mengusut tuntas kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di Senen, Jakarta Pusat.
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
Komisi III DPR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penyekapan 3 Karyawan Percetakan di Senen
Indonesia
Taufik Hidayat Ganti Gaya Rambut Saat Ditangkap Polisi, Begini Tampang Terbarunya
Foto terkini pascapenangkapan yang didapat Merahputih.com memperlihatkan perubahan mencolok pada penampilan fisik Taufik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Taufik Hidayat Ganti Gaya Rambut Saat Ditangkap Polisi, Begini Tampang Terbarunya
Indonesia
Legislator PKB Kutuk Penyekapan Sadis di Bandung, Desak Polisi Segera Bekuk Pelaku
Kejahatan ini telah melampaui batas perikemanusiaan dan menuntut penerapan pasal berlapis agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
Legislator PKB Kutuk Penyekapan Sadis di Bandung, Desak Polisi Segera Bekuk Pelaku
Indonesia
2 Tentara Pembunuh Kacab BRI Divonis Bayar Restitusi Rp 1,25 M, Keluarga Korban Desak Oditur Tetap Banding
Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan pidana tambahan kepada dua pelaku membayar restitusi masing-masing Rp 500 dan Rp 750 juta kepada keluarga korban pembunuhan Kacab BRI.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
2 Tentara Pembunuh Kacab BRI Divonis Bayar Restitusi Rp 1,25 M, Keluarga Korban Desak Oditur Tetap Banding
Indonesia
Vonis Sidang Militer Pembunuhan Kacab BRI: Serka M Nasir Dibui 13 Tahun, Serka Frengky Kena 1 Tahun
Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada Serka Nasir, 7 tahun untuk Kopda Feri, dan 1 tahun untuk Serka Frengky dalam kasus pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
Vonis Sidang Militer Pembunuhan Kacab BRI: Serka M Nasir Dibui 13 Tahun, Serka Frengky Kena 1 Tahun
Indonesia
WNA Brunei Tewas Dikeprok Botol di Blok M, Korban dan Pelaku Sempat Nginap Bareng Satu Hotel
WNA Brunei tewas dianiaya dengan botol kaca di Blok M, Jakarta Selatan. Korban dan pelaku sempat menginap bersama di hotel. Polisi menangkap pelaku MIA tanpa perlawanan
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
WNA Brunei Tewas Dikeprok Botol di Blok M, Korban dan Pelaku Sempat Nginap Bareng Satu Hotel
Indonesia
2 WNA Brunei 'Duel' Sampai Tewas di Blok M Dipicu Tantangan Pesan Suara, Ini Isinya!
WNA Brunei MHF tewas setelah pelaku MIA tersulut emosi akibat pesan suara bernada tantangan.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
2 WNA Brunei 'Duel' Sampai Tewas di Blok M Dipicu Tantangan Pesan Suara, Ini Isinya!
Indonesia
Keluarga Korban Minta 3 Terdakwa Pembunuhan Kacab BRI Divonis Seumur Hidup
Peristiwa itu menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer. 

Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Keluarga Korban Minta 3 Terdakwa Pembunuhan Kacab BRI Divonis Seumur Hidup
Indonesia
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Bogor Usai Kejar-kejaran Dramatis di Tol
Pelaku pembunuhan perempuan di Bogor berhasil ditangkap polisi setelah aksi kejar-kejaran dramatis di jalan tol. Mobil pelaku sempat terguling saat mencoba kabur.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Bogor Usai Kejar-kejaran Dramatis di Tol
Indonesia
Komisi III Desak Polri- Kejagung Usut Kejanggalan Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu
DPR menilai kasus ini mengandung sejumlah kejanggalan yang tidak boleh diabaikan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Komisi III Desak Polri- Kejagung Usut Kejanggalan Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu
Bagikan