Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj: Boleh Demo Tapi Jangan Bawa Atribut NU

Eddy FloEddy Flo - Senin, 31 Oktober 2016
Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj: Boleh Demo Tapi Jangan Bawa Atribut NU

Ketua Umum PBNU KH Said Agil Sirajd (Foto: MP/Achmad Cinde)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Rencana demonstrasi besar-besaran yang digelar pada 4 November mendatang mengundang reaksi banyak pihak. Salah satunya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Said mengatakan pihaknya memperbolehkan untuk berunjuk rasa pada 4 November mendatang. Tapi ia sekali menegaskan warga Nahdlatul Ulama (NU) membawa atribut NU. Selain itu jangan berbuat anarkis.

"Sebagai dinamika negara demokrasi diperbolehkan, semua berhak demo tapi jangan mengatasnamakan warga NU. Kalau mengatasnamakan NU itu jelas salah. Karena NU untuk dibangun untuk pendidikan pencerahan, dan kesejahteraan. Jadi jangan sampai NU jadi alat politik," tegas Said saat ditemui di kantor PBNU, Kramat Raya, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (31/10).

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan demokrasi menjamin setiap warga untuk menyuarakan pendapat.

"Ya itu kan hak demokrasi setiap orang, semua boleh mengekspresikan aspirasinya tapi yang penting jangan ada anarkis, jangan ada tindakan yang mengganggu ketertiban, semua harus damai," tutupnya.(Abi)

BACA JUGA:

  1. Demonstrasi 4 November, PBNU Imbau Warga NU Tidak Ikut-Ikutan
  2. PBNU Ingatkan Umat Tidak Gunakan Ayat Qur'an Untuk Menyerang
  3. Rais Syuriah PBNU: Mengangkat Pemimpin Itu Wajib
  4. Minta Dukungan PBNU, Agus Yudhoyono Sampaikan Salam SBY
  5. PBNU Dukung Agus Jadi Gubernur DKI Jakarta

 

#Nahdlatul Ulama (NU) #KH. Said Agil Siradj #Ketua Umum PBNU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Indonesia
Begini Persiapan PBNU Jelang Muktamar Pemilihan Ketua Umum
PBNU juga telah berkirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta kesediaannya membuka langsung Muktamar ke-35 NU pada 27 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Begini Persiapan PBNU Jelang Muktamar Pemilihan Ketua Umum
Indonesia
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu politik uang kembali mencuat.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Ahmad Baso menilai larangan rangkap jabatan dalam ART NU perlu ditinjau kembali dan mendorong pembahasannya dalam Muktamar ke-35 NU.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Bagikan